
Tidak terasa sudah hampir 4 tahun mereka menjalani hubungan jarak jauh, dengan perbedaan wakru yang hampir 12 jam lamanya. Kini kuliah Azka sudah selesai lebih dahulu dari pada teman-temannya yang berada di tanah air. Azka dan Ken sudah berusaha sangat keras agar kuliah mereka cepat selesai begitu juga dengan pekerjaannya di perusahaan milik teman Yudha.
Azka dan Ken memiliki pengalam berbisnis yang tidak bisa mereka berdua lupakan. Susah senang mereka lewati bersama, bahkan mendapatkan amukan dari atasan juga pernah mereka rasakan. Karena diperusahaan itu tidak ada yang membedakan status keluarga atau pertemanan. Mereka bekerja sesuai kemampuan mereka tanpa embel-embel kerabat dekat.
Orang tua Azka sangat bangga kepadanya, meski karrna paksaan Azka bisa menyelesaikan kuliahnya. Walaupun dengan hati yang berat.
Yudha dan Kayla menghadiri wisuda Azka yang digelar meriah di universitasnya.
Begitu juga dengan orang tua Ken, yang membedakan hanya sekarang Ken lebih bijak dan dewasa dari sebelumnya. Gelar playboy yang melekat pada dirinya kini sudah berubah, karena Ken sudah meluluhkan hati seorang gadis bar-bar. Dia adalah Amanda Larasati, gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kini mereka berdua sedang sibuk membereskan barang-barang yang ada di apartemen. Dalam hitungan jam mereka berdua akan terbang menuju tanah air. Orang tua mereka sudah take off terlebih dahulu, begitu juga kekasih Ken.
"Capek!" keluh Ken sambil merebahkan dirinya diatas kasur.
Entah sejak kapan Ken pindah tinggal di apartemen milik Azka. Mungkin sejak kejadian beberapa tahun lalu saat mereka berdua mengerjakan satu proyek yang sama.
"Cieee yang mau ketemu sama pujaan hati, semangat banget cieee," ledek Ken sambil terkekeh.
"Berisik!" Azka melempar Ken dengan jaket jinsnya.
Ken hanya bisa terkekeh melihat sahabatnya itu, bisa di bilang Azka sangat berusaha agar kuliahnya cepat selesai. Ia sampai tidak pulang saat liburan kuliah, bisa di bilang selama kuliah Azka hanya pulang sekali pada semester awal. Mengingat kerjaan yang begitu banyak membuat Azka tidak bisa seenaknya liburan.
"Kangen banget, ya?" tanya Ken.
"Udah tau pake nanya lagi," gerutu Azka.
"Hehee, hanya memastikan saja... lo udah bilang sama cewek lo kalau pulang sekarang?" tanya Ken.
Azka menggeleng, ia belum mengabari siapapun bahkan pacarnya juga belum Azka kasih tau.
"Mau buat kejutan?" tanta Ken.
"Niatnya gitu," jawab Azka sambil menatap Ken.
"Iyalah suka-suka lo.. asal lo bahagia," ucap Ken sambil tekekeh.
__ADS_1
"Hmmm." Azka ikut merebahkan tubuhnya disebelah Ken, ia menatap langit-langit apartementnya membayangkan wajah kaget Azkia pasti sangatlah lucu.
"Jantung gimana udah sehat?" tanya Ken tiba-tiba.
Azka menoleh sekilas kearah Ken, tangan kanannya menyentuh tempat yang Ken maksudkan.
"Entah, gue juga heran kenapa rasanya sesak... padahal gue udah cek ke dokter tapi gak ada penyakitnya." keluh Azka sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
"Efek kangen mungkin," celetuk Ken.
"Emang bisa gitu?" tanya Azka polos.
"Siapa tau, kan!" jawab Ken asal.
"Mungkin, soalnya sejak gue kuliah disini baru rasain sesaknya!" gumam Azka.
