
Azkia sedang terbaring di ranjangnya sambil menonton drama korea yang lagi booming saat ini, drama yang menceritakan tentang Park Joo-hyung yang diadopsi oleh keluarga Italia sejak kecil. Setelah dewasa, dia dikenal dengan nama Vincenzo Cassano.
Vincenzo bekerja sebagai pengacara sekaligus tangan kanan mafia. Lantaran perang antar kelompok mafia, dia melarikan diri ke Korea Selatan (Korsel). Ia kemudian berkenalan dengan Hong Cha-young, yang juga merupakan seorang pengacara.
Hong Cha-young adalah tipe pengacara yang akan melakukan apa saja untuk memenangkan kasus. Setelah bertemu, keduanya bekerja sama untuk mengungkap sekaligus menangkap penjahat yang kebal terhadap hukum.
Vincenzo Casano jatuh cinta padanya, dia juga mencapai keadilan sosial dengan caranya sendiri.
Saat tengah asyik menonton, hp Azkia terus berbunyi berulang kali. Ada panggilan masuk dari seseorang yang tak lain adalah Rayhan. Azkia panik jika harus menjawab panggilan tersebut, karena Azkia tidak tau harus beralaskan apa jika di tanya oleh Rayhan.
Rayhan mengirimkan beberapa pesan singkat saat panggilan whatsappnya tidak mendapat jawaban dari Azkia.
*Pesan whatsapp
Rayhan
" Azkia, lo baik - baik aja kan..?"
^^^Azkia^^^
^^^"Baik kak kenapa ya?"^^^
Rayhan
"Kok gak pernah kelihatan di sekolah setelah kita nonton waktu itu.."
^^^Azkia^^^
^^^"Lagi sibuk kak, hehe..."^^^
^^^"Oh iya kak, besok ada waktu gak?"^^^
Rayhan
"Ada kok.. Kenapa?"
^^^Azkia^^^
^^^"Yaudah besok ketemu di taman sekolah aja, ada yang mau Kia omongin.."^^^
Rayhan
"Oke, sampai ketemu besok.. Jangan lupa makan ya.."
^^^Azkia^^^
^^^"Gak akan lupa.."^^^
Rayhan
"Hehee minumnya juga.."
....................
Setelah membalas pesan dari Rayhan, Azkia bisa bernafas lega. Karena dia harus menyelesaikannya secepat mungkin, seperti yang Devan katakan jangan mengantangkan orang lain, karena di gantungin tidak enak.
"Harus bisa, besok gue harus jujur sama kak Rayhan.." ucap Azkia pada dirinya sendiri, setelah itu Azkia melanjutkan menonton drama koreanya. Sampai Azkia tidak menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
"Astaga udah pagi aja, mana belum tidur.." ucap Azkia sambil mematikan labtopnya. Kemudian bergegas tidur walaupun hanya beberapa jam saja.
...........
__ADS_1
Sabtu ini semua siswa mendapatkan jam kosong karena guru sedang rapat, sehingga mereka hanya di berikan tugas saja. Untung saja Azkia tidak terlambat setelah banyak drama di rumah pagi ini, karena mama Lala membangunkan Azkia dengan satu gayung yang berisi air.
Azkia berjalan di koridor sekolah dengan malas, matanya masih mengantuk bahkan dia berjalan sambil memejamkan matanya alhasil dia menabrak seseorang.
Brruukkk
"Duh gue nabrak apa sih..?" tanya Azkia
"Nambrak cogan.." saut yang di tabrak Azkia, saat mendengar kata cogan mata Azkia langsung terbuka dan benar saka memang cogan yang Azkia tabrak.
"Kenapa selalu nabrak lo sih, Ka..?" tanya Azkia sambil berjalan lemas.
"Jodoh kali.." ucap Azka asal
"Mungkin.." saut Azkia tanpa sadar
"Kelopak mata lo item kenapa?" tanya Azka yang mensejajari Azkia berjalan menuju kelas.
"Hah masa sih? Astaga gara - gara selamem ini gue-" ucap Azkia terpotong oleh Azka.
"Mikirin gue sampe gak bisa tidur ya..?" canda Azka
"Yee pede sekali anda pak.. mana ada gue mikirin lo, yang ada tuh lo yang mikirin gue.." kata Azkia
"Emang.." ucap Azka, yang membuat Azkia diam mencerna baik - baik ucapan Azka barusan.
"Heh malah bengong, ada lalat masuk tuh.." canda Azka, spontan saja membuat Azkia menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya. Azka yang melihat itu tertawa membuat siapapun yang melewati mereka menghentikan langkahnya untuk melihat Azka yang jarang tertawa seperti itu.
"Suuuttt, jangan keras - keras malu tau.." kesal Azkia sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Azka agar membungkam mulutnya.
