Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Game Horor


__ADS_3

Hari mulai petang, lampu dari lentera satu persatu sudah di nyalakan. Udara semakin dingin, kabut pun sedikit menyelimuti area camping tapi tidak menghilangkan semangat dari mereka semua.


Jadwal dari kegiatan malam ini adalah game horor, yaitu game mengumpulkan bendera sesuai dengan warna kelompok masing - masing. Kelompok yang berhasil mengumpulkan bendera terbanyak dengan waktu yang paling cepat dia lah pemenangnya. Kenapa di sebut game horor karena rute yang sudah di siapkan terdapat banyak kejutan tak terduga.


Satu kelompok terdiri dari empat orang, dan ini lah daftar pembagian kelompok :


Kelompok satu Azka, Siska, Attaya, Azkia. Kelompok dua Devan, Syla, Devira, Bagas. Kelompok tiga Nayla, Reni, Jojo, Dion.. dan seterusnya.


Rayhan tidak ikut berpartisipasi dalam acara tersebut karena dia bertugas di tenda sedangkan teman - teman osis lainnya sudah di sebar di setiap rute untuk menjaga dari jarak jauh para peserta.


"Azka kita satu kelompok..." kata Siska bahagia


"Hilih inget masih ada gue sama Kia... jangan merasa dunia milik berdua ya.." kesal Attaya


"Apaan sih lo, sirik aja." kesal Siska


"Hanya mengingatkan saja.." kata Attaya


Priiittttt****


Suara peluit terdengar yang artinya game horor segera di mulai, untuk kelompok pertama di persilahkan jalan duluan setelah sepuluh menit baru di susul kelompok selanjutnya dan begitu seterusnya.


Mereka hanya membawa lampu senter dan lentera sebagai penerang jalan, rute sudah di berikan tanda jadi mereka tinggal mengikutinya saja. Di dalam rute tersebut mereka akan menemukan bendera - bendera yang sudah di pasang oleh panitia.


"Ka.. takut astaga nanti kalo ada itu gimana yang loncat - loncat..?"ucap Siska sambil bergelayut di tangan Azka


"Apaan sih.." berusaha melepaskan tangan dari Siska


"Gue takut.." rengek Siska


"Hilih nenek sihir masa takut sama temennya." sindir Azkia


"Heh apa lo bilang?" tanya Siska marah mendengar ucapan Azkia.


"Kalian bisa gak sih sehari aja gak ribut..?" tanya Attaya yang heran dengan mereka berdua.


"Dia tuh yang mulai." adu Siska


"Kok gue sih kan lo yang nyerocos mulu dari tadi." bela Azkia


"Ta, itu benderanya bukan,,?" tanya Azka yang membuat perdebatan itu berhenti.


"Mana sih, Ka?" tanya Attaya sambil melihat ke sekeliling


Azka merangkul Attaya dan menunjuk ke atas pohon, membuat Attaya mengikuti arah tangan Azka. Benar saja diatas pohon itu ada bendera warna biru, iya bendera warna itu lah yang sesuai dengan kelompok Azka.


"Eh benar itu, terus gimana ngambilnya?" tanya Attaya


"Manjat aja." usul Siska


"Ogah, ntar gue ketemu sama mbak kun gimana?" takut Attaya

__ADS_1


"Mbak kun..?" tanya mereka semua yang tidak mengerti maksut dari Attaya.


"Mbak kuntii... hii serem.." bisik Attaya


"Mana ada..? Sini, Ki." kata Azka sambil berjongkok di bawah pohon


"Hah ngapain?" tanya Azkia bingung


"Naik, gue gendong lo yang ambil tuh bendera.." jelas Azka


"Ohhh..." saat Azkia akan naik di gendongan Azka, Siska menyerobotnya dia menginginkan yang di gendong Azka.


"Kalo lo gue gak bakalan kuat." ucap Azka sedikit kesal


"Gue kan gak segendut itu Ka.." kesal Siska


Azka dan Azkia tidak mendengarkan perkataan Siska, lebih memilih mengambil bendera tersebut. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan lagi.


"Ka, lo ngerasa gak sih dari tadi kek ada yang ngikutin kita..?" tanya Azkia, spontan saja Azka dan Attaya menoleh ke arah belakang namun tidak ada apapun.


