
Kemudian perlahan Azka membuka matanya, dan perlahan terlihat lah sebuah ruangan namun bukan kamarnya. Bukan pula taman yang indah yang Azka lihat tadi.
"In-ini dimana?" tanya Azka dengan suara seraknya.
Mama Kayla yang tertidur di kursi sebelah Azka pun langsung terbangun saat tangan Azka bergerak dan samar - samar dia mendengar suara Azka.
"Azka!" panggil mama Kayla.
"Hmm." saut Azka sambil mengerjabkan kedua matanya berkali - kali agar bisa melihat dengan jelas keadaan di depannya saat ini.
"Pah bangun, Azka sadar pah." ucap mama Kayla sambil membangunkan papa Yudha.
"Mama?" panggil Azka sambil menoleh kearah mamanya yang berada di sebelah kanannya.
"Iya ini mama sayang." ucap mama Kayla sambil mengelus punggung tangan Azka.
Mendengar penuturan mama Kayla membuat Yudha langsung bangun dari tidurnya dan menghampiri bangkar Azka.
"Azka! Kamu udah sadar nak?" tanya papa Yudha sambil mengelus kepala Azka. Sedangkan Azka hanya mengaguk karena dia masih bingung dengan keadaannya saat ini.
"Syukurlah, mama sangat khawatir... Mau minun?" ucap mama Kayla ada setitik air mata yang membasahi pipinya karena bahagia melihat anak semata wayangnya sudah sadar, sedangkan Azka pun mengangguk mengiyakan.
Mama Kayla mengambilkan segelas air putih yang terletak diatas nakas lalu membantu Azka untuk minum, karena bahu Azka masih sakit untuk digerakkan. Sedangkan papa Yudha sedang memanggil dokter.
Setelah beberapa saat dokter tiba untuk mengecek keadaan Azka. Azka hanya diam saja memberiarkan tubuhnya di periksa oleh dokter.
Alat dingin itu menyentuh permukaan kulit Azka, Azka memejamkan matanya lagi terasa sangat pusing sekali kepalanya.
"Apa yang kamu rasakan nak?" tanya dokter itu setelah memeriksa Azka.
"Badan sakit semua, terutama bahu sakit sekali... kepala juga terasa pusing, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Azka sambil menggerakkan tangannya menyentuh bahunya yang terasa sakit.
"Jangan banyak gerak terlebih dahulu, obat dama vitaminnya jangan lupa dimakan ya." ucap dokter itu, kemudian keluar dari ruangan Azka dan disusul oleh papa Yudha.
"Azka mau makan bubur?" tanya mama Kayla.
__ADS_1
"Boleh mah." ucap Azka lemah. Kemudian mama Kayla membantu Azka agar bisa duduk bersandar pada bangkarnya. Mama Kayla mengambil semangkuk bubu yang sudah disiapkan oleh suster tadi, perlahan meniup bubur itu agar tidak terlalu panas.
"Azka bisa sendiri mah.... aawh." tolak Azka saat mamanya akan menyuapi Azka.
"Mama aja yang suapin, tangan kamu masih sakit Kaka." ucap mama Kayla dengan lembut, kemudian menyuapi Azka dengan bubur yang terasa hambar itu.
Azka hanya pasrah menerima suapan demi sarapan dari mamanya, mungkin sudah lama sekali Azka tidak merasakan perhatian mamanya ini. Hingga Azka lupa kapan dia disuapi oleh mamanya.
"Udah mah, Kaka dah kenyang." tolak Azka saat mamanya akan menyuapi bubur untuk yang sekian kalinya.
"Yasudah, tapi obatnya diminun dulu ya sayang." pinta mama Kayla sambil meletakkan bubur yang hanya berkurang beberapa sendok saja.
"Gak mau mah pait." tolak Azka sambil memalingkan wajahnya kekiri.
"Azka gak boleh gitu ya, minum dulu obatnya biar cepet sembuh... katanya mau liburan sama mama papah." bujuk mama Kayla seperti membujuk anak kecil, karena Azka sangat susah bila disuruh minum obat.
