Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Terpleset


__ADS_3

Pagi ini mendung menyelimuti matahari, hujan turun dari semalam. Udara pagi ini lebih dingin dari biasanya, membuat semua orang enggan beranjak dari kasurnya.


Termasuk Azka, setelah subuh dia melanjutkan tidurnya lagi sampai jam menunjukkan pukul 06:30WIB. Alarm dari handphone nya terus berbunyi, bahkan ketukan pintu kamar pun tidak bisa membuatnya bangun.


Tiba - tiba saja di sebelah telinganya ada teriakan yang membuat siapapun yang mendengarnya menjadi kaget.


"Kebanjiran.. Banjir oe larii.. cepat larii..." teriak Attaya


Seketika membuat Azka bangun dan langsung lari keluar. Kejadian itu membuat Attaya dan Devan tertawa terbahak - bahak sampai berguling di kasur.


Tapi seketika tawa itu berhenti saat Azka datang kembali dengan membanting pintu. Membuat Attaya dan Devan terkejut sampai handphone Devan jatuh kelantai


"Astaga pelan dikit bantingnya, kan kasian temboknya pasti sakit.." ucap Attaya


"Bagus ya kalian ngerjain gue lagi.. Gak usah temenan sama gue lagi lah..." ucap Azka sambil berjalan ke kamar mandi


Setelah beberapa saat Azka keluar dengan setelan seragam lengkap, tapi sayangnya tidak rapi baju seragam sekolahnya sengaja di keluarkan. Rambut di tata sedikit, Azka menutupi seragamnya dengan memakai hoody warna army.


"Duh jam segini, gerbang udah mau di tutup nih.." kata Devan


"Udahlah langsung gas aja, tepat waktu nanti." ucap Attaya


Kemudian mereka semua masuk kedalam mobil, Azka sendirian di mobilnya, sedangkan Devan satu mobil dengan Attaya. Dengan kecepatan tinggi mereka berangkat ke sekolah.


Kurang dua menit gerbang di tutup mereka berada tepat di depan gerbang. Kemudian mereka memakirkan mobil di parkiran tempat biasanya mereka parkir, bisa di bilang tempat itu selalu mereka yang mengisi.


Setelah keluar dari mobil Azka, Attaya dan Devan melangkahkan kaki ke lorong sekolah untuk menuju kelas. Tiba - tiba saja Azka berhenti karena melihat pemandangan di depan matanya. Karena Azka berhenti tiba - tiba mengakibatkan Devan menabraknya dari belakang, itu lah akibat dari kebiasaan Devan asyik menggoda cewek - cewek yang mereka lewati sehingga berjalan tidak melihat ke arah depan.


"Duhh.. Kalo mau berhenti bilang - bilang lah.." kesal Devan


"Lo sih jalan liat ke samping mulu.. noh kaya si Azka liat kedepan sampai terpaku gitu.." kata Attaya


"Terpaku..?" ulang Attaya dan Devan yang baru menyadari jika Azka melihat kedepan diam terpaku pada satu objek.


Attaya dan Devan penasaran apa yang membuat Azka sampai diam seperti itu, kemudian mereka mengikuti arah pandangan mata Azka dan berhentilah pada dua orang yang sedang berpandang - pandangan.


Attaya dan Devan langsung bertatapan dan mengangguk seolah pikiran mereka berdua sama.


Disisi Lorong


Azkia hari ini terlambat lagi, karena kejadian tadi malam membuat dia susah untuk tidur. Cuaca yang semalam hujan lebat membuat sebagian lantai lorong sekolah itu tergenang beberapa air hujan sisa dari hujan semalam.


Tanpa menghiaraukan genangan air itu Azkia terus berlari karena sudah terlabat. Tiba - tiba saja Azkia terpleset dan terjungkal ke belakang, karena takut sakit Azkia memejamkan matanya.

__ADS_1


"Pasti sakit ini.." gumamnya dalam hati


Namun sudah beberapa detik yang harusnya Azkia merasakan sakit, tapi ini tidak merasakan apapun.


"Kok gak sakit ya..?" ucap Azkia sambil membuka matanya


"Untung gak sakit.." suara itu mengagetkan Azkia


Azkia sekarang dalam posisi sedang dalam pelukan Rayhan, Iya tepat saat Azkia hampir terjatuh Rayhan keluar dari ruang Tata usaha. Sehingga dia bisa tepat menolong Azkia yang akan jatuh.


Azkia kaget mendengar dan melihat Rayhan memeluknya, untuk sepersekian detik mereka saling pandang, seolah waktu berhenti saat itu juga dan muncul guguran bunga dari atas, bayangin aja.


