Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Azzalea L. A


__ADS_3

"Cucu kakek yang paling cantik ini namanya siapa?" Bima mengajak bicara cucunya yang masih terlelap.


"Iya siapa nama cucu mama ini?" tanya Lala.


Azkia hanya diam sambil menatap Azka yang sedang memikirkan sebuah nama.


"Azzalea Lestyana Aldric," ucap Azka sambil tersenyum.


"Bagaimana?" lanjutnya.


"Nama yang cantik," ucap Azkia sambil mengangguk.


"Hallo Azza," kata Bima.


"Lea, panggil aja Lea!" protes Lala.


"Azza!" ulang Bima.


"Lea bagusan Lea!" Lala tidak terima.


Azka dan Azkia hanya menggeleng saja melihat perbebatan kedua orang tua itu. Sedangkan orang tua Azka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana Azkia dirawat.


"Ale aja gimana?" celetuk Azka membuat dua orang beda usia itu menghentikan perbebatannya.


"Kenapa gak Alea?" tanya Azkia.


"Hah, terserah kalian mau manggil apa... yang penting masih nyambung sama namanya ya kan, Ale?" Azka berbicara pada putri kecilnya yang terlihat tersenyum saat Azka mengatakan itu.


"Yaudah, kita panggil Alea aja." cetus Azkia sambil menaikkan sebelah alisnya.


Mereka hanya mengangguk saja toh Azka sudah bilang boleh memangil siapa saja asalkan masih nyambung dengan nama anaknya.


Bima dan Lala berpamitan saat orang tua Azka sudah sampai, mereka harus pulang terlebih dahulu untuk menyiapkan beberapa pakaian dan juga syukuran atas kelahiran cucu mereka yang kedua setelah anak Axel.


Sedangkan bagi Yudha dan Kayla ini adalag cucu pertama mereka mengingat Azka adalah anak tunggal.


Kayla sangat bahagia saat menggendong sang cucu yang masih pulas setelah diberi minum asi. Sesekali ia menciumi pipi mungil cucunya itu.


"Lihatlah pah, mirip sekali dengan Azka waktu kecil," ucap Kayla.


"Iya mah, matanya sama persis dengan Azka," kata Bima.


Sedangkan Azka yang tertidur disofa tidak merasa terganggu dengan suara dari orang tuanya, ia ingin istirahat sebentar saja setelah mengalami banyak hal yang baru pertama kali ia hadapi.


Azka juga tidak menyangka tangannya akan luka-luka saat menemani sang istri melahirkan, bekas cakaran dan gigitan Azkia masih terlihat jelas dilengan Azka. Untung saja tadi sudah diberi salep oleh perawat yang membantu Azkia melahirkan.


......................


Setelah beberapa hari Azkia dirawat dirumah sakit tidak terlihat tanda-tanda serius pasca melahirkan. Azkia terlihat lebih sehat dari sebelumnya dan perlahan-lahan ia sudah mulai berjalan meski Azka sudah menyarankan untuk menggunakan kursi roda namun ia tolak begitu saja.

__ADS_1


Hari ini Azkia sudah diperbolehkan pulang kerumah mengingat kondisinya dan sang bayi baik-baik saja.


Azka membantu membereska semua barang-barang Azkia yang berada diruangan itu, kali ini mereka akan pulang ke rumah Bima atas permintaan mama Lala. Karena Azkia baru saja melahirkan untuk yang pertama kali sehingga ia masih membutubkan arahan dari sang mama.


Azka juga tidak masalah akan hal itu karena ia bisa tenang jika Azkia ada yang membantu. Bahkan orang tua Azka juga menyarakan hal yang sama mengingat mereka tidak bisa stay dirumah setiap hari.


"Udah semua?" tanya Azka.


"Udah," jawab Azkia sambil menggendong Azzalea.


Sedangkan Azka membawa dua tas yang berisi pakaian Azkia dan juga sang anak. Tak lupa satu tas kecil yang berisi perlengkapan Azzalea dari mulai bedak, tissu, parfum bayi sampai botol susu pun ada.


Mereka berdua berjalan dengan hati-hati dikoridor rumah sakit dan tanpa sengaja mereka berpapasan lagi dengan pasangan suami istri yang entah jodoh atau bagaimana selalu bertemu.


"Kak Rayya?" panggil Azkia yang melihat seorang gadis tengah duduk dikursi roda sambil menggendong bayi.


