Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Tolong, hargai aku


__ADS_3

...Tolong hargai aku yang menyayangimu lebih dari diriku sendiri...


...-Azka ~ е н-...


...—————————————————————————...


Azka mengambil bungkusan rokok yang tergeletak di atas nakas, lalu menyesap rokok yang sudah ia nyalakan sebelumnya. Pikirannya semakin semrawut mengingat banyak yang menyukai Azkia bukan hanya dirinya saja.


Berkali - kali Azka melirik ponselnya namun tetap saja hening, membuat Azka semakin frustasi. Tanpa pikir panjang Azka menyambar jaket yang tergeletak ditepian ranjang, berjalan keluar tanpa memperdulikan pertanyaan Ken.


"Mau kemana?" tanya Ken namun hanya diacukan oleh Azka. Dengan cepat Ken mengikuti langkah Azka, sebelum dia berhasil membuka pintu Ken terlebih dulu menahannya.


"Mau kemana?" ulang Ken, terlihat wajah Azka yang acak - acakan membuatnya semakin terlihat menyedihkan.


"Bukan urusan lo!" ucap Azka sambil menepis tangan Ken.


"Cih, makan dulu kalo mau pergi!" ucap Ken sambil menarik nafasnya.


"Gak!" tanpa pikir panjang Ken langsung menarik Azka menuju dapur, di depannya sudah ada berbagi macam masakan yang sudah disiapkan.


"Ya kali gue gak kasih makan tamu gue." ucap Ken sambil terkekeh.


"Gue buru - buru." ucap Azka.


"Pulang atau kemana, dari pada lo gak jelas di jalanan mending disini, kalo lo belum mau pulang." saran Ken.


"Sekolah." singkat Azka.


"Lo mimpi apa gimana sih? ini udah jam 10 pagi, udah telat banget lo kalo mau sekolah." ucap Ken.


"Gue mau ketemu seseorang." jawab Azka.


"Oke-oke terserah lo aja deh." ucap Ken pasrah membiarkan Azka pergi. Ken hanya bisa menatap punggung Azka yang sudah menghilang di balik pintu.


..............


Dengan kecepatan penuh Azka melajukan motornya menembus jalan yang lengah. Dalam benak Azka masih terngiang foto yang ia terima tadi, membuatnya semakin kesal.


Tidak butuh waktu lama Azka sudah sampai di gerbang sekolah, namun dia dihentikan oleh satpam karena tidak mengenakan seragam sekolah. Bahkan model celana jins yang sedang Azka pakai saat ini sangat tidak layak untuk masuk dalam lingkungan sekolah, celana jins hitam sobek - sobek dilutut.


Setelah lama berdebat dengan satpam akhirnya Azka memutuskan untuk menunggu Azkia di cafe dekat sekolah, namun sebelum itu Azka menghubungi Devan agar memberitahu Azkia tentang keberadaannya.

__ADS_1


Makan? Bahkan tidak ada niatan untuk memesan makanan saat Azka sudah sampai di cafe, padahal bisa di bilang Azka belum makan apapun dari kemarin sore. Rasa laparnya seketika hilang begitu saja saat dirinya melihat foto yang dikirimkan oleh seseorang yang sangat misterius itu.


Sambil menunggu Azkia, Azka memesan es jeruk tangannya sibuk menyentuh layar ponselnya. Tangan satunya memegangi sebatang rokok, entahlah sudah habis berapa batang rokok hari ini.


Setelah beberapa jam menungu akhirnya Azkia menemuinya disini cafe tempatnya janjian dengan Azka, Azkia tidak diperbolehkan izin sehingga dia hanya bisa menemui Azka saat jam pulang sekolah berakhir.


"Azka? Maaf lama, tadi gak dibolehin izin." jelas Azkia sambil duduk di depan Azka.


Azka? Dia hanya diam saja dan masih menatap layar ponselnya yang sedang bermain game tanpa memperdulikan ucapan Azkia.


"Ponsel aku lowbet jadi mati tadi, kamu udah lama disini?"


"....."


"Kenapa cuma pesan minuman aja, gak pesen makan? Aku pesenin, ya?" tanya Azkia yang mulai canggung karena diacuhkan oleh Azka.


"Mbak ma—"


"Gak usah, gue gak selera makan." ucap Azka sambil meletakkan ponselnya diatas meja.


