Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Takdir kita


__ADS_3

..."Jodoh tidak akan pernah tertukar karena semuanya sudah tertulis di Lauhul mahfudz"...


...______________________________...


"Kalian udah saling kenal?" tanya Yudha terlihat bahagia.


"Dia ini anak yang waktu itu aku certain sama kamu, Yud... pantes aja pas ketemu kaya pernah liat gitu mukanya," jawab Bima tidak kalah senangnya.


"Yang nolongin kamu dari preman itu?" tanya Yudha.


"Iya kalo gak ada dia, gak tau lagi gimana nasib aku, Yud," jelas Bima.


"Om jangan berlebihan," ucap Azka malu.


Bima tidak hentinya menepuk bahu Azka karena bangga sudah mendapatkan calon menantu seperti Azka.


"Halo nak Azka, udah lama gak main kerumah?" tanya Lala sambil menyalami tangan Azka.


"Iya, tan," saut Azka.


Mendengar nama yang disebutkan sang mama membuat Azkia menoleh segera ke arah samping.


"Azka!" pekik Azkia tidak percaya.


Azka hanya menyunggingkan senyumannya saat Azkia kaget melihat Azka berada disini. Saat berangkat tadi orang tua Azkia hanya bilang ingin makan malam bersama sahabatnya waktu sekolah dulu.


"Jadi perjodohannya gak jadi batal dong?" tanya Kayla sambil terkekeh.


"Perjodohan, siapa yang mau di jodohin mah?" tanya Azkia yang bingung dengan semua ini.


"Iya, mama sama papa rencananya mau jodohin kamu sama anak sahabat papa... tapi gak taunya ternyata Azka anaknya om Yudha," saut mama Lala.


"Hah?" Azkia kaget mendengar itu, bisa-bisanya kedua orang tuanya melakukan hal seperti itu. Ini sudah zaman apa masih ada aja perjodohan.


"Jadi Azka di jodohin sama gue, bukan Devira... yes yes horee," pekik Azkia dalam batinnya. Namun tetap saja Azkia menyembunyikan kebahagiaan agar tidak diejek oleh Azka.


"Iya sayang, yang di bilang mamamu benar," ucap Bima sambil mengelus pucuk kepala Azkia.


"Ini gak mimpi kan? Gue di jodohin sama Azka," batin Azkia, sesekali ia mencubit lengannya.


"Awwh." rintih Azkia.


"Kenapa sayang?" tanya kedua orang tua Azkia bersamaan.


"Kia gak mimpi kan, mah?" bisik Azkia.


"Gak sayang, kamu gak mimpi.. kenapa? Kamu gak mau menerima perjodohan ini?" tanya mama Lala yang juga berbisik karena mereka sambil menikmati hidangan yang sudah di siapkan.


"Bukan itu mah." Azkia menggeleng.


"Gimana, jadi mau kamu putusin pacar kamu, Ka?" tanya Yudha kepada Azka.


"Loh nak Azka udah punya pacar?" tanya Bima sedikit kecewa.

__ADS_1


Azka diam sambil menatap Azkia, membuat Azkia tertunduk malu.


"Punya om," ucap Azka.


"Mau kamu putusin?" tanya Yudha.


"Gak, Pah!" tegas Azka.


"Berarti kamu nolak perjodohan ini, Ka?" tanya mama Kayla sedih.


Azka menggeleng sambil melirik Azkia.


"Gak bisa gitu dong nak, kamu harus pilih salah satunya... kamu pilih pacar kamu apa anak tante?" tanya mama Lala sambil menatap Azka.


"Bener itu Azka, kamu jangan sakitin anak orang," saut mama Kayla.


"Azka, jangan buat papa malu!" bentak Yudha.


"Azka kan udah bilang Azka gak akan putusin pacar Azka, karena Azka udah cinta sama dia—" ucapan Azka menggantung membuat mereka penasaran sekaligus kesal.


"Cukup Azka!" bentak Yudha yang telah salah paham.


"Soal perjodohan ini mungkin memang sudah takdirnya kita bersama." lanjut Azka membuat mereka salah paham.


"Yasudah kalo itu pilihanmu, kami tidak bisa memaksa," kata Bima, wajahnya terlihat sedih karena ia sangat berharap Azka menjadi mantunya.


