
"Selamat ya, bos... akhirnya setelah sekian lama dengan penuh perjuangan 45, kalian resmi sebagai suami istri!" Attaya menyalami Azka dan memeluknya sesaat.
"Happy weeding, ngab! Jangan ditunda-tunda lagi," kata Devan sambil menyikut perut Azka.
"Cih, apanya yang gak boleh ditunda?" tanya Azka polos, namun Devan berlalu begitu saja karena menyalami Azkia.
"Akhirnya panutan gue nikah juga! Selamat ya, semoga sakinah mawadah warohmah," ucap Ciko.
"Amiin," saut Azka.
"Cepet buat dedek, supaya kita cepet punya ponakan... udah sah ini," bisik Ciko yang membuat Azka memelototkan matanya.
Azka heran apa yang dipikirkan para sahabatnya, kenapa selalu bahas hal-hal seperti itu. Kemudian ia menoleh kesamping, ada Azkia disana dengan senyum yang merekah. Tiba-tiba wajahnya memanas saat mengingat perkataan ketiga sahabatnya itu.
"Bos!" panggil Bobo mampu membuat Azka kembali pada dunia nyatanya.
Azka menyerkitkan alisnya melihat Bobo yang menangis, terlihat jelas matanya memerah begitu juga dengan hidungnya.
"Hmmm?"
"Huaaaa, lo sekarang udah nikah... pasti lebih sibuk sama keluarga kecil lo, dan pasti jarang ada waktu atau bahkan gak ada waktu buat kita-kita main lagi!" ucap Bobo yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Hey!" Azka sedikit kesusahan karena Bobo memeluknya sambil menangis.
"Jangan lupain gue, ya! Pokoknya kalau ada waktu kit harus sering-sering ngumpul bareng," ucap Bobo.
"Iya-iya," saut Azka. Ia memberi kode pada Attaya dan Devan untuk membawa Bobo.
"Gue jomblo sendiri belum punya pasangan," jelasnya, "Eh kenapa kalian seret gue?" teriak Bobo.
"Gue belum selesai, Azka! Azka lo cepet punya dedek biar gue gak kesepian!" teriak Bobo yang sudah dibawa pergi Attaya dan Devan.
"Temenmu tuh," ledek Azkia.
"Temenmu juga kan," kata Azka.
Kini giliran para perempuan yang mengucapkan selamat pada Azka, Azkia.
"Semoga kalian berdua langgeng sampai kakek nenek, kalau ada masalah diselesai baik-baik jangan ada kekerasan dan satu lagi cepet buat adek bayi hihi," ucap Devira sambil menyalami Azka dan Azkia, mereka berdua saling berpelukan.
"Gue gak tau mau ngomong apa lagi, gue ikut nangis dan terharu banget... happy weeding sayangku, cepet beri kami baby, yak!" kata Nayla sambil memeluk Azkia.
__ADS_1
"Kaka, cepet kasih Zenna adek ya! Kasian kan Zenna main sediri kalau aku kuliah hehe, samawa buat kalian berdua." kata Azzura.
Setelah selesai berfoto, mereka berdua kembali ke ruangan dimana Azkia dimake up tadi. Mereka akan istirahat sebentar sebelum acara resepsi dimulai.
"Dek, mau sarapan dulu sebelum ganti bajunya?" tanya perias.
"Mau, kita berdua ya?" ucap Azkia, lalu Azka mengangguk.
Kemudian datanglah beberapa orang membawakan makanan berserta minumannya untuk Azkia dan Azkia. Kemudian mereka berdua memakannya, namun Azka hanya makan sedikit ia tidak begitu merasa lapar.
Azka merebut piring yang diberada dalam pangkuan Azkia, hal itu membuat Azkia bingung karena ia belum selesai makan.
"Aaaa?" Azka menyodorkan sesuap nasi dari piring Azkia tadi.
"Kenapa?" tanya Azka.
"Kasian aja kayanya susah banget, padahal cuma makan," jawab Azka, Azkia hanya bisa tersenyum sambil menerima suapan Azka.
Semua orang yang ada disitu merasakan keharmonisan dan kedekatan sang pengantin. Membuat mereka semua iri.
"Untungnya aku uda ada suami jadi gak ngenes kalau liat yang beginian," ucap salah satu perias yang masih terlihat muda.
"Bener, apalagi kalau udah tua kaya aku ini.. udah pernah ngalamin jadi gak iri hehe," kata perias yang lebih senior.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan fotografer yang tersiksa dengan keromantisan pasangan baru.
Setelah selesai makan Azkia dibantu dua penata rias untuk berganti pakaian dan riasan yang akan digunakan saat resepsi. Azka hanya duduk diam sambil memainkan ponselnya, sesekali ia melihat istrinya yang tengah sibuk bersama penata rias.
