
Azkia yang bosan dirumah sendirian memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya, yangdiantar oleh supir yang sudah Azka seiapkan. Tak lupa satu pengawal yang ditugaskan juga ikut Azkia ke rumah sang mama.
Dalam perjalanan Azkia melihat sebuah mobil bak terbuka yang ada dipinggiran jalan, dalam mobil itu menjual buah yang sangat menggoda Azkia.
Azkia menyuruh sang supir untuk menepikan mobilnya karena ia ingin membeli beberapa buah itu, warnanya yang sangat mencolok dan juga terlihat segar dan cantik membuatnya tergiur untuk membeli.
Setelah memilih beberapa Azkia langsung membayarnya, aromanya begitu menggoda membuat Azkia tidak sabar untuk mengupasnya.
Azkia sampai di rumah sang mama namun terlihat sepi, Azkia langsung saja masuk dan menuju dapur. Azkia akan mengupas buah yang baru ia beli.
"Kia kamu kapan sampai?" suara itu berasal dari belakang Azkia membuatnya terpelonjat kaget hingga buah yang ada ditangannya jatuh ke lantai.
"Mama! Jangan ngagetin kalau Kia jantungan gimana?" protes Azkia sambil memungut kembali buah yang jatuh itu.
"Heleh, kamunya aja yang kagetan," kata mama Lala.
"Bukan kagetan mah, tapi mama jalannya ngambang gitu!" Azkia tak mau mengalah dan disalahkan.
"Kamu kira mama hantu jalannya ngambang!" kesal mama Lala sambil mencubit lengan Azkia pelan.
"Bercanda doang, mah!" kata Azkia sambil terkekeh.
"Kamu ngupas buah apa?" tanya mama Lala.
"Nanas, mama mau? Kelihatannya manis loh," jawab Azkia.
"Buat Azka?" tanya mama lagi.
"Buat Kia lah, mah.. kalau hubby kan masih dikantor," jawab Azkia santai.
Dengan cepat mama Lala langsung mengambil buah nanas yang sedang Azkia kupas, beliau menjauhkannya dari Azkia.
"Mama apa-apaan, sih! Kia belum selesai kupasnya, nanti Kia kasih, mah!" rengek Azkia sambil mencoba mwngambil buah nanas dari tangan mama Lala.
"Kamu hamil, Ki!" kesal sang mama.
"Iya, Kia tau kalau Azkia hamil... jadi mama balikin ya, Kia pengen makan itu!" wajah Azkia dibuat memelas mungkin agar sang mama luluh tapi tetap saja tidak.
__ADS_1
"NO! Kamu gak boleh makan ini, apalagi kamu sedang hamil muda," kata sang mama tegas.
"Kenapa, Kia pengen! Masa mama mau liat cucu mama nanti ngileran gitu?" tanya Azkia kesal.
"Bukan gitu sayang, dengerin mama baik-baik ya!" Mama Lala mengajak Azkia duduk agar kesalnya hilang.
"Kamu ini sedang hamil muda, jadi gak semua makanan boleh kamu makan. Ada beberapa makanan yang memang kalau bisa jangan dimakan, karena bisa menganggu janin kamu," jelas mama Lala.
Azkia yang awalnya kesal kini berubah menurut saja, ia mendengarkan setiap kata yang diucapkan sang mama.
"Kamu tau gak makanan apa aja?" tanya mama Lala.
Azkia hanya menggeleng saja karena memang ia tidak tahu makanan dan minuman apa yang tidak boleh dimakan saat hamil.
"Sayuran yang masih mentah, buah nanas dan durian itu juga gak boleh, pepaya muda, minuman bersoda. Kamu juga jangan sampai stres nanti bisa berpengaruh sama kandunganmu." jelas mama Lala.
"Jadi Kia gak boleh makan nanasnya itu, mah?" tanya Azkia.
"Iya, jangan makan dulu... nanti aja kalau udah lahiran kamu boleh makan apa aja, kalau sekarang harus dihindari dulu makanan yang dilarang, ya?" dengan Lembut mama Lala menasehati Azkia.
Azkia masih merasa lapar karena itu ia meminta sang mama untuk membuatkan roti donat dengan taburan kacang diatasnya. Mama Lala yang memiliki hobi membuat roti pun dengan senang hati membuatkannya untuk Azkia.