"Ya, mungkin memang sudah takdir kalian bersama—" ucap mama Kayla yang membuat mereka semua menoleh kearah Azka.


Ya mereka dibuat bingung dengan ucapan Azka barusan, sedangkan Azkia hanya bisa diam menahan pipinya yang sudah merona. Detak jantungannya pun terasa lebih cepat dari biasanya, Azkia merasa malu jika harus jujur soal hubungannya dengan Azka.


"Kalian—" ucapan Bima terhenti saat Azka menjawabnya.


Azka berdiri menghampiri Azkia yang tengah tertunduk malu, ada tangan yang menjulur kearahnya membuat Azkia mendongak.


Azka memiringkan kepalanya sambil tersenyum manis sekali, yang berharap uluran tangannya disambut oleh Azkia.


Azkia yang paham langsung menggapai tangan Azka, Azka membawa Azkia berdiri agar mereka semua bisa melihat dengan jelas.


"Perkenalkan ini pacar Azka!" seru Azka sambil tersenyum.


Hal itu membuat para orang tua berfikir sejenak, mencerna setiap kata yang Azka ucapkan.


"Ja-jadi pacar kamu, Azkia?" tanya mama Kayla.


Azka mengangguk, membuat Kayla dan Lala manutup mulutnya tidak percya.


"Pantes aja kekeh gak mau putusin pacarnya, ternyata secantik ini," ucap Yudha sambil menggeleng, sesekali ada tawa yang terlihat.


"Kamu udah bikin saya panik, saya pikir kamu beneran gak mau jadi mantu saya," ucap Bima bisa bernafas lega.


"Yang ngebet banget punya mantu," sindri Lala sambil terkekeh.


"Hehe maaf, om... Azka juga gak tahu kalo Azkia yang mau dijodohin sama Kaka, padahal tadi pas disekolah Azka baru mau cerita sama Kia tapi dia kabur duluan," ucap Azka sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Aku kira kamu mau dijodohin sama orang lain," ucap Azkia dengan wajah menahan malu.


"Kok kamu tahu kalo aku mau di jodohin?" tanya Azka.


"Dirooftop, udah gak usah dibahas lagi," ucap Azkia, Azka pasrah saja menuruti keinginan Azkia.


"Jadi kita besanan?" tanya Bima.


"Jadi, besan!" ucap Yudha sambil menghampiri Yudha untuk berpelukan karena bahagia bisa mempererat tali silaturahmi diantara persahabatan mereka.


"Alhamdulillah akhirnya punya mantu juga, bisa cepet-cepet main sama cucu nantinya," ucap mama Lala sambil memeluk erat mama Kayla.


"Ehemm," deheman dari Azka yang menyudahi pelukan mereka.


"Jadi acaranya bisa minggu depan?" tanya Bima.


"Uhuukkk," Azka dan Azkia bersamaan tersedak oleh makanannya.


"Kalian ini, hati-hati kalo makan," ucap Lala sambil memberikan minuman.


"Itu kecepatan, om!" protes Azka.


"Bener, pah.. itu terlalu buru-buru kita juga masih kelas dua," protrs Azkia kepada sang papa.


"Kalian kan bisa tunangan dulu, setelah lulus baru menikah," ucap Bima.


"Uhukk," lagi-lagi Azka tersedak saat mendengar kata nikah.


"Pelan-pelan sayang, ini minum," ucap Kayla sambil menyodorkan segelas air kepada Azka.


"Boleh juga, minggu depan kita adakan acara pertunangannya... soal nikah secepatnya juga lebih baik," kata Yudha sambil meletakkan sedoknya.


"PAAAH!" protes Azka.


"Kenapa, mau langsung nikah saja?" canda Yudha sambil terkekeh.


"Apa sih, Pah!" kesal Azka, namuan hal itu membuat mereka semua tertawa kecuali Azka dan Azkia.


"...."


Kemudian para orang tua sibuk dengan pembicaraan mereka masing-masing, hal yang mereka bahas seakan tidak ada habisnya.


Sedangkan Azkia dan Azka memilih untuk mencari udara segar, setidaknya untuk me jernihkan pikiran mereka yang semuanya serba tak terduga.


Visual Azka



Visual Azkia



......................................................

__ADS_1


Kalo suka kasih gift yak, biar Azka Azkia semangat munculnya :v


__ADS_2