"Duh pegel nih tangan.. " canda Rayhan yang membuat Azkia sadar dari posisi tersebut.


"Eh iya maaf kak... makasih juga.." sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Canggung, itu yang mereka rasakan sekarang ini, dengan sebisa mungkin Rayhan menata hatinya agar tidak grogi.


"Lain kali hati - hati, masa cewek cantik jatuh kepleset masuk selokan sih.. Kan gak elit jatuhnya Hahaha..." canda Rayhan sambil menertawakan Azkia.


"Hih apaan sih kak, mana ada jatuh yang elit.." sambil mencubit lengan Rayhan


"Hahahaa..."


"Kenapa Ka..?" tanya Attaya


"Gak.." singkat Azka


"Kalian ke kelas aja gue mau ke kantin dulu.." lanjut Azka menyuruh Attaya dan Devan sambil berjalan ke kantin.


Saat Azka, Attaya dan Devan berpapasan dengan Azkia dan Rayhan, Rayhan mencoba menyapa Azka namun diabaikan oleh Azka. Tepat di depan Rayhan, Azka sengaja menabrakkan bahunya ke bahu Rayhan. Membuat Rayhan sedikit mundur kebelakang, sedangkan Azka terus berjalan meninggal kan mereka semua.


Semua orang yang disitu merasa heran dengan sikap Azka yang seperti itu, tapi mereka tidak ambil pusing dengan sikapnya. Attaya tengah berusaha untuk menggoda Azkia dan mengajaknya masuk ke kalas bersama.


"Azkia, ngapain disini? Udah mau bel itu ayo masuk kelas.." ajak Attaya kemudian diangguki oleh Azkia


"Kak, pergi dulu ya udah telat.." kata Azkia dan mengikuti langkah Attaya dan Devan.


Rayhan hanya bisa mengangguk, ingin rasanya mengantarkan Azkia sampai ke kelasnya. Tapi apa daya dia bukan siapa - siapanya.


Kantin Sekolah


Azka lebih memilih berdiam di kantin dari pada harus balik ke kelas, entah kenapa saat mengingat kejadian tadi membuatnya marah dan kesal.

__ADS_1


Azka berdiam diri dan main game di sudut kantin, dia bolos lagi hari ini. Untung saja guru piket tidak datang mencarinya, jadi sampai jam istitahat Azka tetap di kantin tanpa ada guru bp atau guru piket yang memaksanya untuk kembali ke kelas.


Saat asik main game datanglah Siska, membawakan bekal yang di buat untuk Azka. Sampai sekarang Siska belum juga menyerah untuk mendekati Azka.


"Ka.. gue bawa bekal buat lo dimakan ya.." kata Siska sambil menyodorkan kotak bekalnya.


"Hmmm.." ucap Azka yang terus menatap layar handphonenya


Tiba - tiba saja Azka mendengar seseorang memanggil nama Azkia, dan spontan Azka mencari sumber suara tersebut. Dilihatnya Nayla yang sedang menyusul Azkia ke kantin, Nayla tertinggal di belakang sedangkan Azkia sudah berada di depan kantin. Entah ada angin dari mana tiba - tiba saja Azka memiliki ide, Azka ingin melihat bagaimana reaksi Azkia melihatnya


"Suapin..!" perintah Azka kepada Siska, dengan senang hati Siska mengikuti perintah Azka.


"Akhirnya Azka mau makan bekal yang gue bawa..." batin Siska bahagia


Tepat saat Azkia masuk dan hendak memilih makanan dia melihat Azka yang sedang di suapin Siska. Azkia hanya melirik sebentar habis itu mengacuhkannya dan lebih memilih fokus pada makanan apa yang akan dibeli.


Makanan yang hampir masuk kemulut Azka pun di hindarinya. Dan menyuruh Siska berhenti agar tidak menyuapinya lagi.


"Masa dia gak liat sih..?" batin Azka


"Lah kenapa Ka, kan belum di makan..?" tanya Siska


"Udah kenyang..!"


"Haa? Dimakan aja belum kenyang dari mana..?" tanya Siska


"Makan aja sendiri.." kemudian Azka meninggalkan Siska sendiri dan mengabaikannya yang terus memanggil nama Azka.


Azka lebih memilih ke atap dan tidur disana, untung saja kursinya yang biasa di tempati Azka tidak kehujanan jadi Azka bisa tidur di sana sampai pualang sekolah.


.


.


..."Jatuh cinta tidak akan sakit jika kepada orang yang tepat.."...


...- Rayhan (E H*) -...


.


.


Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa jadiin favorit ya!

__ADS_1


__ADS_2