"Janji?" ucap Azka sambil menatap lekat mamanya itu, ada banyak harapan yang terpancar dari mata Azka.
"Janji, tapi Azka minum obat dulu ya." kata mama Kayla sambil menyerahkan obat sekaligus dengan segelas air putih.
Dengan berat hati Azka menurti mamanya untuk meminum obat tersebut.
"Mah." panggil Azka.
"Iya, Kaka... ada yang sakit hmm?" tanya mama Kayla sambil duduk di bangkar sebelah Azka, tangannya menggenggam erat tangan Azka.
"Azka kenapa bisa disini mah?" tanya Azka.
"Azka coba ingat tapi semakin Azka mencoba mengingatnya maka kepala Azka semakin sakit mah." aduh Azka kepada mamanya.
"Kaka gak amesia kan?" batin mama Kayla.
"Kaka cuma jatuh doang saat naik motor, jangan diinget dulu kalo sakit ya sayang... pelan - pelan nanti juga inget." ucap mama Kayla.
"Sekarang Azka istirahat dulu ya, jangan banyak gerak dulu... dan gak usah mikirin yang enggak - enggak, Okay?" lanjut mama Kayla, lalu membantu Azka untuk merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Mama gak akan ninggalin Kaka kan, kayak sebelumnya pas Kaka sakit waktu itu?" tanya Azka.
Deg!
Batin mama Kayla serasa diiris saat mendengar ucapan putranya itu, karena saat itu Azka sedang demam orang tuanya pulang dan merawat Azka namun saat Azka bangun mamanya sudah pergi lagi mengurusi bisnis keluarga mereka.
"Gak sayang, mama jagain Kaka disini sama papa ya... sekarang Kaka istirahat dulu ya." bujuk mama Kayla sambil tersenyum namun hatinya sedih sudah banyak waktu yang terlewati bersama Azka.
"Azka tadi mimpi mah." cerita Azka.
"Mimpi apa sayang?" tanya mama Kayla.
"Mimpi lagi ditempat yang indah banget mah, ada air terjun yang jernih... bunga - bunga bermekaran, pokoknya indah." cerita Azka.
"Lalu?" tanya mama Kayla.
"Tapi Azka sendirian disana mah, terus samar - samar Azka denger suara mama sama papah manggil Azka, tapi Azka cari gak ada mah." ucap Azka matanya sudah terpejam karena pengaruh obat yang membuatnya mengantuk.
"Azka denger ada suara sahabat Azka juga, kalian nyuruh Azka bangun gitu mah." ucap Azka lalu dia sudah tertidur.
Mama Kayla menangis mendengar cerita Azka, dia mencium pucuk kepala Azka lalu menyelimuti Azka.
"Anak mama kuat, sudah bisa lewatin masa kritis... maafin mama sama papa ya, Ka." ucap mama Kayla menangis, banyak penyesalan yang dia rasakan namun dia sangat - sangat bersyukur Azka sudha sadar walaupun masih dalam pengawasan dokter.
Beberapa saat kemudian papa Yudha kembali keruangan Azka saat sudah selesai berdiskusi dengan dokter.
"Azka gimana mah?" tanya papa Yudha.
"Baru aja tidur pah, habis minum obat " jawab mama Kayla.
"Syukurlah, papa gak tau lagi harus bagaiman jika Azka masih belum sadar mah... papa nyesel karena selalu ribut sama Kaka, papa marah sama Kaka bukan karena papah benci sama Kaka... tapi papa marah sama diri papa sendiri, karena setiap omongan Kaka itu benar semua mah." ucap papa Yudha sambil menunduk memegangi kepalan yang terasa berat.
"Sudahlah pah, yang sudah berlalu jangan diungkit lagi... yang penting Azka udah sadar, kedepannya kita harus selalu ada buat Azka ya pah... jangan buat Azka kesepian lagi." ucap mama Kayla sambil memeluk suaminya itu, mereka berdua menangis dan saling menguatkan.
...............
__ADS_1
..."Lakukan lah yang ingin kamu lakukan sekarang, jangan sampai penyesalan yang nantinya akan menghantuimu!"...
...-E H-...