Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Salah Paham, Kevin!


__ADS_3

^^^Kamu boleh memilih untuk menyayanginya,^^^


^^^Tapi coba tanyakan lagi pada hatimu^^^


^^^Rasa itu^^^


^^^Sayang atau hanya sekedar mengagumi^^^


^^^Karena hanya hati terdalammu^^^


^^^yang paling tahu^^^


^^^-E H-^^^


...—————————————————————————...


Azka masuk kedalam ruangan yang suasananya sangat mencekam, terlihat seseorang yang mengenakan seragam seperto dirinya sedang berdiri di hadapan pak Slamet. Dia terus saja menunduk tanpa menjawab separah katapun dari pertanyaan yang dilontorkan oleh pak Slamet.


"Siang pak!" seru Azka, mendengar itu membuat mereka berdua beralih menatap pintu masuk.


Bersirilah Azka di dekat pintu sambil mematap seseorang yang swdang berdiri di hadapan Pak Slamet dengan tatapan tidak bersahabat.


"Masuk!" perintah pak Slamet.


"Kalian berdua ini mau jadi apa, tiap hari kerjaannya berantem, bolos, buat masalah.. kalian ini udah mau naik kelas setelah itu ujian! Kalian gak mau lanjutin kuliah?" ucap pak Slamet setelah Azka masuk kedalam ruangannya.


"Kamu juga, Vin, sejak kapan berantem? Nilaimu sudah lumayan, mungkin masih ada kesempatan diterima kuliah favorit... tapi dengan semua masalah yang ada kemungkinan itu akan hangus!" pak Slamet sedikit menekan perkataannya agar anak muridnya sadar dengan kelakuannya.


"Gimana kalian mau jadi orang kalo kelakuan kalian masih seperti ini!"


"Lah emang sekarang kita bukan orang pak?" tanya Azka.


"Maksud bapak itu orang yang berguna buat orang lain, bukan sebaliknya!" bentak pak Slamet.


"Saya juga berguna kok pak!"saut Kevin.


Pak Slamet memijat pelipisnya yang terasa pusing dengan kedua siswa di depannya ini. Beliau menarik nafasnya dengan kasar.


"Kalian berdua saya hukum, bersihkan seluruh toilet laki-laki yang ada disekolahan ini." perintah pak Slamet.


"Tapi pak saya ada latihan basket, jangan semua toilet pak!" tawar Kevin.


"Gak ada tapi-tapian, ini semua sudah keputusan saya... agar kalian berdua bisa jera!"


"Jangan lah pak, nanti latihan sa—" bujuk Kevin, sedangkan Azka hanya diam saja.


"Atau saya tambah hukuman kalian berdua?"


"Sudah cukup pak, itu saja!" ucap Kevin.


Kemuidan mereka keluar dari ruang BK menuju toilet yang pak Slamet maksudkan, sedari tadi Kevin terus mengumpat namun tidak dengan Azka.

__ADS_1


...............


Dengan malas Azka dan Kevin membersihkan seluruh toilet cowok yang ada di sekolahnya. Pak Slamet memberikan hukuman ini agar membuat mereka jera dan tidak berkelahi lagi disekolah.


Bulir - bulir keringat sudah terlihat dijidat mereka, bahkan seragam mereka pun sudah basah. Wajah tampan mereka pun terlihat kusut dan terlihat kelelahan. Hukuman mereka berdua sudah hampir selesai tinggal satu toilet ini saja.


"Capek, ini semua gara-gara lo!" Kevin melemparkan alat pel yang ia gunakan untuk membersihkan toilet.


Azka hanya diam saja, dia terlalu malas untuk menanggapi Kevin.


"Gue ketinggalan latihan basket kan gara-gara lo!" bentaknya lagi, "Dari dulu sampai sekarang lo selalu dapatin apapun yang gue ingin!"


"Maksud lo apa?" tanya Azka yang tidak terima di tuduh seperti itu.


"Cih, gak usah sok polos deh loh... lo kan yang deketin Sinta, padahal lo sendiri tahu gue suka sama dia!" bentak Kevin.


"Gue gak deketin Sinta!" elak Azka.


"Halah, gak usah muna deh! Gue yang selalu ada buat dia, gue yang hibur dia waktu dia sedih... tapi apa, hah! Dia ungkapin perasaannya sama lo! Lo tau gak gimana sakit hatinya gue saat itu!" Kevin mencengkram kerah Azka sambil mengungkapkan semua isi hatinya.


Deg!


Pikiran Azka kembali saat dia masih duduk di bangku SMP, tepatnya saat Sinta mengungkapkan perasaanya dan ternyata Kevin melihat itu semua.


"Gue gak ada rasa sama dia, makanya gue to—" Azka berusaha melepaskan cengkraman Kevin yang semakin membuatnya sesak.


