Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Bikin panik


__ADS_3

Disebuah ruang tamu terlihat hawa mencengkam bercampur dengan kepanikan yang sangat kentara diwajah mereka semua.


Bagaiamana tidak jika tiba-tiba mereka mendapatkan pesan singkat yang menyuruh mereka datang kerumah Azka. Semua pasang mata itu tertuju pada satu titik yang menjadi tersangka utama pengirim pesan singkat.


"Horor!" batin Azka.


"Jadi sebenarnya ada apa ini?" Bima mulai membuka kehingan itu.


"Lalu dimana Azkia, nak?" tanya Lala.


"Kenapa kita disuruh kesini sekarang?" tanya Axel.


"Kamu buat ulah lagi?" tanya Yudha rahangnya mulai mengeras.


"Oom Aac, ante mana?" tanya gadis kecil yang membuat siapa saja luluh.


"Kaka?" panggil mama Kayla.


"Buruan jawab, jangan buang-buang waktu!" kesal Yudha.


"Benar itu Azka, papa tadi sedang rapat penting terua lihat pesan kamu papa langsung kesini," jelas Bima.


"Jujur aja, Ka!" kata Axel yang sudah tidak sabar.


"Hmm, sebenarnya Azka nyuruh kalian kesini karena ada hal penting yang ingin Azka sampaikan sama kalian semua," kata Azka sambil menatap mereka satu persatu.


"Apa?" tanya mereka kompak bak paduan suara tingkat nasional.


"Ini soal Kia," kata Azka.


Spontan saja membuat Lala panik karena memyangkut nama putri tercintanya.


"Kia kenapa?" tanya Lala.


"Sabar, kita dengar dulu penjelasan Kaka." Kayla memenagkan Lala sambil mengusap punggung tangannya.


"Kia kenapa, Ka?" tanya Axel.


Hening!


Hingga suara halus dari arah dapur membuat mereka tersadar.


"Hamil," ucapnya sambil membawa nampan yang berisi teh hangat untuk mereka.


Hening lagi seolah mereka sedang mencerna kata-kata Azkia.


"Kamu, kamu hamil Ki?" tanya Lala.


Azkia dan Azka mengangguk sambil tersenyum malu, mendengar itu Lala dan Kayla langsung berhambur memeluk Azkia. Bahkan mereka sampai meneteskan air mata karena bahagia.


"Sebentar lagi kita jadi kakek, Yud!" Bima memeluk YYudha yang duduk disebelahnya.


"Selamat!" ucap mereka kompak.


"Selamat calon ayah!" kata Axel sambil menepuk bahu Azka.


Azka hanya tersenyum bahagia mendengar ucapan kakak iparnya itu, sedangkan Azkia ia sudah kuwalahan menjawab pertanyaan dari dua ibu itu. Bahkan mereka juga memberi wejangan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan saat masa hamil.


"Kamu nyidam apa aja?" tanya Kayla.


"Gak mah," singkat Azkia.


"Muntah sampai lemes gak?" tanya Lala.

__ADS_1


"Gak juga mah," jawab Azkia.


"Lah gimana ceritanya tau kalau kamu hamil?" tanya Lala.


Azkia hanya diam saja sambil melirik Azka yang tengah berbincang dengan Axel, Lala yang tau langsung bertanya pada Azka.


"Azka kamu tau dari mana kalau Azkia hamil?" tanya Lala penasaran.


"Anu itu," ragu Azka untuk mengungkapkannya.


"Azka nyidam mah!" tiga kata yang keluar dari mulut Azkia membuat mereka semua terdiam dan melihat kearah Azka.


"Benar itu Azka?" tanta Yudha.


"Iya," ucap Azka sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kok bisa?" tanya Axel tidak percaya, sedangkan Azka hanya menaikkan bahunya.


"Bisa, Kayla dulu juga seperti itu, dia yang hamil tapi aku yang nyidam," jelas Yudha.


"Ohhh!" saut mereka semua.


"Lo nyidam apa aja, Ka?" tanya Axel penasaran.


"Emm," Azka malu untuk jujur dengan Axel.


"Apa?" tanya Axel.


"Banyak bang dari mulai ayam kecap, rujak buah, apel, kembang gula sama gado-gado." Azka jujur yang membuat mereka semua tak percaya tapi setelah itu mereka tertawa mendengar penuturan Azk.


Kemudian mereka semua bercerita tentang masa mengandung Azka begitu juga dengan Lala yang menceritakan saat mengandung kedua anaknya itu. Hingga waktu tak terasa sudah larut malam, mereka menyudahinya dan bergegas pulang kerumah masing-masing. Kali ini Yudha dan Kayla akan menginap karena tidak mungkin mereka kembali mengingat jarak rumah mereka paling jauh.


Azkia sudah berada di dalam kamar, ia sudah mengganti bajunya dengan piama tidur warja biru. Sedangkan Azka baru saja keluar dari kamar mandi, ia langsung tiduran dipangkuan Azkia.


