
"Kalian mau kemana..?" teriak seseorang dengan suara lantang dari arah belakang Azka dan Azkia
Membuat mereka berdua menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kebelakang.
Dan ternyata ada Pak Burhan, beliau berdiri tegak dengan tangan yang berada di pinggang. Melihat Azkia dan Azka dengan tatapan amarah, Pak Burhan menyuruh mereka berdua untuk mendekat.
"Kalian berdua kesini!" teriak Pak Burhan, Azka dan Kia menurut saja agar masalahnya tidak diperpanjang.
"Kalian ini mau jadi apa, jam pelajaran bukannya di dalam kelas malah berkeliaran seperti ini!" bentak Pak Burhan, Azkia hanya bisa menunduk.
"Kamu! Kamu bukannya yang tadi pagi di hukum di lapangan ya, baru tadi pagi sekarang udah buat ulah lagi? Mau jadi apa kamu!" ucap Pak Burhan tepat di depan Azka, namun Azka hanya diam saja tanpa menanggapinya.
"Kalian ini sebentar lagi mau ujian semeter kalian tau kan? Kalau seperti ini bagaimana kalian bisa naik kelas nanti.." ucap Pak Burhan tiada hentinya, bahkan tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada Azka maupun Azkia untuk menjelaskannya.
"Maaf pak." ucap Azkia lirih
"Kenapa minta maaf sama saya? Minta maaf sama dirimu sendiri kenapa seperti ini.. Udah sekarang kalian berdua Bapak hukum.." kata pak Burhan
"Hujan pak.." ucap Azkia sambil menutup wajahnya.
"Tapi pak tadi kan udah di hukum, belum juga ada dua jam masa di hukum lagi..?" protes Azka
"Disini siapa gurunya?" tanya Pak Burhan
"Bapak lah masa saya.." ucap Azka
"Nah itu tau, jadi yang harus di patuhi itu siapa?" tanya pak Burhan
"Bapak.." ucap Azkia dan Azka bersamaan
"Nah itu paham, udah sekarang kalian berdua bersihin ini toilet sampai bersih. Kalau belum bersih kalian tidak di perbolehkan pulang! Mengerti?" perintah Pak Burhan
"Mengerti!" ucap Azkia
"Heh kamu cowok mana suaranya, masa kalah sama yang cewek.." tegur Pak Burhan karena Azka diam saja tidak menjawab.
"Mengerti!" ucap Azka dengan penuh penekanan.
Kemudian Azka dan Azkia mulai mengambil peralatan mengepel dan sapu, mereka berdua harus membersihkan toilet ini hingga bersih. "Astaga gue sial banget sih hari ini.."keluh Azkia sambil menyapu lantai
"Cih, hp gue pake ketinggalan segala.." keluh Azka sambil mengepel lantai, niatnya ingin memberitahu Devan dan Attaya agar mereka bisa membantu Azka sekarang ini tapi sayangnya hp Azka tertinggal di kelas juga seperti milik Azkia
"Yang bersih, jangan ngobrol mulu!" perintah Pak Burhan sambil mengawasi mereka.
Pak Burhan meninggalkan mereka berdua karena di panggil olek wakil kepala sekolah, sehingga mereka berdua tidak ada yang mengawasi lagi. Azka merasa sangat capek hari ini badannya terasa pegal - pegal, Azka berhenti mengepel dan mrlihat Azkia yamg sedang menyapu.
"Lo gak mau terimakasih gitu sama gue?" tanya Azka
"Buat?"
"Kan gue dah nolongin lo, dah lah lupain aja.." ucap Azka kembali melanjutkan mengepelnya. Azkia tersenyum melihat Azka yang seperti anak kecil sedang merajuk
"Azka!" panggil Azkia, membuat Azka menoleh, "Makasih udah buat gue di hukum lagi.." ucap Azkia sambil tersenyum.
__ADS_1
"Cih!" keluh Azka sambil sedikit tersenyum
Setelah menyapu selesai Azkia mengambil ember yang bersi air bersih, niat hati ingin membantu Azka mengepel namun karena lantai belum kering sehingga membuat Azkia terpeleset. Alhasil ember yang bersisi air tumpah tepat di badan Azka yang sedang berjongkok karena capek.
"Aaawwhh..." teriak Azkia saat terpeleset
Byuurrr
"Azkiaaaa!" teriak Azka yang beberapa detik baru menyadarinya
"Uuuopppsssttt, maaf... maaf gak sengaja." ucap Azkia panik melihat Azka basah kuyup
Azka hanya diam saja tanpa menyauti ataupun beranjak dari tempatnya sekarang ini, membuat Azkia menjadi semakin panik. Melihat itu Azkia mencoba mendekat, saat Azkia berhasil menyentuh bahu Azka tiba - tiba saja air menyembur ke wajahnya.
Byuurrr
"Hahaha tuh balasannya.." ucap Azka sambil menyemprotkan air melalui kran air yang Azka pegang saat ini
"Azka, basah ini seragam gue.." keluh Azkia sambil menghindar agar tidak terkena lagi semprotan air dari Azka
"Satu sama kita!" ucap Azka
"Awas ya gue bales.." teriak Azkia mengambil air menggunakan ember kemudian menyiramkannya. Mereka berdua sedang perang air hingga mereka tidak menyadari jika sahabat mereka sudah berada di depan mereka.