Azkia mengangguk mengerti, tangannya sibuk bermain tali tas yang masih dia kenakan. Suasana yang tidak bersahabat ini membuat Azkia sedikit takut.


"Kamu udah pulang kerumah? Aku denger dari Devan kamu kabur." ucap Azkia mencoba bersikap biasa seperti Azka namun sulit sekali.


"Gak ada yang mau lo jelasin sama gue?" tanya Azka sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada, badannya ia sadarkan pada sadaran kursi.


"Jelasin apa?" tanya Azkia bingung pasalnya ia tidak tahu jika ada seseornag yang sudah memotretnya pagi tadi.


"Gak usah sok polos deh." ucap Azka.


"Aku gak tau maksud mu, Ka." jawab Azkia sambil menatap Azka yang sedang tersenyum merendahkan.


Azka mengambil ponselnya dengan cepat jarinya menggeser layar seolah sedang mencari sesuatu, kemudian menunjukkan layar ponselnya kepada Azkia.


"Maksudnya apa? Kan gue udah bilang jangan berhubungan lagi sama yang namanya Kevin ataupun Rayhan!" dari nada biacara Azka sudah terdengar jika sedang menahan amarahnya.


Azkia memelototkan matanya saat melihat layar ponsel Azka yang terdapat dirinya sedang diperebutkan oleh Kevin dan Rayhan.


"I-ini dapat foto dari mana?" tanya Azkia sedikit gugup karena dia takut membuat Azka marah.


"Gak perlu tahu dapat dari mana, sekarang jelasin maksudnya apa? Apa hubungan kalian!" perintah Azka membuat Azkia takut.

__ADS_1


"Ki-kita gak ada hubungan apapun, tadi itu pas istirahat Kevin maksa aku buat ikut dia... tapi aku gak mau terus kak Rayhan datang sama Ira dan Nayla, yaudah terus mereka berantem." jelas Azkia sambil meremas rok yang ia kenakan.


"Yakin gak ada hubungan apa pun?" tanya Azka tatapnya tajam hingga menusuk hati Azkia.


"Yakin, kalo gak percaya tanya aja sama Devira atau gak Nayla." jawab Azkia sambil mengangguk.


"Cih, mereka kan bisa sekongkol sama lo." ucap Azka sambil meremehkan Azkia, entahlah saat ini didiri Azka hanya ada amarah saja bahkan dia berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.


"Gak ya, gue gak kaya gitu!" bentak Azkia.


"Terus apa? Gue udah bilang kan jangan deket - deket sama mereka, tapi apa!" bentak Azka.


"Gue gak deket - deket mereka, kak Rayhan cuma gue anggep temen aja... sedangkan Kevin, gue baru ketemu dia dua kali tapi gak tau kenapa dia ganggu aku terus." ucap Azkia yang hampir menangis membuat Azka tidak tega.


"Jangan ulangin lagi, gue gak suka!" ucap Azka sambil menarik nafasnya agar tidak berlarut dalam emosi.


Azkia mengangguk tanpa disadari air matanya jatuh membasahi pipinya.


"Tolong, hargai gue... gue serius sayang sama lo!" lanjut Azka sambil mengusap air mata Azkia.


Azkia mengangguk patuh.


"Maaf." ucap Azkia sambil menangis tersedu.


Azka yang awalnya ingin marah menjadi tidak tega saat melihat Azkia menangis, Azka berpindah tempat duduk lalu menarik Azkia dalam pelukannya. Membiarkan Azkia menangis sejadinya dalam pelukan Azka, sebenarnya Azka yang sedang butuh suport dan kekuatan namun dia mengesampingkan itu semua.


Yang ada dalam pikiran Azka saat ini adalah bagaimana membuat Azkia berhenti menangis, karena dia akan merasa bersalah jika membuat Azkia menangis.


"Udahlah, jangan nangis lagi... makin jelek tuh muka." canda Azka, membuat Azkia kesal lalu mencubit lengan Azka.


"Bi-biarin jelek." ucap Azkia sambil mengusap air matanya.


"Hmmm." Azka melepaskan pelukannya dari tubuh Azkia, lalu merogoh saku jaketnya.


Dengan santainya Azka mengeluatkan satu batang rokok dari bungkusnya, lalu menyalakannya dengan korek api.


"Kamu ngrokok?" tanya Azkia.


"...."


......................

__ADS_1


Gimana - gimana Azka sama Azkia?


__ADS_2