Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Loncat Aja


__ADS_3

Dengan malas Azka menaiki satu persatu tangga yang dilewati saat menuju rooftop. Semua orang tengah menatap Azka dengan penuh harap, ya mereka berharap Azka bisa menyelamatkan Farah.


"Kamu Azka?" tanya salah satu petugas keamanan.


Azka hanya mengangguk.


"Tolong bantuin kami bujuk Farah biar gak loncar dari atas gedung," pinta salah satu guru yang terlihat panik.


Azka hanya diam saja, dia menoleh ke samping kanannya. Seolah sedang meminta persetujuan dari Azkia, untung saja Azkia cepat tanggap. Azkia mengangguk ssebagai tanda boleh.


"AZKA!" teriak Farah yang sedang berada dipinggir gedung.


"Nak jangan gerak-gerak nanti jatuh," ucap salah satu guru perempuan.


"Azka." suaranya terdengar sedih, air mata mulai muncul di sudut matanya.


"Ini Azka udah disini jadi kamu cepet turun dari situ!" perintah salah satu keamanan.


Poisisi Farah saat ini berada di pinggiran gedung, tepatnya ia sedang berdiri diantara pagar pembatas gedung itu.


Salah satu petugas keamanan mulai melangkah untuk mendekat, namun saat mendengar teriakan Farah membuatnya mengurungkan niatnya.


"Jangan mendekat, atau aku loncat!" ancam Farah.


"Udah kasih tau orang tuanya?" tanya petugas keananan.


"Sudah!"


"Gila, nekat banget sih tuh anak... gak sayang apa sama nyawanya?" ucap Attaya sambil ngeri melihat Farah.


"Kenapa, kok bisa senekat itu?" tanya Devira.


"Tuh, gara-gara Azka," jawab Zian.


"Kok gue," ucap Azka tidak terima.


"Soalnya dia udah gila gara-gara lo!" ucap Miko.


Azka hanya bersikap biasa saja mendengar hal itu.


"Azka, gue mau ngomong sama lo," ucap Farah.


Azka tetap tidak bergeming dari posisi duduknya.


"Ngomong aja buruan," saut Bobo.


"Diam! Gue cuma mau ngomong sama Azka!"


"Tolongin, kasian anak orang," bisik Azkia.


"Cih!" Azka berdecak kesal.

__ADS_1


"AZKA GUE SAYANG BANGET SAMA LO DARI KELAS SATU, GUE SELALU CARI CARA BUAT DEKET SAMA LO... LO TAU GAK SUSAH BANGET LULUHIN HATI LO ITU, APALAGI SIKAP LO YANG SUSAH SEKALI DIDEKATI!" teriak Farah.


Azka memberikan kode kepada Ciko dan Bobo agar mendekati Farah, dari arah yang berlawanan dengan Azka.


"Azka maju kesini," pinta Farah.


"Ogah!" tolak Azka.


"KALO LO GAK KESINI GUE TERJUN SEKARANG!" ancam Farah.


"Terjun aja, gue gak perduli," saut Azka.


Azkia menginjak kaki Azka karena geram dengan jawaban Azka.


"Awwhh, sakit!" rintih Azka.


"Makanya jagan gitu lah, baik dikit sama anak orang," kesal Azkia.


"Sa—" hitung Farah namun terhenti saat melihat Azka mendekatinya.


"Oke-oke, demi kamu, Nyun!" Azka melangkah mendekati Farah.


Dari arah tangga muncul Kevin dan Rayhan, mereka baru saja selesai latihan basket. Saat mendengar ada yang ingin bunuh diri, mereka berdua langsung bergegas menuju rooftop.


"Itu cewek punya nyawa cadangan kah?" tanya Kevin.


"Lo kata kucing, punya nyawa cadangan," saut Devan sambil terkekeh.


"AZKA!" teriak Farah lagi yang membuat mereka semua terfokus pada Farah yang masih berdiri tegak di bibir gedung.


"Lo dengerin gue gak sih?" kesal Farah.


"Hmm," saut Azka.


"Lo, lo mau kan jadi pacar gue?" tanya Farah.


Azka masih saja diam tak bergeming sedikit pun, meski jarak diantara mereka tidak begitu jauh karena permintaan Farah tadi.


