Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Alex Tanggung Jawab


__ADS_3

Semuanya sudah kembali dari game horor, tak sedikit dari mereka yang ketakutan dengan hantu - hantuan yang muncul bahkan ada yang pingsan, ngompol di celana. Namun ada juga yang menimpuk hantu tersebut dengan senter, bahkan ada yang melempari hantu - hantuan dengan sepatunya.


Kelompok Azka yang memenangkan game ini, mereka mendapatkan bendera terbanyak. Hari sudah makin larut, mereka semua di haruskan untuk tidur karena besok masih banyak lagi kegiatan yang akan di lakukan.


"Ka, temenin tidur." ajak Attaya


"Ogah." kata Azka sambil menampik tangan Attaya.


"Kenapa?" tanya Devan


"Tuh pasti gara - gara Atta liat hantu jadi - jadian makanya jadi gitu." jelas Azka kepada Devan.


"Lo juga liat?" tanya Devan dan di angguki oleh Azka dan Attaya


"Parah tadi si Bagas sama Syla sampe pingsan, gara - gara liat pocong.." cerita Devan


"Bagas?" tanya Azka


"Iya, yang songong itu, tadinya sok - sokan gak tau eh pingsan duluan hahhaa.. " kata Devan


"Hilih gaya doang dia mah.."


"Tuh si Atta lari kek di kejar polisi, cepet banget.. Eh gak tau nya nangis di bawah pohon..." cerita Azka sambil keluar dari dalam tenda.


"Lo mah kebiasaan Ta, nonton aja juga takut, sampe ke kamar mandi aja suruh ngaterin." ejek Devan


"Bodo... lo mau kemana, Ka?" tanya Attaya kepada Azka yang sudah berjalan menjauhi tendanya.


"Mau cari angin, mau ikut?" tanya Azka


"Gak! nanti ada setan lagi." ucap Attaya


"Setannya yang takut sama Azka hahaa.." canda Devan sambil tertawa


"Orang tadi setannya kenal sama gue." ucap Azka


"Haah..?" ucap Attaya dan Devan sambil berpandang - pandangan bingung dengan ucapan Azka.


Namun Azka sudah tidak mendengar lagi, karena Azka sudah berada di luar tenda. Dingin itulah yang di rasakan Azka saat ini, kemudian dia berjalan menuju api unggun tadi yang masih sedikit menyala. Azka bingung malam - malam begini ada orang yang duduk di dekat api unggun, dengan perlahan Azka mendekatinya hanya terlihat punggungnya saja karena orang itu membelakangi Azka.


"Setan?" tanya Azka, namun tidak ada jawaban apapun dari orang tersebut.


"Setan apa orang..?" tanya Azka lagi sambil mendekat ke arah orang tersebut.


"Setaannn..!" orang itu berteriak karena kaget saat Azka muncul di sampingnya.


"Setan teriak setan.." dingin Azka


"Maaf gue kira setan tadi... lo sih jalan gak ada suaranya." keluhnya


"Lo ngapain malam - malam bengong disini sendirian?" tanya Azka


"Gak bisa tidur, Ka." jawabnya


"Kenapa..?" tanya Azka lagi


"Laper hehe."ucapnya polos


"Laper makan lah.."

__ADS_1


"Gue gak biasa masak, jadi gak bisa bikin makanan."ucapnya sedih


Kemudian Azka balik lagi ke dalam tenda meninggalkan Azkia senidiran, iya orang tadi adalah Azkia dia tidak bisa tidur karena lapar tapi mau membuat makanan tidak terbiasa dengan alat yang serba minim seperti saat camping ini.


Azka kembali lagi ke tempat Azkia duduk, dengan membawa beberapa bungkusan. Kemudian Azka menaruh wadah di atas api tersebut di masukkannya air, Azka meniup sedikit agar api yang berada di api unggun lebih menyala lagi.


Azka menuangkan serbuk ke dalama dua cangkir, Azkia hanya diam saja sambil melihat yang Azka kerjakan. Azka membuat dua cangkir coklat panas lalu memberikan satunya kepada Azkia sambil menunggu air di dalam wadah panas. Untung masih ada air panas untuk membuat coklat panas tadi.


"Nih.." ucap Azka sambil memberikan secangkir coklat panas itu kepada Azkia.


"Makasih.." ucap Azkia menerima coklat panas itu dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.


Azka hanya diam saja, dia lebih fokus pada masakannya. Air yang tadi di masak sudah mulai mendidih kemudian Azka memasukkan telur kedalamnya, lalu sosis, lalu memasukkan mie berserta bumbu - bumbunya. Hanya butuh waktu beberapa menit sampai masakan itu benar - benar matang.


"Nih.." setelah matang Azka memberikannya kepada Azkia, Azkia hanya diam saja melihat isi mangkuk tersebut, menggoda itu yang terlintas dalam pikirkan Azkia.


"Yaudah kalo gak mau." ucap Azka lagi sambil seoalah akan memakan mie tersebut.


"Mau!" rebut Azkia, dia mencium aroma yang enak membuat perutnya semakin keroncongan.


