Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Harus bagaimana?


__ADS_3

...Terkadang kenyataan itu memang menyakitkan, namum tetap harus dihadapi!...


...~ Azkia ~...


...________________________________...


Istirahat pun sudah tiba Azka lebih memilih ke rooftop untuk menenangkan diri. Perjodohan hal itu selalu terngiang di pikiran Azka, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Azka merebahkan tubuhnya di atas meja yang sudah tidak di pakai, tangan kirinya ia gunakan sebagai bantalan. Matanya ia pejamkan karena silau terkena paparan sinar matahari.


"Gue harus gimana?" gumam Azka, tangan kanannya ia letakkan diatas jidatnya untuk menghalangi cahaya matahari yang mengganggu pengelihatannya.


"Azka!" panggil seseorang yang sudah lama tidak mengganggunya.


Azka hanya diam saja tak ada niatan untuk melihat siapa, karena Azka sudah hafal betul dengan suara itu.


"Lo ngapain disini, kan sejak kejadian kemaren di larang orang kesini," ucapnya.


"Berisik!" ketus Azka.


"Jadi kemaren beneran, Ka?" tanyanya lagi.


"Apa?"


"Farah beneran mau bunuh diri kalo lo gak mau jadi pacarnya?" tanyanya yang terlihat sangat penasaran.


"Hmmm,"


"Ternyata ada ya yang lebih gila dari gue," gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Azka.


"Lo gak makan, kenapa malah kesini?" tanyanya lagi.


"Kepo!" jawab Azka kesal.


"Gue harus nyerah atau perjuangin lo, Ka?" tanyanya membuat Azka membuka matanya sejenak.


Azka melihat seorang perempuan berambut panjang yang di biarkan berkibar terkena angin sedang duduk tak jauh darinya, ia sengaja duduk disitu untuk menutupi cahaya matahari yang menyilaukan mata Azka.


"Gue takut," ucapnya lagi sambil mendongakkan wajahnya ketas membiarkan wajahnya terkena paparan cahaya matahari.


"Gue takut jadi gila kaya Farah, gue gak mau buat orang tua sedih, Ka." curhatnya.


"...."


"Tapi gue udah terlanjur sayang sama lo, Ka!" ucapnya sambil mengusap secerca air yang membasahi pelupuk matanya.


"Gue gak bisa berhenti untuk mencintai lo, gue udah berusaha coba tapi sulit... soalnya lo cinta pertama gue," ucapnya lagi.


"Gue harus gimana, Ka? tanyanya lagi.


Azka hanya diam sambil mendengarkan semua kata - katanya, dia tidak tahu harus menanggapi apa untuk saat ini.


Pikiran Azka seperti benang kusut, terlalu sulit untuk diuraikan agar menemukan titik terang.


"Diam Sis, gue pusing!" gertak Azka kepasa perempuan itu yang tidak lain adalah Siska.


"Lo ada masalah apa, cerita aja sama gue sapa tau gue bisa bantuin lo." saran Siska.


"Gak ada!" ketus Azka.


"Lo pasti benci banget ya sama gue, secara gue dari kelas satu ganguin lo mulu," ucap Siska sambil terkekeh saat mengingat masa - masa dia sering mengganggu Azka.


"Hmmm,"


"Gue itu suka sama lo dari kita MOS dulu, cowok cuek plus dingin kesemua orang bahkan saat ada cewek yang jatuh di depan lo... lo cuma diem aja, dasar tembok emang," ucap Siska sambil tertawa.


Azka hanya diam saja mendengarkan celotehan Siska, setidaknya bisa sedikit menjadi hiburan untuk Azka.


"Ka?" panggil Siska.

__ADS_1


"Hmmm?"


"Gue tau kok, gue terlihat murahan dimata lo... emang cara gue buat dekitin lo itu salah, gue cuma pengen curi perhatian lo dan bisa ngobrol sama lo," curhat Siska.


"..."


"Lo tau gak, pas gue tau kalo lo jadian sama bakpia ha—"


"Bakpia?" potong Azka bingung.


"Bakpia itu Azkia," ucap Siska sambil terseny manis.


Dari arah pintu terlihatlah Devan dan Attaya menghampiri Azka, dengan cepat Siska berpamitan karena dia tidak ingin berurusan dengan kedua sahabat Azka.


"Gue pergi dulu, makasih buat waktunya... dan sorry gue belum bisa nyerah buat dapetin lo, Ka!" kata Siska sambil berjalan, ia menatap sengit kearah Devan dan Attaya.


"Ngapain?" tanya Devan sambil menunjuk Siska menggunakan dagunya.


"Entahlah," ucap Azka sambil menaikkan kedua bahunya.


"Kalian berdua gak nganu kan?" tanya Attaya dengan wajah horor.


"Belum pernah ditimpuk pake sepatu ya?" ucap Azka karena dia paham maksud dari Attaya.


"Hehe, timpuk aja yang sepasang tapi jangan cuma sebelah," canda Attaya


"Cih," dengus Azka.


"Lo kenapa, ada masalah?" tanya Devan yang sudah duduk disebelah Azka.


"Lo alih profesi jadi dukun ya, Van?" tanya Azka.


"Hah?"


