Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Delay


__ADS_3

Pagi ini Azkia sudah bangun dan segera bersiap karena hari ini dia akan menjemput seseorang yang selalu saja membuatnya senang ketika menerima teleponnya.


Untung saja hari ini orang tua Azkia tidak di rumah, mereka sedang berada dirumah saudara karena mengira Azkia belum pulang dari liburannya bersama teman - temannya.


"Duh udah gak sabar banget, pengen cepet - cepet ketemu." ucap Azkia sambil berlari - larian kecil menuruni anak tangga.


"Sarapan dulu, non." kata bibi dari dapur.


"Gak usah bi, Kia buru - buru... Assalamualaikum." jawab Azkia sambil melambaikan tangannya kepada bibi.


Hari ini gadis itu berdandan sangat cantik membuat siapa saja yang melihatnya akan terhipnotis dengan kecantikan Azkia. Dia mengenakan pakaian santai namun terlihat sangat cocok dengannya, Azkia terlihat fresh ketika mengenakan kemeja warna putih tulang di balut dengan celana cargo pants warna mokka.


Kakinya selalu mengenakan sepatu favoritnya yang senada dengan bajunya, rambut hitamnya ia kucir kuda yang menampilkan leher jenjangnya.


Azkia tidak ingin diantar oleh supir yang ada, dia lebih memilih mengendarai mobilnya sendiri. Karena hari ini dia hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan seseorang yang sedang ia tunggu kedatangannya.


Azkia menembus jalanan yang begitu padat berlalu lalang kendaraan, sesekali dia ikut bernyanyi saat alunan musik yang dia putar di dalam mobil adalah lagu kesukaannya. Azkia sengaja memutar musik agar tidak terasa sendiri dan bosan karena harus mengemudikan mobil seorang diri.


Setelah menempuh waktu yang kurang lebih empat puluh menit kini tibalah Azkia di bandara. Dia memarkirkan mobilnya dengan lincah di parkiran yang sudah di sediakan oleh pihak bandara.


Azkia langsung berlari menuju arrival gate, mata bulatnya langsung berkeliling mencari papan petunjuk informasi keberangkatan dan kedatangan.


"Syukurlah masih belum terlambat, ku kira akan terlambat sampai... hari apa sih ini macet banget." keluh azkia namun senyum masih saja terkembang di bibir tipisnya dan ada sedikit rona merah yang menunjukkan luapan kegembiraan Azkia hingga membuat kecantikannya makin bersinar.


Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai untuk membeli minuman karena terburu-buru dan berlari dari parkiran membuat tenggorokannya terasa kering.


"Hmmm, enaknya beli minum apa ya?"gumam Azkia memperhatikan daftar jenis minuman yang tertempel di meja dekat kasir.


Azkia lalu memutuskan untuk membeli ice capocino, tak butuh waktu lama pesanannya pun sudah jadi dan Azkia membayarnya kemudian berjalan kembali menuju pintu kedatangan.


Saat dia kembali melihat papan petunjuk informasi di situ tertulis bahwa pesawat yang dinaiki oleh orang yang sedang dia tunggu ternyata delay, Azkia sedikit cemas melihat itu. Dia terus mondar mandir sesekali melihat ke arah pintu kedatangan.


"Mana sih, ya allah?" panik Azkia saat orang yang di tunggu belum juga sampai. Sesekali dia terlihat melihat layar ponselnya, kali saja orang yang di tunggu sudah menghubunginya namun kenyataannya nihil.


Sekitar lima belas menit berlalu dari waktu yang seharusnya sudah ditetapkan, Azkia tertunduk lesu di kursi tunggu.


Matanya menatap kosong lantai bandara, matanya tidak mampu menuembunyikan kegelisahan hatinya. Tiba - tiba saja ada sepasang sepatu berwarna coklat yang muncul di lantai yang sedari tadi Azkia pandangi, Azkia sempat berfikir sepatu siapa itu namun kepalanya belum juga melihat ke arah siempunya sepatu.

__ADS_1


Tangan lebar menyentuh bahunya dengan lembut, membuat Azkia mendongak secara perlahan yang dari melihat sepatu kemudian berlahan mengikuti tubuh orang yang berdiri tepat di hadapannya. Hingga wajah mereka bertemu, sedetik dua detik Azkia belum juga sadar siapa yang ia tatap saat ini. Dan untuk detik selanjutnya Azkia langsung menghampur kearah orang tersebut, Azkia memeluk erah tubuh orang yang tengah berdiri do hadapannya ini.


Tanpa Azkia sadari matanya mulai mengeluarkan cairan bening yang lolos begitu saja dari sudut matanya, namun tangannya masih erat memeluk tubuh itu.


