Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Ceo atau Bos Mafia


__ADS_3

Setelah memberitahu semua kegiatan hari ini Attaya memilih menunggu dimobil karena ia tidak ingin melihat kebucinan sepasang suami istri. Karena hal itu membuat dirinya rindu, ya rindu dengan Nayla. Sudah beberapa hari ia tidak bisa bertemu dengan Nayla karena kesibukannya sebagai asisten Azka. Dan juga Nayla yang tengah sibuk dengan ujian akhirnya, mereka berdua hanya bisa saling berkomunikasi lewat ponsel.


"Kangen, yank!" gumam Attaya.


"Kangen siapa?" tanya Azka yang sudah duduk disebelah Attaya. Ya dia memilih duduk disamping Attaya daripada dibelakang.


"Calon istri," singkat Attaya.


"Temui lah!" saran Azka.


"Gimana mau temuin kalau punya bos manja banget, apa-apa harus gue yang urus. Sampai cari makan aja gue yang beli, apalagi istrinya nyidam pasti nyuruh-nyuruh gue lagi," gerutu Attaya tanpa sadar.


Attaya sejak tadi sibuk memandangai layar ponselnya yang terdapat foto cantik Nayla, hingga ia tidak sadar jika Azka sudah masuk ke dalam mobil.


"Oh, manja ya!" sinis Azka.


"Iya Azka tuh man—" ucapan Attaya terpotong bersamaan dia menoleh kesamping kirinya. Sedangkan Azka mengangkat sebelah alisnya.


"Mantap gitu maksudnya, hehe!" elak Attaya sambil menggaruk tengukuknya yang tidak gatal.


"Udah denger!" singkat Azka.


"Hah de-denger apa?" tanya Attaya gugup.


"Semuanya," dingin Azka.


Deg!


"Mati! Sejak kapan ini tembok duduk disebelah, kenapa gue sampai gak sadar," batin Attaya.


"Kenapa bengong?" tanya Azka.


"Gue tadi cuma bercan—"


"Jalan!" perintah Azka.


Attaya menurut saja dan ia juga tidak ingin membahas hal itu lagi, bahaya pikirnya jika membuat Azka marah. Mereka berdua tidak langsung ke kantor melainkan ke tempat yang sudah dijanjikan untuk dapat bersama perusahaan lain.


Hampir tiga jam Azka sibuk dengan rapatnya sedangkan Attaya selalu siap siaga disebelah Azka. Ia juga mencatat poin-poin pentingnya saja. Lena? Sekertarisnya itu tidak diajak karena disuruh menghendel rapat yang ada dikantor.


Setelah selesai mereka memutuskan untjk kembali ke kantor, tapi sebelum itu Azka meminta Attaya untuk mampir dibabershop. Ya dia ingat dengan perkataan sang istri untuk memotong rambut sesui dengan keinginannya.


"Mampir dulu," kata Azka.


"Kemana?" tanya Attaya.


"Barbershop!"


"Ngapain?" tanya Attaya dengan bodohnya padahal ia sendiri tahu jawabannya.


"Tidur!" kata Azka.


"Hah?" kaget Attaya dengan jawaban Azka.


Azka malas menjawab ia memilih diam dan bermain dengan benda pipinya itu.


Kini mereka berdua sampai dibarbershop yang biasanya mereka bertiga datangi. Karena hanya disana Azka, Attaya dan juga Devan sangat puas dengan hasil potongannya.


"Weh bos kita, lama gak kelihatan?" sapa yang punya barbershop.

__ADS_1


"Sibuk," singkat Azka langsung masuk dan duduk begitu saja.


Pemilik babershop itu menatap ke arah Attaya seolah sedang bertanya 'kenapa' sedangkan Attaya tak mau menjawab ia ikut masuk dan duduk dikursi tunggu yang sudah disediakan.


"Dua orang aneh," gumam pemilik barbershop.


"Modelnya masih sama seperti sebelumnya?" tanya pemilik barbershop itu pada Azka.


"Ganti," jawan Azka sambil menunjukkan sebuah foto yang Azkia mau.


Saat mendengar itu spontan saja Attaya mendekat dan melihat seperti apa model yang diinginkan Azkia.


"Emangnya cocok?" tanya Attaya.


"Entah." singkat Azka.


"Kita lihat aja nanti," kata pemilik babershop.


Kemudian dengan lihainya ia memangkas setiap rambut Azka dengan sangat cekatan dan tentunya sesuai dengan kemauan Azkia. Azka hanya diam sambil mematap pantulan dirinya dicermin, sedangkan Attaya ia sibuk mengurusi hal lainnya.


"Selesai!" kata itu membuat dua orang yang fokus pada pikirannya masing-masing mendongak melihat kesumber suara.


"Gila! Gila gila!" kata itu yang muncul saat pertama kali Attaya melihat hasil karya pemilik barbershop.


"Bagaiamana?" tanya pemilik barbershop.


"Sumpah kaya bukan lo, Ka." kata Attaya.


"Kaya anggota mafia aja muka lo," lanjut Attaya yang masih cengoh menatap Azka.


"Kerenkan?" tanya pemilik barbershop.


"Keren-keren, jempol empar buat lo bang!" kata Attaya.


"Heh bengong aja! Mau dipangkas sampai gundul?" tanya Attaya menyadarkan Azka dari lamunannya.