Untuk beberapa detik mereka saling pandang hingga ada pengganggu yang merusak suasana romantis mereka berdua. Siska datang langsung marah - marah kepada Azkia, karena Siska merasa jika Azkia akan merebut Azka darinya.
"Lo apa - apan pegang bibir pacar gue.." ucap Siska sambil menarik tangan Azkia agar menjauh dari Azka.
"Azka lah siapa lagi.." mendengar itu membuat Azkia melihat ke arah Azka dan menaikan sebelah alisnya.
"Bukan! Sejak kapan gue jadi pacar lo." elak Azka
Kemudian Azka dan Azkia meninggalkan Siska sendirian namun sebelum Azkia benar - benar melangkah rambutnya sudah di tarik oleh Siska dengan kecang. Azkia merasa kesakitan saat rambutnya di tarik karena itu dia menarik balik rambut Siska. Jadi mereka berdua saling jambak - menjambak.
Azka berusaha menenangkan mereka namun sulit, kemudian saat ada cela Azka menarik lengan Kia dan membawanya lari menjauh dari Siska.
"Azkiaa... Awas ya lo!" teriak Siska, sedangkan Azka dan Azkia terus berlari sambil bergandengan tangan.
"Berhenti, stop gue capek.." keluh Kia
"Lari dikit doang capek, dasar manja.." ejek Azka
"Apa lo bilang?"
"Manja." ucap Azka lagi namun membuat Azkia kesal, Azkia memukuli lengan Azka agar Azka meminta maaf karena sudah mengejeknya manja.
"Minta maaf gak..?"
"Iya! Maaf.." ucap Azka
"Ulang, ngomong yang baik kayak gini Azkia yang cantik maafin gue ya, gue janji gak bakalan seperti itu lagi.." perintah Azkia
"Cih.."
"Buruan!"
__ADS_1
"Azkia cantik, maafin Azka yang ganteng pake banget ini ya..." ucap Azka sambil memandang dalam ke arah Azkia, Azkia dapat melihat ketulusan dari sorot mata Azka yang membuat jantung mereka berdua berdetak lebih kencang.
deg deg deg!
"Kayak nya beneran udah jantuh cinta gue.." batin Azka sambil memegangi dadanya.
"Astaga kenapa kayak gini lagi, setiap gue bareng sama Azka jantung gue detaknya lebih cepat.." batin Azkia sambil mengalihkan wajahnya yang sudah mulai memerah.
"Ciiieeee ciiee jadian ajaa..." ucap Devira
"Jangan lupa pj pj hahaha..." kata Nayla
"Uwuwuu ada yang lagi berbunga - bunga nih..." ledek Devira lagi
"Apaan sih kalian ini.." kata Azkia yang berjalan lebih dulu menuju kelas
"Hilih berlaga oneng kan lo Ki wkwk, kalo gak mau buat gue aja ya..." canda Devira
"Apa buat gue aja..." canda Nayla
Azkia berbalik badan melihat mereka bertiga dengan kesal, karena masih pagi tapi mereka bertiga berhasil menggoda Azkia dan mengejek nya terus menerus.
"Ka, lo suka sama Azkia kan.." tanya Devira
"Sok tau lo.." elak Azka saat matanya terus memandang Azkia
"Halah jujur aja lagi sama kita, nanti kita bantuin.." ucap Nayla
"Iya tuh bener.. karenaa- " ucap Devira sambil memberi kode kepada Nayla, Nayla yang paham langsung menyahut
"Karena kami mendukungmu..." ucap Nayla dan Devira bersamaan
"Makasih.." ucap Azka sambil tersenyum tipis kepada kedua sahabat Azkia
Kemudian Azka meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju kelas.
"Nay, nay coba deh cubit gue..." pinta Devira pada Nayla, dengan senang hati Nayla melakukannya.
"Aawwhh sakit Nay.." kata Devira sambil mengusap bekas cubitan Nayla
"Lah katanya suruh nyubit gimana sih..?" bingung Nayla
"Iya berarti gue gak mimpi dong liat seorang Azka tersenyum di depan kita.. ini kan jarang banget terjadi.." antusias Devira
"Eh iya juga ya, moment langka ini.. Astaga gue mimpi apa ya semalem bisa liat senyum tuh orang cuek..." ucap Nayla
"Mimpii aja terus wkwkk..." canda Devira
Kemudian mereka berdua juga mengikuti Azka yang melangkah menuju kelasnya. Ya walaupun jam kosong namum mereka tidak diizinkan untuk pulang, jadi mereka harus stay di sekolah.
.........
..."...Jangan tinggalkan seseorang yang memberi kenyamanan demi seseorang yang hanya kelihatan menarik..."...
.........
...- E H -...
Kayaknya hampir tamat ini :v
Maaf jika ada typo yak!
__ADS_1
......SEMANGAT SEMUA !......