"Emm enaknyaa." ucap Azkia setelah mencoba masakan sederhana yang di buat Azka.


"Pelan - pelan, gak ada yang minta." ucap Azka yang melihat Azkia makan dengan lahabnya.


Walaupun hanya mie kuah pake telur sosis saos dan kacang atom saja sudah enak di cuaca dingin seperti ini, di tambah dengan secangkir coklat panas sudah bisa menghangatkan perut Azkia.


"Habis Alhamdulillah..." ucap Azkia setelah mie kuahnya habis tanpa sisa sedikit pun.


"Enak?" tanya Azka


"Bangeett... lo jago juga ya masak.." ucap Azkia sambil mengacungkan jempolnya ke arah Azka.


"Harus, dari pada kelaperan..." sindir Azka sambil perlahan meminum secangkir coklatnya.


"Minum gitu aja tersedak, kek anak kecil aja." ucap Azka sambil menepuk - nepuk punggung Azkia.


"Lo kalo gak ngejek gue gak bisa apa.?" tanya Azkia setelah tersedaknya sudah mulai hilang.


"Fakta." ucap Azka membuat Azkia terdiam.


"Kalian ngapain..?" ucap seseorang dari belakang Azka dan Azkia, membuat mereka berdua menoleh ke belakang tepatnya suber suara itu berasal.


"Makan." ucap Azkia sedangkan Azka hanya diam saja tanpa menyauti pertanyaan tadi.


"Mau dong." ucap Bagas


"Dah habis pun.." ucap Azkia seperti upin ipin dan membuat Azka sedikit tertawa.


"Pelit.." ucap Bagas


"Lo ketawa Ka?"


"Gak!" ucap Azka dingin lagi, sedingin malam ini yang hanya di temani dengan api unggun.


"Lo, Bagas yang tadi pingsan kan?" tanya Azka


"Gak, gue gak pingsan.."


"Pingsan kenapa?" tanya Azkia yang penasaran.

__ADS_1


"Liat pocong jadi - jadian.."jelas Azka


"Gue itu kaget makanya pingsan, bukan karena takut.." bela Bagas


"Alasan!" ucap Azka dan Azkia berbarengan.


Entah dari mana datangnya di sebelah mereka sudah ada Alex yang mengenakan hoody warna abu - abu, itu membuat Bagas kaget lagi dan pingsan di tempat.


"Kalian ngapain gak tidur..?" tanya Alex, yang membuat mereka bertiga menoleh ke sumber suara


"Po-pocong.!" teriak Bagas dan pingsan lagi.


"Astaga." ucap Azkia


"Bikin anak orang pingsan aja lo.." ucap Azka sambil mencoba membangunkan Bagas yang tergeletak di tanah.


"Lah apa salah gue coba, kan gue cuma nanya kenapa gak tidur..?" bela Alex


"Hahaha... gak salah kak cuma penampilan kaka yang bikin orang gagal fokus, jadi ngiranya setan kan?" ucap Azkia


"Lah bisa gitu.." ucap Alex yang baru menyadarinya.


Alex lalu melepaskan tudung hoody nya, warna abu - abu membuat siapa saja yang melihat di cahaya yang minim menjadi salah fokus, apalagi tudung hoody nya di kenakan di kepalanya.


"Tanggung jawab anak orang ini." kata Azka


"Lah emang gue apain sampe harus tanggung jawab..?" ucap Alex yang ambigu


"Lo nganu kan :v " ucap Azka


"Nganu apa nganu." bingung Alex


"Iya nganu kan." kata Azkia yang ikut - ikutan.


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Bagas sadar juga, dia masih mengelak jika tidak takut hantu padahal sudah pingsan dua kali. Bagas kembali ke tendanya di antar oleh Alex karena dia yang membuat Bagas sampai pingsan. Sedangkan Azka mengantar Kia, ya walaupun tendanya gak jauh dari api unggun tapi kan kasian kalo disuruh balik sendiri.


"Makasih.." ucap Azkia


"Hmmm..." saut Azka


"Jangan nyanyi udah malem.."


"Ha??" bingung Azka


"Lah itu hmm hmm bukannya mau nyanyi ya hahaa..." canda Azkia bersama dengan tawa yang terdengar dari mulut manisnya.


"Dah tidur sana... gue balik!" ucap Azka sambil berlalu menahan tawanya.


Mereka terlelap tidur dalam tenda masing - masing, mengistirahatkan badan mereka yang lelah bertemu dengan setan, setan jadi - jadian tepatnya namun dapat membuat mereka senam jantung, apalagi untuk Bagas yang sampai beberapa kali pingsan.


.


..."Tawa singkatmu mampu membuatku lupa, lupa akan siapa aku sebenarnya di hatimu.."...


...- Azkia R [ E H* ] -...


.


.

__ADS_1


...Terimakasih semua yang masih stay di BBB, makasih untuk Like , Vote, Koment dan Hadiahnya :)...


...Sukses selalu buat kalian & jaga kesehatan ya ^.^...


__ADS_2