Farah yang melihat Azka diam saja semakin yakin, bahwa Azka sangat menyayangi Azkia. Karena Farah bisa melihat bagaimana Azka nurut saat Azkia yang meminta Azka mendekat kearah Farah.


Tapi mau bagaimana lagi, Farah tetap yakin jika Azka akan mencintainya. Seperti kata pepatah "Witing tresno jalaran soko kulino", Cinta akan tumbuh karena terbiasa bersama.


"JAWAB, KA!" bentak Farah.


Mereka semua hanya menyaksikan drama yang dibuat oleh Farah, yang membuat gempar satu sekolah. Tapi BoBo dan Ciko sudah berada beberapa langkah di sisih kanan Farah.


"KALO LO GAK MAU JAWAB, GUE LOMPAT SEKARANG!" ancam Farah yang membuat siapapun panik tapi tidak dengan Azka.


"Ka, tolongin anak orang itu," teriak Miko.


"Lah emang anak orang, lo pikir anak ayam yang mau latihan terbang?" ucap Alex asal.

__ADS_1


Rayhan mendekat ke arah Azka berdiri, dia menepuk bahu Azka.


"Turutin aja, selama dia mau turun," saran Rayhan.


Azka hanya menoleh sekilas ke arah Rayhan, dengan tatapan yang gak bisa diartikan.


"Tolonglah, Ka... jangan diem aja, kalo lo bicara dia pasti nurut sama semua ucapan lo," lanjut Rayhan.


Ya dia sebagai ketua osis harus berbuat sesuatu agar masalah ini cepat terselesaikan, termasuk membujuk Azka.


"Cih, gue ada Kia mana bisa gue terima dia," ucap Azka sambil menunjuk Farah menggunakan dagunya.


"Cuma buat dia turun doang, Ka!" kata Rayhan.


Azka hanya menggelengkan kepalanya.


"OH JADI LO GAK MAU TERIMA GUE, OKE GUE LOMPAT SEKARANG... PADAHAL GUE CUMA MAU LO JADI PACAR GUE, APAKAH SULIT BUAT LO?" teriakan Farah terdengan bersamaan dengan hembusan angin.


"LO TAU, SELAMA INI APAPUN YANG GUE MAU PASTI BISA GUE DAPETIN... TAPI KENAPA, KENAPA GUE GAK BISA DAPETIN LO, AZKA!" teriakan yang bercampur dengan isak tangis membuat siapapun iba melihat itu.


Bahkan Azkia sudah hampir meneteskan air matanya, dia tidak menyangka jika ada yang menyukai Azka sampai rela bunuh diri demi dirinya. Mungkin Azkia akan merelakan Azka untuk Farah jika Azka mau. Tapi, apa Azkia sanggup melihat orang yang ia sayangi bersama orang lain. Mungkin itu akan membuat luka lama itu tersayat lagi.


"LO JANGAN NYESEL KALO GUE BENERAN LONCAT, KA!"


Farah sudah berteriak seperti orang yang kehabisan akan saja, dia sudah tidak perduli lagi dengan penampilannya saat ini. Yang ada di dalam pikirannya hanya bagaimana Azka bisa memerimanya.


"Loncat aja!" akhirnya Azka bersuara juga.


Deg!


Hati Farah terasa teriris saat mendengar Azka mengatakan itu. Dia lebih memilih Farah terjun dari gedung dari pada menerima cintanya.


"Tega ya lo!" ucap beberapa orang di belakang Azka.


"Gak ada hati emang,"


"Tembok banget sih!"


"Dasar cowok gak punya rasa empati, bisa-bisanya dia bilang kaya gitu."


Air mata Farah menetes begitu deras, dadanya sangat sesak mendengar ucapan yang begitu menyakitkan dari seseorang yang ia cintai.


"Kenapa, gak jadi loncat?" tanya Azka.


Hal itu membuat semua orang geram, ingin sekali mereka menghajar Azka saat ini. Bukannya mengiyakan permintaan Farah, Azka justru semakin memperkeruh keadaan.


...............................................................


.


Dalam suatu cerita jika ada kesamaan nama tokoh itu hal yang wajar, karena didunia nyata pun banyak orang yang namanya sama.

__ADS_1


Jaga kesehatan ya, jangan lupa pake masker:)


__ADS_2