Setelah beberapa saat Azkia selesai, kini giliran Azka yang dibantu penata rias untuk berganti pakaian. Sedangkan Azkia ia sedang berfoto dengan pakaiannya yang sudah berganti.
......................
Acara resepsi sudah dimulai, terlihat banyak tamu yang sudah berdatangan. Aula yang sudah disulap menjadi sangat mewah dan cantik ini dipadati tamu-tamu yang hadir. Dari relasi bisnis Bima maupun Yudha, tidak lupa teman-temannya Kayla dan juga Lala pun semua hadir.
Tidak ketinggalan teman kuliah Azkia dan teman-temannya Azka terlihat bercampur dengan tamu lainnya. Salah satu dari mereka terlihatlah seseorang yang sudah tidak asing lagi, ia adalah seorang dokter muda yang sangat menawan. Siapa lagi kalau bukan Rayhan.
Rayhan datang karena ia diundang oleh Azkia, walaupun awalnya Rayhan tidak mau tapi lihatlah saat ini dia datang dengan pakain resminya.
Acara dan sambutan sudah selesai kini giliran sang raja dan ratu sehari memasuki aula. Terlihat Azka dan Azkia berjalan berdampingan dibelakang mereka ada para pendamping yang mengikuti langkah kaki pengantin.
Alunan lagu yang membuat suasana semakin terasa sakral ditambah lagi wangi khas pengantin sangat kentara. Membuat acara resepsi ini memukau banyak orang yang hadir.
__ADS_1
"Ini beneran kamu, Ki? Cantik banget aku sampai gak ngenalin," gumam Rayhan sambil mematap Azkia yang sudah duduk ditempat singgahsana pengantin.
"Gila auranya mereka berdua kerasa banget! Kita cepet-cepet nyusul ya, beb." kata Ken yang hadir bersama pasangannya Amanda.
"Lamaran aja belum mau nyusul." gerutu Amanda yang membuat Ken tertawa karena raut wajah Amanda sangat lucu.
"Sabar lah, sebentar lagi nyusul kita!" seru Ken.
Acara demi acara sudah terlewati dengan lanacar, kini giliran para tamu undangan memberikan ucapan selama kepada kedua pengantin. Tidak lupa mereka diperbolehkan berfoto bersama. Setelah itu mereka dipersilakan menikmati hidangan yang sudab disediakan.
"Uugghh!" keluh Azkia.
"Kenapa?" tanya Azka.
"Capek banget, tamunya seperti air gak ada habisnya," jawab Azkia sambil melepas sepatu hilsnya sebentar.
"Biasa, suamimu ini kan Ceo muda yang berbakat dan tampan... banyak dari mereka yang datang untuk menambah relasi atau untuk bekerja sama dengan perusahaanku," kata Azka bangga.
"Iya-iya pak ceo, apakah perlu aku jadi sekertaris pribadimu sekalian?" canda Azkia.
"Kamu mau? Boleh saja, aku pasti sangat senang jika itu terjadi," kata Azka sambil menyalami beberapa tamu lagi.
"Hilih seperti novel aja. Suamiku, Ceo muda dan tampan!" ucap Azkia sambil terkekeh.
"Atau sekertaris pribadiku, itu istriku!" sambung Azka.
Mereka tertawa bahagia hingga kedatangan Rayhan membuat suasana jadi berbeda.
"Selamat, ya... jaga Azkia baik-baik, jangan kecewain dia. Lo masih inget kan sama peringatan gue dulu," bisik Rayhan saat menyalami Azka.
"Tengan aja, sekali milik gue selamanya akan tetap jadi milik gue!" tegas Azka.
Kemudian Rayhan berpindah memberikan selamat pada Azkia, "Selamat, ya! Kamu cantik banget hari ini, sampai aku gak bisa ngenalin kamu tadi," kata Rayhan.
"Eh, iya makasih kak udah datang... nikmatin acaranya, ya!" kata Azkia.
Azkia merasakan hawa dingin yang berada disebelahnya, saat Azkia menoleh ia sedikit terkejut dengan wajah Azka yang terlihat marah. Kemudian Azkia memegang tangan Azka agar ia tidak meledak saat masih banyak tamu yang hadir.
"Hatiku cuma buat kamu," bisik Azkia sambil menunjukkan tangannya yang sudah berbentuk hati.
Hal itu mampu meredam amarah Azka, wajahnya sudah kembali seperti semula dan Azkia sangat bersyukur dengan hal itu.
__ADS_1
...----------------...
Selamat menempuh hidup baru Azka & Azkia, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohah. Tetap kokoh meski banyak badai yang menerjang. Semoga hanya maut yang bisa memisahkan kalian! :)