Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Sudah saling Kenal


__ADS_3

"Salahkah aku berharap jika kamu adalah jodohku yang selalu aku semogakan dalam doaku"


~ Azka


..._________________________________...


Hari ini adalah hari sabtu, tepatnya sabtu malam. Dimana banyak orang yang menghabiskan waktunya diluar bersama seseorang yang mereka sayangi. Namun hal itu tidak di lakukan oleh Azka.


Sejak tadi sore Azka sudah di paksa untuk menghadiri acara makan malam keluarga, lebih tepatnya acara perjodohannya dengan anak dari sahabat papanya.


"Nanti kamu pake baju ini ya, Ka!" perintah sang mama sambil meletakkan satu set baju di dekat Azka.


"Azka gak mau, mah!" ucap Azka tegas.


"Mama gak mau denger penolakan apapun sayang, lagian mama jamin nanti kamu bakalan suka sama perempuan pilihan mama," ucap sang mama sambil membelai lembut kepala Azka.


"Azka punya pacar, Azka gak mau dijodohin!" kesal Azka.


"Yakin gak mau, nanti nangees," canda sang mama sambil tertawa meledek.


"Gak lucu!" kesal Azka.


"Mama gak lagi nglucu kok, wajar kalo gak lucu... pokoknya nanti jam tujuh malam harus sudah siap pake baju ini, oke sayang?" ucap mama Kayla.


"Kaka, gak ikut!"


"Jangan buat mama sama papa kecewa sayang," ucap lembut Kayla.


"Yaudah mama aja yang dijodohin sama dia!" ketus Azka.


"Mama? ya kali mama, kita kan sama-sama perempuan, aneh kamu ini," ucap Kayla sambil tertawa.


"Azka sayang sama pacar Azka, mah!" kekeh Azka.


"Terus?" tanya Kayla.


"Ya, Azka gak mau di jodohin... Azka maunya sama pacar Kaka, mah," ucap Azka memohon agar mamanya bisa membantu untuk membatalkan perjodohan itu.


"Gini aja, kamu ketemu dulu sama perempuan yang mama pilihin.. nanti kapan-kapan ketemu sama pacar kamu gimana?" bujuk Kayla.


Azka hanya diam saja sambil memikirkan saran sang mama.


"Siapa tahu kamu berubah pikiran kan?" lanjut Kayla.


"Gak bakalan!" jelas Azka penuh keyakinan.


"Oke-oke, terserah kamu... pokoknya nanti harus udah siap pake baju ini," ujar Kayla, ia melangkah meninggalkan Azka sendirian.


"Oh iya, kata papa kalo kamu gak nurut besok siap-siap terbang ke Jepang!" Kayla mengingatkan akan ancaman Yudha sebelum menutup pintu kamar Azka.


"****!" umpat Azka sambil menendang pinggiran kasur.


"Gue harus gimana," geram Azka sambil menjambak rambutnya.


Pikirannya sangat kusut, ia tidak bisa meninggalkan Azkia dan memilih perempuan itu karena Azka sudah terlanjur jatuh hati kepada Azkia.


Tapi bagaimana lagi Azka tidak bisa menghindari pertemuan ini, jika Azka nekad kabur dia harus siap di pindahkan ke Jepang dan tidak bisa bertemu Azkia lagi.

__ADS_1


Serba salah memang posisi Azka sekarang ini.


"Dah lah jalanin aja, kalo jodoh gak akan kemana... tapi harus Kia jodoh gue," gumam Azka pasrah.


Tanpa sadar ia terlelap dalam tidurnya, bahkan saat tidur pun keningnya terlihat berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


______


Pukul 18:30 Rumah Azka.


Tok tok tok


Ketukan itu tak mampu mengusik Azka dari tidurnya, ia terus bermimpi indah.


Clek!


"Astaga ini anak belum siap - siap," gerutu Kayla setelah masuk kedalam kamar putranya.


"Azka, bangun," ucap Kayla sambil menggoyangkan lengan Azka, namun sama sekali tidak ada reaksi dari siempunya.


"AZKAA!!!!" teriak Kayla menggema diseluruh kamar Azka.


Azka terpelonjat kaget, seketika ia terbangun dengan mata yang masih terpejam.


"Bangun buruan mandi, udah jam berapa ini Azka!" teriak sang mama sambil mendorong tubuh Azka agar turun dari atas ranjang.


"Apa sih mah, ganggu orang tidur aja... Kaka masih ngantuk," ucap Azka sambil kembali berbaring lagi diatas kasur.