"Ngapain?" tanya Azkia.


"Berat pindah gih,"


"Gak mau!"


"Pindah, By."


"Gak mau, Nyun!" Azka berbalik menghadap perut Azkia lalu ia mencium perut itu.


Cup!


"Anak papa sehat-sehat, ya!" ucapnya sambil mengusap perut Azkia.


"Iya papa! Azkia membuat suaranya seperti anak kecil dan itu terdengar lucu.


Azka melingkarkan tangannya pada pinggang Azkia, ia membenamkan wajahnya diperut Azkia. Tangan Azkia sibuk mengusap rambut Azka yang sudah mulai panjang.


"Potong rambut gih besok." kata Azkia.


"Tunggu panjang dikit lagi," saut Azka.


"Besok pokoknya, terus ganti model dong," kata Azkia yang masih bermain dirambut Azka.


"Model apa?" tanya Azka.


"Emmm." seolah sedang berfikir, "ini poninya udah panjang dipotong aja gimana, nanti gak usah dikasih poni lagi." saran Azkia.


"Gak mau," kata Azka.

__ADS_1


"Kok gak mau sih, pokoknya harus kaya gitu titik!"


Azka melepaskan pelukannya ia mendongak menatap wajah Azkia yang sedang cemberut.


"Baiklah!" dengan terpaksa Azka menuruti permintaan Azkia.


"Gitu dong dari tadi, ini tuh permintaan dedek bayinya... kalau gak diturutin nanti ngiler gimana?" tanya Azkia terkekeh.


Ya, dia tadi diberitahu sang mama jika nyidam harus dituruti, kalau tidak bayi nya akan ngiler. Padahal itu hanya mitos saja.


"Hmm, iya!" pasrah Azka.


Hingga tanpa sadar Azka tertidur dalam panggkuan Azkia, Azkia membiarkannya saja toh dia belum mengantuk. Azkia masih setia menonton film kesukaannya dilayar tv. Sesekali jaru lentiknya mengusap pipi Azka, ataupun alis mata Azka tak sampai disitu ia juga mencubit hidung mancung Azka yang sudah seperti prosotan anak tk.


Hingga Azka merasakan lapar, membuatnya terbangun. Ia menatap Azkia yang masih setia menonton tv, padahal waktu sudah menunjukkan pulul 1 pagi.


"Nyun," panggil Azka.


"Hmm kenapa bangun?" tanya Azkia.


"Laper!" jujur Azka yang sudah duduk bersandar pada bahu Azkia.


"Makanlah," saut Azkia.


"Pengen makan nasi goreng!" ucap Azka manja.


"Yaudah bentar aku masakin," kata Azkia.


Azka menggeleng dengan kuat, "Mau masakan mama!"


Azkia memelototkan matanya mendengar ucapan Azka, bagaimana bisa ia meminta masi goreng buatan mama Kayla. Sedangkan sekarang sudah larut malam, ia tidak berani jika harus mengagung mertuanya itu.


"Udah males, nasi goreng buatan mama besok aja ya! Sekarang aku dulu yang buatin," bujuk Azkia.


"Mau masakan mama!" tegas Azka sambil melipatkan tangannya didepan dada bahkan ia membuang muka kearah samping seperti anak kecil yang merajuk.


"Mama udah tidur, hubby!"


"Bangunin!"


"Sebenarnya yang hamil itu aku atau kamu sih!" gerutu Azkia.


Dengan berat hati Azkia menuruti permintaan Azka, ia menguatkan keberaniannya untuk membangunkan mama mertuanya. Untung saja mama Kalya mudah bangun saat Azkia mengetuk pintu kamarnya.


Setelah mama Kayla muncul dari balik pintu kamar bercat putih itu, Azkia mengutarakan permintaan Azka. Dengan senang hati sang mama mau membuatkan nasi goreng kesukaan Azka.


Sekitar dua puluh menit Azkia kembali kekamarnya dengan membawa sepiring nasi goreng buatan sang mertua, tidak lupa segelas air putih agar Azka tidak kehausan.


"Silahkan dinikmati," ucap Azkia menyodorkan sepering nasi goreng itu.


"Buatan mama?" tanya Azka.


Azkia mengangguk saja, ia sudah mengantuk dan ingin cepat tidur.


"Suapin!"


"Makan sendiri, aku ngantuk hubby." jelas Azkia.


"Yaudah tidur!" kata Azka sambil memperbaiki selimutnya dan berniat unthk tidur.


Sedangkan Azkia ia merasa kesal karena sudah membangunkan sang mertua ditengah malam hanya untuk membuatkan nasi goreng tapi setelah ada dia tidak mau makan karena minta disuapin.


"Bangun, aku suapi!" ucap Azkia sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


Benar saja Azka langsung bangun saat mendengar itu, dengan telaten Azkia menyuapi sang suami hingga nasi goreng itu habis tak tersisa.


...----------------...


__ADS_2