"Cocok gak sih?" tanya Azka.


"Lo kan ganteng model apa aja juga cocok sama lo, bahkan ni ya lo mau gondrongin rambut lo pasti juga cocok!" ucap Attaya sambil tertawa.


"Gue serius, Ta!" geram Azka sambil merapikan bajunya.


"Seribu rius gue, bos mafia!" ledek Attaya.


"Cih!"


Setelah membayar mereka pamit karena sebentar lagi Azka akan ada rapat lagi. Ya hari ini jadwal dia sungguh banyak bertemu dengan client.


Dengan santainya Attaya menyalip beberapa kendaraan didepannya, ia tidak terlalu buru-buru untuk sampai dikantor karena rapat setelah makan siang. Tidak ada pembicaraan yang penting hingga mereka sampai di kantor.


Banyak pasang mata yang menatap kearah mereka berdua, biasanya juga seperti itu tapi hari ini lebih banyak lagi pastinya dengan tampilan baru seorang Azka. Meski wajahnya tetap kelihatan dingin namin kali ini memancarkan aura yang berbeda dari biasanya. Kali ini Azka terlihat lebih tegas dan berwibawa, bahkan ada karyawan yang mengira jika Azka adalah ketua mafia ditambah lagi ada beberapa orang yang berjalan mengikutinya.


"Mirip bos mafia, gans banget!"


"Hatiku meleyot melihat pak bos!"


"Duh! Berasa mau ditangkap aja ini, tapi sebelum ditangkap ku meyerah dulu kalau yang nangkap ganteng gini!"


"Ini Ceo apa Mafia, bodo amat sama-sama keren!"

__ADS_1


"Uwuu pak Azka aku mau jadi anak buahmu, biar setiap waktu bisa lihat wajahmu!"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang dapat Azka tangkap saat masuk kedalam perusahaannya. Tapi Azka tidak ingin menanggapinya bahkan melirik saja tidak. Azka tengah sibuk dengan ponselnya memberikan kabar pada snag istri jika dirinya sudH ganti model rambut.


Terlihat jelas dari pesan yanh dikirim Azkia bahwa dia sangat penasaran dengan wajah suaminya itu, sehingga dia meminta Azka untuk mengirimi sebuah foto terbarunya.


📩Manyun❤


"Pokoknya gak mau tau foto sekarang dan fullbody titik gak pake koma!"


Ya itulah pesan masuk yang sudah dibaca oleh Azka, kemudian Azka berbalik dan meminta tolong kepada Attaya untuk memfotonya.


"Yakin?" tanya Attaya memastikan pasalnya Azka jarang sekali foto bahkan bisa dibilang ia sulit diajak foto.


"Yakin, pake ponsel gue," kata Azka sambil melemparkan ponselnya apda Attaya.


HAP!


Dengan sigap Attaya menerima ponsel itu sambil menggerutu, kenapa harus dilempar begitulah pikir Attaya.


Klik!


Klik!


Klik!


"Cih, gue minta sekali doang kenapa banyak banget!" kesal Azka.


"Hehehe, bonus!" Attaya meyerahkan ponselnya. Ya mereka sudah berada di lantai dimana ruangan Azka berada sehingga tidak banyak orang yang tahu.


Setelah itu Azka langsung saja mengirim fotonya pada Azkia yang sudah penasaran dengan penampilan barunya.


......................


Diseberang sana ditempat Azkia yang sedang berada dikampus langsung saja membuka pesan yang dikirim Azka.


^^^📩Hubby Ice❤^^^



"Gila, suami gue mirip bos mafia!" ucap Azkia spontan saat meliat foto Azka. Afifah yang berada didepannya penasaran dengan apa yang dilihat Azkia, ia langsung berdiri disebelah Azkia untuk melihat foto itu juga.


"Siapa? Ganteng banget gila, kenalin dong!" kata Afifah dengan penuh harap.


"Enak aja udah ada pawangnya ini!" kata Azkia sambil menutup layar ponselnya ia tidak mau foto Azka dilirik oleh perempuan lain.


"Yaelah pelit amat, gak bisa milikin bisa lihatin doang udah cukup. Minta dong fotonya, gue beli deh!" ucap Afifah sambil terkekeh.


"Enak aja, gak dijual belikan ya!" ketus Azkia.


"Dasar pelit, untung gue tau itu suami lo kalau gak," ucapan Afifah sengaja digantungkan agar Azkia penasaran.


"Kalau gak apa?" tanya Azkia.


"Kalau gak ya gue tikung lah, walaupun suami orang. Eh! Canda doang gue, mana berani haha bye!" teriak Afifah sambil kabur, ia berlari setelah mengatakan itu.


Karena Afifah tau apa yang akan terjadi jika dia masih disebelah Azkia. Azkia tidak akan tinggal diam dan pasti akan membuatnya minta ampun, makanya sebelum itu terjadi Afifah kabur lagipula itu semua hanya bercanda. Dia sangat suka menggoda temannya itu terlebih lagi soal suaminya, terlepas dari itu Afifah sudah memiliki pawangnya sendiri.


"Teman laknat!" teriak Azkia.

__ADS_1


"Duh sabar, kata mama gak boleh emosi sabar Kia sabar!" monolog Azkia.


...----------------...


__ADS_2