"Lo jagan nakut - nakutin gue!" kesal Siska kepadq Azkia, karena Siska juga merasakan apa yang di bilang sama Azkia.


"Siapa juga yang nakutin lo, yang ada penghuni sini tuh takut sama lo." ucap Azkia


Karena capek, lelah berjalan terus dari tadi hawa dingin pun semakin terasa membuat Siska mempunyai ide. Siska ingin istirahat biasa anak mama kan gak bisa capek dikit, manja nya muncul.


Addduuuhhhhh


"Siapa yang duduk, gue itu jatuh kaki terkilir ini.." keluh Siska sambil memegangi pergelangan kakinya yang terlihat seolah memang sedang terkilir.


"Bisa berdiri gak..?" tanya Azka


"Tolongin." rengek Siska


Saat semua orang terfokus pada Siska, mereka tidak sadar jika di belakang mereka ada yang lewat. Hanya Siska yang melihat itu, spontan saja Siska teriak dengan sangat kencang membuat mereka bertiga menutup telinga.


"Aaaaaa......" teriak Siska.


"Apaan sih lo teriak - teriak kek toak.." keluh Azkia


"I-ittuu... se- setaaaannn..." ucap Siska sambil lari kembali ke arah tempat camping.


Sedangkan Azka, Attaya dan Kia mereka bingung dengan kelakuan Siska, karena yang melihat tadi hanya Siska.


"Apaan sih gak jelas banget.." keluh Attaya


"Dah ayok lanjut aja.." kata Azka dan di setujui oleh Azkia dan Attaya


..........


Di Tenda

__ADS_1


Semua kelompok sudah berangkat semuanya di tenda hanya tersisa peserta yang sakit dan panitia. Rayhan berkeliling tenda memastikan jika semuanya aman, tiba - tiba saja dia kaget dengan teriakan Siska yang sangat membuat orang sakit telinga. Bagaimana tidak suaranya sangat cempreng sekali, teriak - teriak di malam yang sunyi ini.


"Setaan... ada setan..." teriak Siska sambil ngos - ngosan


Rayhan yang mendengar itu langsung menghampiri Siska, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa? Setan apa? Mana yang lain..?" tanya Rayhan tanpa jeda.


"Tunggu! Gue mau bernafas dulu.." ucap Siska.


"Cih... emang nya lo gak bernafas tadi.." kata Alex


"Bentar gue atur nafas dulu.." kata Siska


"Nah itu baru bener... Haha" kata Vivi, sambil memberikan minuman kepada Siska.


"Tadi tuh gue liat hantu serius, hantunya lompat - lompat gitu." jelas Siska setelah tenang


"Ah masa..?" ucap Alex meledek


"Iya serius, buktinya ini gue sampe lari kesini..." jelas Siska


"Terus anggota kelompok lo mana..?" tanya Vivi


"Hah? Mereka gue tinggal tadi.." loading Siska mendadak lama


"Payah lo.. hahhaa .." ledek Alex lagi


"Udah - udah, Vi anterin dia balik ke tendanya aja biar dia istirahat" perintah Rayhan kepada Vivi.


Setelah kepergian Siska dan Vivi, Rayhan tidak bisa menahan tawanya begitu juga Alex.


"Kita berhasil." ucap Alex sambil bertos ria dengan Rayhan


"Yaudah kita jaga lagi sapa tau aja ada yang kaya gitu lagi." saran Rayhan


"Oke siaap boss!" ucap Alex sambil berjaga di sisi kiri sedangkan Rayhan di sisi kanan.


Mereka berjaga sambil menunggu semua peserta balik lagi ke tenda, sebenarnya anggota osis yang lain sudah ada yang berjaga jika ada peserta yang pingsan atau pun sakit.


Jadi jika ada yang pingsan langsung bisa siap mengangkatnya.


.


..."Kamu yang selalu menghantui pikiranku, I miss you.."...


....- Siska K -...


.


Terimakasih semua yang masih stay di BBB, makasih untuk Like , Koment dan Hadiahnya :)

__ADS_1


...Sukses selalu buat kalian ^.^...


__ADS_2