
"Kenapa?" tanya Rayhan saat mereka sudah berada di luar ruangan osis.
"Lo suka kan sama Azkia?" tanya Farah to the poin. Rayhan sedikit kaget saat mendengar pertanyaan Farah, "Dari mana cewek inu tau?" batin Rayhan sambil menatap tajam Farah.
Farah seolah paham dengan tatapan dari Rayhan,"Gue tahu dari sikap lo ke dia, beda dari yang lain." ucap Farah lagi.
"Hmm."
"Lo mau gak kerja sama?" tanya Farah.
"Kerja sama?" tanya Rayhan yang tidak mengerti maksut dari ucapan Farah.
"Iya kerja sama buat pisahin Azka sama Azkia... katanya lo suka Azkia kan dan gue suka sama Azka." ucap Farah jujur kepada Rayhan.
Rayhan hanya diam saja, dia mencoba mencerna baik - baik perkataan Farah. Karena Rayhan memang menyukai Azkia tapi dihatinya tidak ada niatan untuk memisahkan Azkia dengan Azka, karena bagi Rayhan melihat Azkia bisa bahagia saja sudah cukup.
"Bagaimana?" tanya Farah.
"Gak." jawab Rayhan yakin.
"Lo yakin gak mau memperjuangkan Azkia, lo rela liat dia sama cowok lain... masa lo gak mau bisa dapetin Azkia, katanya lo suka dia." ucapan Farah yang mencoba memanas - manasi Rayhan.
Hati Rayhan sedikit goyah saat mendengar perkataan Farah, karena semua yang di bilang Farah itu adalah kebenarannya. Tapi apakah tega Rayhan berbuat seperti itu kepada orang yang dia sayangi.
"Kalo suka tuh perjuangin, jangan nyerah gitu aja.. Lemah banget sih!" ucap Farah yang membuat hati Rayhan menjadi goyah.
"Gue gak lemah dan gue juga udah berjuang!" kesal Rayhan mendengar ucapan Farah yang merendahkannya.
"Jadi gimana setuju kan kita kerja sama?" tanya Farah.
"Gak!" kekeh Rayhan.
"Katanya suka, sayang mana buktiin lah... perjuangin sebelum janur kuning melengkung boleh di tikung kok haha." ucap Farah sambil menepuk bahu Rayhan, dia meninggalkan Rayhan yang masih beridiri menggenggam tangannya.
Baru beberapa langkah Farah berbalik badan dan mengatakan, "Kalo lo berubah pikiran cari aja gue, karema kita sama - sama memperjuangkan orang yang kita sayang." ucap Farah setelah itu benar - benar pergi dari sana.
"Cih, gue tau gue harus berjuang tapi tidak dengan cara kotor seperti lo!" ucap Rayhan sambil meninju dinding di depannya.
"Tapi yang dia bilang bener semua, astaga gue harus gimana?" gumam Rayhan sambil terduduk di lantai memegangi kepalanya yang mulai pusing memikirkan semuanya.
Tiba - tiba saja Kenan keluar dari ruang osis dan melihat Rayhan yang sedang terduduk di lantai, rambutnya sudah acak - acakan tidak karuan.
"Lo kenapa?" tanya Kenan sambil membatu Rayhan bangun.
"Gak papa." ucap Rayhan menerima uluran tangan dari Kenan.
"Kalo ada masalah cerita aja sapa tau bisa bantu." ucap Kenan, sedangkan Rayhan hanya mengangguk dengan lemas.
__ADS_1
Jojo keluar dari ruang osis heran melihat sahabatnya yang sudah acak - acakan.
"Lo kenapa, Han?" tanya Jojo, Rayhan hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak apa - apa.
"Cewek itu ngapain nyariin lo?" selidik Jojo, karena dia tidak mau sahabatnya ini sakit hati untuk yang kedua kalinya.
"Ngajak kerja sama pisahin Azkia sama Azka." jawab Rayhan yang merapikan rambutnya.
"What!" kaget Jojo dan juga Kenan, karena mereka berdua tidak menyangka ada cewek yang seperti itu.
"Terus lo mau?" tanya Kenan penasaean.
"Gila kali kalo gue mau, tadi hampir goyah gue sama bujukan dia... tapi kalo gue ikutin kemauan tuh cewek bukannya Azkia suka sama malah kabur iya." jawab Rayhan.
"Untung lo waras, Han... hahaha." ucap Jojo sambil menepuh bahunya.
"Wah sialan lo pikir gue gila!" bentak Rayhan karena kesal dengan candaan Jojo.
"Iya lo gila, Han.... gila gara - gara Azkia, kabur." ucap Jojo sambil berlari meninggalkan Rayhan dan Kenan.
"Sini lo, awas aja kalo ketangkep gue habisin, enak aja ganteng - ganteng gini di bilang gila." kesal Rayhan sambil berkacak pinggang menatap punggung Jojo yang sudah jauh.
"Hahahaa." tawa Kenan pecah saat itu juga melihat sisih lain dari panutannya itu, ya Kenan menganggap Rayhan sebagai panutannya karena dia berharap bisa seperti Rayhan. Namun siapa sangka di balik ketegasan dan kepintarannya dia memiliki sisi yang lucu seperti anak kecil.
"Lucu?" tanya Rayhan.