"Lo yang tahu perasaan gue sama dia, Ka... tapi kenapa lo khianatin gue!" bentak Kevin sambil mendorong Azka hampir terjatuh.


"Salah paham apa, cih! Jelas - jelas gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, dan gue masih gak nyangka... lo bisa lakuin ini ke gue, lo dah nikung orang yang gue sayang, Ka!!"


"Lo salah paham, dengerin penjelasan gue dulu... dari dulu sampai sekarang lo gak berubah, Vin! Lo tuh harusnya dengerin penjelasan gue dulu, setelah itu lo mau marah atau gak terserah!" ucap Azka.


Kevin adalah teman masa kecil Azka, dulu mereka berempat adalah sahabat. Namun karena terjadi salah paham antara Azka dengan Kevin membuat mereka bermusuhan. Attaya dan Devan ikut dengan Azka karena mereka berdua tahu dengan jelas kejadian waktu itu.


Kevin mengira jika Sinta perempuan yang ia cintai direbut oleh Azka. Faktanya perempuan itu memang menyukai Azka, Azka yang tahu jika Kevin menyukainya sehingga menolak Sinta. Karena Azka lebih mementingkan pertemannya dari pada perempuan itu. Namun Kevin salah paham, ia berfikir penyebab Sinta pergi itu karena Azka.


Kevin hanya diam saja mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan Azka.


"Dengerin gue baik - baik, Vin!" ucap Azka sambil berjalan mendekat kearah Kevin, lalu menceritakan kejadian waktu itu.


Flasback On waktu SMP


Saat jam istirahat Azka sedang bermain basket sendirian, ia sedang menunggu Devan, Attaya dan Kevin. Mereka bertiga mampir ke kantin terlebih dahulu untuk membeli camilan.


"Azka!" panggil seseorang, suaranya terdengan lembut dan menenangkan hati.


Azka menoleh kesumber suara tersebut, dilihatnya seorang cewek cantik berambut panjang yang di biarkan tergerai indah. Ada hiasan berbentuk bunga di rembutnya yang membuatnya semakin terlihat cantik.


"Kenapa?" tanya Azka.


Perempuan itu dengan malu - malu melangkah mendekati Azka, sejenak Azka menghentikan permainan basketnya.

__ADS_1


"Gu-gue mau ngomong sesuatu sama lo." ucapnya.


"Apa?" tanya Azka sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Gu-gue suka sama lo... gue sayang sama lo, gue mau lo jadi pacar gue, Ka!"


Deg!


Disaat bersamaan ada seseorang yang mendengarnya membuat hatinya terasa sesak seperti sudah terhantam ribuan pedang. Orang itu pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban Azka terlebih dahulu.


"Vin, mau kemana?" tanya Devan.


"......."


"Eh itu Azka sama Sinta kan?" tanya Attaya sambil menunjuk kearah lapangan basket.


"Mereka ngapain?" tanya Devan, kemudian mereka saling pandang seolah mengerti apa yang mereka pikirkan.


"Lo terima gue kan, Ka?" tanya Sinta yang membuat Devan dan Attaya terpokus pada mereka berdua.


Azka hanya diam saja, pikirannya kembali kepada Kevin. Dia selalu menceritakan isi hatinya dan betapa senangnya dia saat bisa dekat dengan Sinta.


"Ka?" panggil Sinta dengan wajah yang terlihat begitu berharap.


"Sorry Sin, gue gak bisa... ada orang yang sayang sama lo dan itu bukan gue." ucap Azka.


"Tapi, Ka... gue maunya lo, gue sayangnya sama lo doang! Gue sampai bela-belain nembak lo duluan, padahal gue malu banget." terlihat cairan bening yang mulai keluar dari sudut mata Sinta.


"Maaf, Sin!"


"Azka, gue mohon!" ucap Sinta sambil menangis.


Azka hanya diam saja dan meninggalkan Sinta sendirian dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya.


Azka jahat? Biarlah Azka menjadi jahat di mata orang yang menyukainya, karena dia tahu jika sahabatnya menyukai Sinta. Dia lebih memilih persahabatnya dari pada cinta monyet itu.


Flasback OFF!


Kevin hanya diam saja sambil mengingat semua kejadian waktu itu, memang benar Kevin selalu saja menolak saat Azka ingin menjelaskan semuanya. Tapi kali ini Azka lega karena sudah bisa menjelaskan kesalah pahaman itu.


"Terserah lo mau percaya sama gue atau gak!" ucap Azka menghela nafasnya.


Tanganya menepuk pelan bahu Kevin, kemudian melangkah menjauh dari Kevin.


Namum sebelum itu tiba - tiba saja Azka terpeleset sabun pel yang ada di lantai.


Bruk!


......................


Apakah yang terjadi dengan Azka dan Kevin?

__ADS_1


#Mau sampai berapa eps ini BadBoy Bucin?


__ADS_2