"Eh, kenapa nangis?" tanyanya dengan suara lembut membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa nyaman begitu juga dengan Azkia.


Bukannya menjawab, tangis Azkia semakin menjadi didalam dada bidang laki - laki tersebut.


"Udah dong jangan nangis, nanti jelek dan aku gak suka." canda laki - laki tersebut sambil mengusap punggung Azkia.


"Ihh mana ada jelek, cantik gini!" kesal Azkia sambil mengusap pipinya yang basah.


"Iya - iya cantik kalo senyum, kalo nangis jelek pake banget hehe." katanya sambil terkekeh, membuat pengunjung lain terpaku akan ketampanannya.


"Gak lucu!" ucap Azkia sambil mencubit lengan pria itu.


"Awwh, sakit baby." keluhnya sambil mengusap pelan lengan yang Azkia cubit.


"Rasain wlee." kata Azkia sambil mengulurkan lidahnya mengejek.


"Gemesnya, anak capa ini uluh - uluh." candanya lagi sambil mencubit kedua pipi Azkia dengan gemas.


"Ayok ah, masa disini terus." ajak Azkia sambil melangkah menggenggam tangannya.


Sedangkan laki - laki itu diam saja saat tangannya diseret Azkia karena bahagia sudah lama tidak bertemu dengannya, sedangkan tangan satunya menarik koper yang sedari tadi ia bawa saat turun dari pesawat.


"Langsung pulang atau kemana dulu?" tanya Azkia, manik matanya menatap lekap laki - laki yang sekarang tengah duduk disebelahnya. Dia sedang memakai seatbeltnya kemudian menatap Azkia.


"Terserah tuan putri saja hehe." ucapnya sambil terkekeh, sudah lama laki - laki itu merindukan saat - saat bisa melihat wajah cemberut Azkia. Karena menurutnya Azkia tetlihat sangat imut saat dia cemberut, pipinya akan menggembung seperti ikan buntal sedangkan bibirnya selalu manyun.


"Nonton aja, udah lama gak nonton... tapi cari makan dulu tadi belum sepat sarapan, oh iya tapi capek gak?" ucap Azkia sangat antusias hingga matanya berbinar saat berbicara.


"Buat kamu mah enggak bakalan capek wkwk." candanya sambil mengusap pelan kepala Azkia.


"Hilih, gak capek kan aku yang nyetir." kesal Azkia sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.


"Yaudah ayo, laper juga ini." katanya sambil melihat kayar ponselnya yang baru saja ia hidupkan.

__ADS_1


"Cuzzz jalan." ucap Azkia semangat, kemudian mereka meninggalkan area parkir bandara. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, hari mulai siang perutnya sudah kerencongan sedari tadi. Dia tidak sempat sarapan karena sangat bahagia akan bertemu seseorang yang sudah sangat lama dia rindukan, karena biasanya dia hanya bisa berbicara lewat layar ponselnya tanpa bisa melihat orangnya secara langsung. Namun kali ini berbeda Azkia duduk bersebelahan dengannya sesekali candaan mereka lontarkan agar suasana di dalam mobil tidak hening.


Tidak butuh waktu lama, kini Azkia sudah berada di sebuah caffe yang sudah menjadi favoritnya bersama sahabatnya. Azkia melangkah memasuki cafe diikuti laki - laki itu, semua mata tertuju kepada mereka berdua karena terlihat sangat serasi.


"Waahh ganteng banget sih!"


"Gila, dia oppa - oppa kah?"


"Cewek disebelahnya juga cantik banget."


"Serasi banget sih mereka!"


"Mau gue karungin tuh cewek, langsung bawa KUA!"


"Subhanallah, nikmat mana lagi yang bisa ngerti mata."


"Keliru woy!" ucap temannya.


Begitulah kiranya cuitan para pengunjung yang ada di cafe saat melihat mereka masuk kedalam cafe. Cafe terlihat sangat ramai, maklum saja ini masih masa liburan sehingga banyak remaja yang menghabiskan waktunya main di cafe walaupun hanya sekedar ngobrol kesana kemari.


......................


^^^Sekian ribu kata ini kutulis kembali,^^^


^^^Dalam kalimat yang menggumpal abadi.^^^


^^^Tentang rasa yang hilang namun semakin ada.^^^


^^^Membuatku tersiksa dalam balutan asa.^^^


^^^Aku Mencintaimu!^^^


^^^Hingga senja tak mampu bangkit kembali.^^^


^^^Sekali lagi, Aku Mencintaimu!^^^


^^^Hingga hanya rasamu yang akan menguasai diri.^^^

__ADS_1


^^^(Tatax) ^^^


__ADS_2