"Gak kena wle.." ucap Azkia, yang berhasil menghindari semprotan air dari Azka
"Sini gak!" teriak Azka yang mengejar Azkia
"Gak, gak mau wlee.." ucap Azkia sambil menjukulkan lidahnya, saat Azkia akan menghindar kakinya terpleset oleh genangan air membuat Azkia jatuh. Dengan cepat Azka menangkap Azkia dan menarik tangannya agar tidak jadi jatuh ke lantai melainkan ke pelukannya Azka.
"Uhuuukkk..." Devan yang berpura - pura batuk.
"Sampai kapan kayak gitu, gak pegel tuh tangan?" Kata Devira
"Kalian diem lagi bagus ini adegannya bisa gue masukin ke chanel yt gue.." ucap Attaya
"Kaya di drakor ini mah, astaaga sweet banget sih.." ucap Nayla
Karena banyak suara - suara yang terdengar membuat Azka melepaskan pelukannya terhadap Azkia, Azkia yang masih terpaku pun tiba - tiba kesakitan karena jatuh di lantai.
"Kenapa di lepasin sih kan sakit ini pinggamg gue kebentur lantai.." kesal Azkia, sedangkan Azka tidak menjawab melainnkan memberi kode kepada Azkia menggunakan matanya yang mengarah kepada empat temannya itu.
"Apa sih, matamu kenapa? Kemasukan air?" tanya Azkia sambil bangkit dan hendak memeriksa mata Azka
"Liat kesamping crewet!" bisik Azka tepat di telinga Azkia. Mendengar bisikan tersebut membuat Azkia mengikuti perintah Azka, dan ternyata keempat temannya sudah berada di sebelah mereka dan terus memandang mereka berdua dengan tatapan penuh tanda tanta.
"Ka-kalian sejak kapan disitu?" tanya Azkia yang kaget
"Sejak kalian main air.." jawab Nayla
"What!! Kenapa kalian diem aja coba disitu?" tanya Azkia
"Terus kita harus apa? Gangguin kalian yang lagi pacaran? Hahaha..." tanya Devira
__ADS_1
"Kita jadi penonton aja udah bahagia kok.." ucap Devan
"Berasa lagi liat drama tapi live.." ucap Attaya sambil memasukkan hp nya kedalam saku celana
"Jangan bilang?" tanya Azka
"Sudah tersimpan semua disini bos.." ucap Attaya sambil menepuk saku celananya yang berisikan hp
"Hapus gak?" perintah Azka kepada Attaya namun di abaikan oleh Attaya
"Kalian mau pulang apa masih mau main air?" tanya Devira
"Pulang!" ucap Azka dan Azkia bersamaan
kemudian mereka saling pandang lagi sesaat setelah itu membuang muka ke arah samping
"Gak usah malu - malu, biasanya juga malu - maluin kan Ki.." canda Nayla
"Enak aja, gue gak malu - maluin ya.. Dah gue ambil tas dulu.." ucap Azkia sambil berjalan menuju kelas namun terhenti dengan ucapan Devira
"Dah gue bawa.." ucap Devira sambil membawa tas Azkia
"Ututu baiknya makasih.." ucap Azkia sambil memerima tasnya.
Sama halnya dengan Azkia, tas dan jaket Azka sudah di bawakan oleh Devan. Setelah itu mereka semua berjalan ke parkiran untuk pulang karenan memang sudah jam pulang sekolah bahkan sudah lewat.
Azka yang melihat Azkia kedinginan lalu memakaikan jaketnya di tubuh Azkia sambil berjalan mendahuluinya, Azkia yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa senang.
"Makasih.." teriak Azkia sambil tersenyum yang di balas lambaian tangan oleh Azka.
Di sudut sekolah lainnya ada tiga pasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka, siapa lagi kalo bukan Siska, Rima dan Syla. Nianya memberi pelajaran kepada Azkia gagal, karena hal tersebut justru membuat Azka menjadi semakin dekat dengan Azkia.
"Kalian ini gimana sih? Kenapa mereka berdua malah makin deket!" kesal Siska sambil berkacak pinggang.
"Mana gue tau.." ucap Sima
"Kita udah melakukan sesuai yang lo suruh kok Sis, serius.." ucap Rima sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V
"Terus kenapa mereka jadi makin deket!" kesal Siska sambil menghentakkan kakinya
"Harusnya gue itu yang di sebelah Azka bukan dia!" kesal Siska
"Sabar Sis, kan masih ada kesempatan lain kita kerjain lagi. Yaudah pulang juga yuk.." bujuk Rima. Kemudian Siska juga pulang namun dengan hati yang di penuhi rasa benci.
...........
..."*Semuanya sudah tertakar dan tak akan tertujar"...
...- Insya allah*-...
..........
Yuk ajak temen kalian baca karya author ini, siapa tau bisa belajar bucin! eh canda yak :v
__ADS_1
.