Sesak yang tidak bisa Azka ungkapkan, selalu datang tiba-tiba tanpa permisi. Terkadang hal itu membuat Azka tidak nyaman, karena rasa sesak seperti tertusuk itu membuat pikirannya negatifthingking. Namun, mungkin benar yang diucapkan Ken, sesaknya itu disebabkan oleh rasa rindu yang belum berujung temu pada kekasihnya.
"Penyakit yang aneh, apa gue juga kaya gitu ya kalau jauh dari Amanda?" tanya Ken.
"Duhh, dadaku gue sakit, Ka! Gue butuh nafas buatan," canda Ken sambil menggoyangkan lengan Azka sedangkan tangan satunya memegangi dadanya.
"Gak lucu!" cuek Azka sambil menutup wajah Ken dengan bantal.
Azka memilih membersihkan badannya dengan mandi, lengket sudah ia rasakan setelah mengemasi barang-barangnya.
Klek!
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan tubuh Azka yang masih terlihat tetesan air, ia hanya mengenakan handuk yang dilititkan pada pinggangnya.
"Buruan mandi, setelah itu ke bandara!" perintah Azka pada Ken yang masih tiduran dengan memainkan ponselnya.
"Lo mau godain gue?" tanya Ken dalam posisi duduk, matanya tak lepas menatap Azka dari bawah sampai atas.
"Maksud lo?" tanya Azka bingung.
__ADS_1
"Tuh, kenapa lo tunjukin ke gue kalau gak mau godain gue?" tanya Ken menunjuk tubuh Azka.
"Gila! Gue kaya gini gara-gara lupa gak bawa baju ganti!" tegas Azka sambil mundur beberapa langkah.
"Alasan, bilang aja gak apa." kata Ken sedikit manja.
Ken suka sekali menggoda teman temboknya ini, terlihat lucu wajah Azka yang datar berubah menjadi sedikit merah bukan karena blushing melainkan menahan amarahnya.
"GILA!" teriak Azka sambil berlari ke arah dapur, sedangkan Ken tertawa ngakak melihat kelakuan Azka.
..........
Mereka berdua sudah berada di bandara keberangkatan, dengan tangan kiri yang masing-masing membawa sebuah koper berukuran cukup besar.
Azka mengenakan pakaian tebal mengingat disini sedang musim dingin, yang tak pernah ketinggalan adalah kaca mata hitam yang selalu Azka kenakan. Begitu juga dengan Ken, ia mengenkan jaket tebal dengan sedikit bulu-bulu disekitar lehernya.
Sebelum take off Azka menghubungi Devan untuk menjeputnya di bandara, ia juga berpesan agar tidak memberitahu yang lainnya.
Bahkan, Azka benar-benar tidak memberitahu kepulangannya kepada Azkia, ia ingin memberikan kejutan untuk Azkia. Terlebih lagi, kini ia sangat sibuk dengan tugas akhir dan skripsinya.
"Udah siap?" tanya Ken.
"Siap!" saut Azka sambil melanglah menuju tempat pengecekan. Karena sebentar lagi pesawat mereka akan lepas landas.
Azka duduk bersampingan dengan Ken, selama hampir 4 tahun mereka seperti anak kembar yang kemana-mana selalu bersama. Ken lebih memilih untuk tidur karena penerbangan mereka tidak singkat.
Sedangkan Azka ia menatap langit yang hampir gelap, dengan perasaan yang tidak bisa dijelaakan.
Azka sudah tidak sabar untuk bertemu pujaan hatinya, sudah lama Azka tidak kembali ke tanah air. Ia hanya bisa melihat wajah cantik Azkia memalui ponselnya, namun sebentar lagi ia bisa melihatnya secara langsung.
Sudut bibir Azka terangkat keatas, menampilkan senyuman tipis saat membayangkan bagaimana reaksi Azkia saat dirinya tiba-tiba berada di depan wajah Azkia.
"Aku kembali, Nyun!" gumam Azka.
...----------------...
__ADS_1