"Kok lo tau gue ada masalah?" tanya Azka.


"Bocil aja juga tahu kalo lo ada masalah, tuh liat muka bisa kusut gitu kek jemuran belum kering." canda Attaya sambil terkekeh.


"Ampun bos, canda doang aelah," ucap Attaya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajah.


"Masalah apa?" tanya Devan, Attaya mulai duduk disebelah Devan.


"Gue mau dijodohin," ucap Azka malas.


"WHAT!" teriak Attaya yang langsung dibekab mulutnya oleh Devan.


"Ini mulut apa toak, keras bener," gerutu Devan.


"Maaf, kaget gue... lo kalo ngomong yang bener kenapa, Ka?" gerutu Attaya.


"Hmm, gue serius," saut Azka yang membuat mereka semua diam hening.


"Sama siapa?" tanya Devan.


"Anak dari sahabat papa gue," ucap Azka malas.


"Lo terima?" tanya Attaya.


"Gak lah gila kali, gue kan udah ada Azkia," ucap Azka yakin.


"Bagus itu, terus kenapa lagi?" tanya Devan.


"Masalahnya kalo nanti malam gue gak ikut makan malam, besok gue langsung dikirim ke rumah om gue yang di luar negri," kata Azka sambil menunduk memegangi kepalanya.


"Kok jadi ribet gini urueannya?" tanya Attaya.


"Lo bilang aja kalo lo ada pacar," saran Devan.


"Udah," singkat Azka.

__ADS_1


"Terus tanggapannya gimana?" tanya Attaya penasaran.


"Suruh putusin!"


"WHAT!" teriak Attaya lagi.


"Berisik!" kesal Devan.


Dengan cepat Attaya langsung menutup mulutnya dengan rapat, tangannya ia gerakkan seperti sedang mengunci mulutnya agar tidak berteriak lagi.


"Yaudah lo ikutin aja apa mau orang tua lo dulu, lo ikut makan malam perjodohan itu...kalo emang gak cocok lo tolak aja," saran Devan, Attaya hanya mengangguk-angguk saja.


"Gitu ya?" tanya Azka.


Deg!


Sakit itulah yang dirasakan seseorang dibalik pintu rooftop, sebenarnya tidak ada niatan untuk mengupin. Namun saat akan melangkah ia mendengar teriakan Attaya yang membuatnya berhenti melangkah dan mendengar semuanya.


Tes!


Tanpa ia sadari ada cairian bening yang jatih dari pelupuk matanya, dengan cepar ia menghapusnya dan berbalik melanglah pergi meninggalkan rooftop.


"Gak, gak mungkin," batinnya sambil terus berlari menuju toilet.


Bruk!


Tanpa sengaja ia menabrak seseorang karena tidak fokus melihat depan saat berlari.


"Kamu gak papa, Kia?" tanya Rayhan.


Ya, orang yang mendengar dibalik pintu rooftop adalah Azkia.


"Gak, gak papa kak... duluan," ucap Azkia sambil menepis tangan Rayhan.


"Nangis?" tanya Rayhan sambil melihat tangannya yang ditepis Azkia.


______


Setelah beberpa saat Azkia kembali namun selama pelajaran berlangsung ia hanya diam saja. Bahkan sesekali melamun, pikirannya masih terngiang soal Azka yang akan di jodohkan dengan seseorang. Mengingat hal itu semakin membuat hatinya sakit.


Azka yang duduk disebelahnya merasa jika Azkia sedang bersedih.


"Nyun, kenapa?" bisik Azka sambil menoel lengan Azkia.


Azkia masih saja terdiam, tidak ada respon darinya. Hingga bel pulang sekolag berbunyi Azkia masih saja diam.


"Nyun kamu kenapa?" ucapnya Azka khawatir.


"Ra, main kuy besok kan libur," ajak Nayla kepada Devira.


"Sorry Nay, gue ada acara keluarga nanti sama ortu gue.. besok aja gimana?" tawar Devira.


Nayla mengaguk saja, kemudian dia mengajak Azkia.


Mata Azkia mulai memanas lagi saat mendengar Devira akan ada acara keluarga malam ini sama halnya dengan Azka. Hingga membuat Azkia berasumsi bahwa Devira yang akan dijodohkan dengan Azka.


"Gak, gak mungkin," gumam Azkia.


"Kia, nonton kuy malam minggu ini," ajak Nayla.


"So-sorrry Nay, gue sibuk," ucap Azkia lalu keluar begitu saja dari dalam kelas, ia tidak menghiraukan teriakan Azka.


Azka mencoba menyusul Azkia namun sayang dia sudah lebih cepat memberhentikan taxi lalu masuk kedalamnya.


"Sial!" kesal Azka saat Azkia sudah tak terlihat lagi.


"Lo ada masalah apa sih, padahal gue mau cerita soal perjodohan gue biar lo gak salah paham," gumam Azka menatap taxi yang membawa Azkia.


...................................

__ADS_1


Iya ini ceritanya auhtor ulang, soalnya kemarin ada kesalahan dalam penempatan eps. sehingga ya begitulah kemaren itu :)


Jadi ini auhor ulangin agar nyambung dan tidak terbalik lagi.. mohon dimaklumi ya :v


__ADS_2