"Lah kenapa gue ditinggalin... oy tungguin." ucap Kenan sambil menyusul Rayhan.
...............
Azkia sudah berada di parkiran sekolah dia menunggu Azka, karena tadi berencana pulang bersama Devira namun di larang oleh Azka, karena Azka ingin mengantarnya pulang.
"Mana nih beruang kutub lama banget, sampai lumutan nunggu." keluh Azkia sambil mondar mandir di sebelah motor Azka.
Saat Azkia berbalik ternyata di depannya sudah ada Siska dan kedua dayangnya, mereka bertiga berdiri tepat dihadapan Azkia sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada seolah ingin menantang Azkia.
"Oh ini ya PHO nya, masih gak punya malu aja nempel sama Azka padahal satu sekolah udah tahu." sindir Siska, namun Azkia hanya diam saja karena dia malas meladeni nenek sihir yang selalu membuat masalah dengannya.
"Lo gak denger apa diajak ngomong?" tanya Rima.
"PHO aja sok, ngaca lah dirumah gak ada kaca apa?" tanya Siska, karena semakin kesini ucapan Siska semakin menyebalkan membuat Azkia tidak tahan lagi.
"Eh nenek lampir yang harusnya ngaca tuh lo bukan gue, apa perlu gue beliin kaca yang gede biar kelihatan jelas?" tanya Azkia yang sudah kesal dengan Siska.
"Dan yang harusnya malu toh lo tau gak, udah tau Azka gak suka sama lo tapi masih aja ngejar - ngejar dia.... muka di taruh di mana mbak?" sindir Azkia lagi.
"Mulut lo gak pernah di sekolahin ya!" bentak Siska sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Lah ini gak liat lagi sekolah? Harusnya lo tuh sekolah kepribadian sana biar punya malu sedikit." ucap Azkia yang tidak mau kalah dengan Siska.
"Heh gue sama lo itu lebih baikan gue kemana - mana ya, yang harusnya sekolah kepribadian itu lo bukan gue." teriak Siska sambil menujuk wajah Azkia.
"Dasar PHO." sindir Rima, sedangkan Syla hanya diam saja.
"Cih, yang PHO tuh nenek lampir ini bukan gue... gue yang pacarnya Azka sedangkan lo apaan? Sadar diri mbak!" kata Azkia sambil memandang rendah kearah mereka bertiga.
Sedangkan Siska sudah mulai tersulut emosinya dengan ucapan Azkia, Siska sudah tidak bisa menahan lagi. Dengan cepat dia mengangkat tangannya ingin menampar Azkia namun tangannya terhenti diudara karena ada seseorang yang menghalanginya.
"Ini sekolah jangan ada kekerasan atau gue laporin sama guru bp, biar kalian di skors." ucap orang tersebut.
Melihat orang di hadapannya ini mengancamnya membuat Siska mengurungkan niatnya, karena dia tidak ingin membuat papa nya marah jika sampai dia diskors.
"Cih, ada pahlawan kesingan nih... cabut aja guys." ucap Siska sambil melepaskan cengkraman orang tersebut. Lalu Siska dan kedua temannya melangkah menuju mobilnya dan pergi dari parkiran sekolah.
"Kamu gak papa kan?" tanyanya lembut.
"Gak papa kok kak, makasih ya." ucap Azkia agak canggung.
"Jangan sungkan, kan aku dah bilang kalo ada apa - apa panggil aku aja." ucapnya lagi sambil tersenyum manis membuat Azkia terpesona.
"Eh iya kak Han, makasih tapi sebenarnya aku bisa kok urusin itu nenek lampir hehe." jawab Azkia canggung, karena setelah kejadian waktu itu Azkia berusaha keras menghindar dari Rayhan, karema dia juga tidak ingin jika Azka marah kepadanya.
"Iya aku percaya kok, kenapa belum pulang?" tanya Rayhan sambil melihat sekelilingnya yang tidak di temukan satu pun teman Azkia.
"Lagi nunggu Azka kak, dia lagi ngambilin ponsel aku yang ketinggalan di laci kelas." kata Azkia sambil celingukan mencari keberadaan Azka, karena dia takut jika Azka melihatnya berduaan dengan Rayhan bisa membuat Azka salah paham.
Rayhan yang paham dengan gerak gerik Azkia langsung saja perpamitan agar tidak menimbulkan masalah baru untuknya, "Oh gitu, yaudah aku duluan ya... hati - hati kalo butuh bantuan hubungi aku aja pasti selalu bisa membantumu." ucap Rayhan sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Rayhan melangkah menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat Azkia berdiri saat ini, langkahnya terhenti sebentar saat Azkia berkata, "Makasih kak, hati - hati juga!"
Rayhan hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam mobilnya, lalu dengan perlahan mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran sekolah. Sesekali Rayhan melihat kearah spionnya, disana masih terlihat jelas Azkia yang berdiri melihatnya.
"Sesulit ini kah aku melupakanmu?" gumam Rayhan setelah itu hilang di jalan raya.
...............
..."Aku tahu melupakanmu tidak semudah aku menyukaimu, butuh waktu lama hingga aku benar - benar bisa mengiklaskanmu bersamanya."...
...— Rayhan —...
............
Jangan lupa like dan coment ya! Kita saling mendukung :)
...Semangat puasa bagi yang menjalankannya!...
__ADS_1