"Buruan mandi atau mobil kamu mama sita," ancam sang mama.


"Apaan sih, main sita-sita aja.. motor udah disita sekarang mobil, gak sekalian aja nih ponsel sama seisi dompet Azka," gerutu Azka sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Gak!" ucap Azka sambil membanting pintu kamar mandi.


Setelah beberapa menit melakukan rutinitasnya di kamar mandi selesai, Azka diam menatap baju yang di berikan sang mama tadi sore.


"Harus ya pake jas kaya gimi," gumam Azka namun tetap saja dia memakainya.


"AZKA, CEPAT TURUN!" teriak Yudha dari lantai bawah.


"Cih," gerutu Azka, sambil melihat penampilannya di cermin.


Dengan malas, Azka menuruni anak tanggan menuju lantai bawah.



"Anak siapa ini ganteng banget," ucap Kayla sambil menghampiri Azka.


"Anak orang lah, masa anak ayam," kesal Azka.


"Ya kali ada anak ayam seganteng ini," ucap Kayla sambil terkekeh.


"Udah-udah ayo berangkat keburu telat," saut Yudha.


Kemudian mereka bertiga berangkat bersamaan, walaupun terpaksa tapi Azka tetap duduk di mobil Yudha sambil terus bermain ponsel untuk menghilangkan kebosanannya.


Sesekali Azka membalas pean chat dari grub gak jelasnya itu.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di restoran tempat dimana berjanjian bertemu dengan sahabat Yudha.


Mereka bertiga memasuki restoran dan menuju tempat yang sudah di pesan terlebih dahulu sebelumnya.


"Oh, kirain kita terlambat," ucap Yudha sambil menghela nafasnya.


"Mungkin mereka meih di perjelanan, pah," kata Kayla.


"Azka ke toilet dulu," kata Azka sambil beranjak dari duduknya.


"Jangan lama-lama, calonmu bentar lagi sampai," ucap Kayla.


"Serah!" Azka malas sedari tadi yang mereka bahas hanya mengenai calon yang telah dipilih oleh orang tuanya.


Dengan langkah lebar Azka pergi menuju toilet, selang beberapa menit sahabat Yudha datang.


"Maaf, kami terlambat," ucapnya sambil berpelukan.


"Gak papa, kita juga baru sampai," kata Yudha sambil menerima pelukan dari sang sahabat.


"Makin cantik aja, Kay," ucap istri dari sahabat Yudha.


"Kamu bisa aja, padahal kamu seniri tang makin cantik," ucap Kayla menerima pelukan hangat itu.


"Siapa ini cantik banget?" tanya Kayla.


"Iya dia putriku satu-satunya cantik seperti mamanya," ucapnya sambil terkekeh.


"Halo om, tante," sapanya sambil mencium tangan Yudha dan Kayla bergantian.


"Gak mau nambah apa biar ada temennya putrimu," canda Yudha.


"Ini mau nambah satu, cowok yang katanya ganteng seperti papanya," saut sahabat Yudha.


"Ya emang ganteng mirip waktu aku muda dulu, awas nanti kamu kalah saing," canda Yudha membuat mereka semua tertawa.


"Oh iya, anak kamu mana Yud kok gak kelihatan?" tanyanya.


"Tadi pamit ke toilet, sebentar lagi pasti balik kok," ucap Yudha, sedangkan mereka hanya mengangguk mengerti.


Sesekali mereka tertawa saat bercerita tentang mengenang waktu dulu, saat mereka masih kuliah. Cerita tentang aib masing - masing di masa lalu membuat mereka tertawa dengan tingkah mereka dahulu.


Dari arah belakang terlihatlah Azka yang sudah mendekati mereka, sayangnya Azka tidak bisa melihat siapa yang sedang bercengkrama dengan kedua orang tuanya. Karena posisi duduk mereka yang membelakangi Azka.


"Sini," gumam Kayla sambil melambaikan tangan.


Dengan malas Azka mendekat kearah mereka, kemudian berdiri tepat di sebelah sahabat Yudha.


"Ini Bim, anak semata wayangku," ucap Yudha memperkenalkan Azka.


Mendengar itu membuatnya menatap kearah samping dimana Azka berada.


"Kamu," ucapnya bersamaan dengan Azka.


"Om?" tanya Azka tidak percaya.


Lalu Azka melirik ke sebelah dimana ada seorang perempuan yang tengah fokus bermain game di dalam ponselnya.

__ADS_1


"Kalian udah saling kenal?" tanya Yudha terlihat bahagia.


 


__ADS_2