Azkia yang sudah merasa lelah memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu didalam kamarnya sambil menunggu donat buatan sang mama. Sedangkan mama Lala sudah sibuk dengan kentang dan tepung yang akan ia buat untuk menjadi adonan donat. Karena membuat donat dibutuhkan waktu yang cukup lama.
Hingga sore tiba Azkia masih tertidur dengan lelapnya mungkin karena efek sedang hamil sehingga membuat Azkia cepat sekali mengantuk dan betah berlama-lama saat tidur.
Azka yang sudah selesai dengan pekerjaannya langsung menyusul sang istri dirumah mertuanya, Azka tau karena sebelum berangkat tadi Azkia sudah memberikan kabar pada Azka.
"Sore mah!" sapa Azka saat masuk kedalam rumah.
"Eh Azka, udah pulang kerja?" tanya mama Lala sambil menyambut uluran tangan Azka.
"Udah mah, Azkia mana?" tanya Azka, ia celingukan mencari sang istri tapi tidak melihat batang hidungnya.
"Ada dikamarnya, kamu langsung aja keatas... sekalian bangunin dia, roti udah jadi," kata mama Lala.
"Roti apa, mah? Baunya enak banget." Azka tidak berjalan menuju kamar melainkan ke arah dapur.
__ADS_1
Azka melihat ada banyak roti donat diatas meja dengan taburan kacang yang banyak membuatnya tergiur untuk mencicipinya. Azka langsung saja mencuci tangannya di wastafel, setelah itu mengambil satu roti donat dan langsung melahabnya.
"Gimana enak, gak?" tanya mama Lala.
"Enak banget mah, beli dimana ini? Lain kali Azka juga mau beli," ucap Azka yang mulutnya penuh dengan donat.
"Ini mama buat sendiri, kalau kamu suka kapan-kapan mama buatin lagi," ucap mama Lala ia senang sekali melihat Azka yang lahab memakan donat buatannya.
"Loh itu donatku kenapa dimakan!" teriak seseorang dari anak tangga, sontak saja membuat Azka tersedak.
"Uhuk Uhuk!"
"Ini cepet minum," mama Lala memberikan segelas air putih pada Azka, "Kia jangan teriak-teriak gitu, bikin suamimu kaget itu!" lanjut sang mama menatap Azkia.
"Habisnya kan ini yang pengen Kia mah, kenapa jadi dia sih yang makan... mana tinggal dikit lagi!" kesal Azkia sambil menatap tajam Azka.
"Cuma nyobain empat aja, Nyun." Azka mau mengambil lagi tapi tangannya dipukul oleh Azkia.
"Baru kok empat, itu nyobain apa laper!" gerutu Azkia sambil mengambil semua sisa donat yang ada didalam taperware itu.
"Dua-duanya," kata Azka sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Udah ini semua buat aku, kamu dah makan banyak!" Azkia membawa pergi taperware yang berisi donat.
"Satu lagi lah, Nyun! Nanggung masa cuma empat biar genap jadi lima, ya." pinta Azka memelas.
"Lima itu ganjil kok bisa genap gimana sih, udah pokoknya ini semua buat aku. Ini itu mama buatin buat aku kenapa jadi kamu yang habisin!" Azkia terus mengomel sambil berjalan menuju ruang keluarga sedangkan Azka mengikutinya.
Mama Lala hanya tertawa saja melihat tingkah anak dan menantunya itu, mereka berdua sudah seperti anak kecil yang berebut makanan.
Mau dibujuk bagaiamana pun Azkia tidak memberikan donat itu lagi pada Azka, yang lebih paeahnya Azkia ngambek dan tidak mau berdekatan dengan Azka. Karena entah kenapa Azkia yang biasanya selalu ingin didekat Azka tiba-tiba saja berubah menjadi sangat kesal saat Azkia didekatnya. Apapun yang Azka lakukan sepertinya salah dimata Azkia, hal itu membuat Azkia selalu marah-marah tidak jelas.
Bahkan Azkia menghindar saat Azka akan mencium keningnya seperti sebelum-sebelumnya, apalagi Azkia akan mengamuk jika melihat baju Azka yang tergeletak sembarangan dan tidak langsung diletakan di tempat cucian baju.
Bahkan Azka tidak boleh mendekati Azkia sebelum ia mandi terlebih dahulu, menurut Azkia bau Azka sangat menganggu membuatnya mual dan ingin muntah. Azka hanya pasrah dan memaklumi samg istri karena semua ini mungkin bawaan bayinya.
...----------------...
__ADS_1