Rayya yang merasa namanya dipanggil pun langsung menoleh begitu juga dengan sang suami, Rayhan. Sedangkan Azka hanya memasang wajah tidak sukanya, hingga terlihat sangat jelas dimata siapapun yang menatapnya.


"Eh, Azkia kita bertemu lagi," kata Rayya ramah dengan senyuman.


"Iya, ini anak siapa?" tanya Azkia penasaran.


Rayya tersenyum sambil mengusap pelan wajah jagoan kecilnya, lalu menatap Azkia yang masih berdiri disampingnya.


"Anak aku, Ki... namanya Evan," kata Rayya, sedangkan para suami hanya bisa diam sambil menyimak obrolan mereka.


"Loh kakak udah lahiran, perasaan belum ada sebilan bulan?" Azkia mulai penasaran dan rasa ingin tahunya muncul begitu saja.


"Kamu benar, usia kandunganku baru 7 bulan tapi karena ada sesutu hal jadi harus dipaksa operasi padahal aku pengen banget lahiran normal." Rayya menjelaskannya secara singkat pada Azkia.


"Ah maaf aku gak tau kak, tapi syukurlah kalian berdua sehat-sehat," kata Azkia.


"Lalu ini?" tanya Rayya sambil melihat anak yang digendong oleh Azkia.


"Ini anak aku kak, Azzalea!" Azkia mengatakan itu penuh dengan senyum kebahagiaan.


"Gak nyangka anak kita cuma beda beberapa hari aja, semoga nanti bisa jadi teman baik ya mereka." Rayya mengusap pelan lengan Azzalea.


"Iya kak, kalau gitu aku permisi dulu." pamit Azkia karena ia takut melihat tatapan tajam dari sang suami.


Rayya mengangguk, "Hati-hati," katanya sambil tersenyum.


Selama perjalanan pulang wajah Azka terlihat dingin dan ditekuk, ia kesal saat mendengar putri kecilnya akan berteman baik dengan anak dari musuhnya itu. Bahkan saat sudah sampai dirumah pun wajah Azka tetap sama, membuat Bima dan Lala heran.


"Kenapa sih, By?" tanya Azkia yang sudah duduk disofa kamarnya, ia sudah menidurkan Azzalea di box bayi.


"Kamu itu yang kenapa?" ketus Azka.


"Loh aku kan nanya kamu, kok balik nanya sih?" bingung Azkia.

__ADS_1


"Aku gak suka kamu deket-deket sama dia, apa lagi apa tadi? Mau buat anak kita sahabatan sama anak dia? Haha gak akan mungkin!" tawa Azka terdengar mengerikan.


"Gak sekalian aja kamu jodohin anak kita sama anak dia!" kesal Azka.


"Boleh juga, By. Saran kamu diterima," goda Azkia sambil terkekeh, sedangkan Azka sudah memelototkan matanya mendengae ucapan Azkia.


"Aku gak akan terima punya besan seperti dia!" tegaa Azka.


"Bercanda sayang, jangan marah-marah gitu kasian Lea nanti bangun. Lagian itu masih lama by, anak kita aja baru lahir udah mikirin jodoh. Kamu ini ada-ada aja," kata Azkia sambil terkekeh.


"Hah!" dengus Azka.


"Oeekk ooeeekk oeeekk!" terdengar suara tangis dari Azzalea membuat Azka dengan sigap menggendongnya dan menenangkannya.


"Anak papa yang cantik gak boleh nangis ya, kenapa Lea haus ya?" tanya Azka dengan nada sangat lembut.


Azkia sampai terbengong melihat perubahan Azka yang hampir 180 derajat itu. Azka yang tadinya masih bersikap dingin dan kesal berubah seketika saat mendengar putri kecilnya menangis. Azka berubah menjadi sosok yang penyayang dan hangat, bahkan ia sangat protective pada anaknya yang masih bayi itu.


Azkia sangat bersyukur memiliki suami seperti Azka yang menyayanginya dengan tulus dan memberikan semua rasa aman dan nyaman. Walaupun ia menunjukkan sikap dinginnya dihadapan orang-orang tapi semua itu akan berubah ketika dihadapan orang-orang terdekatnya.


Azkia mengambil ponselnya, ia mengabadikan moment dimana Azka sedang menggendong Azzela didekat jendela dengan tirai tipis yang menghalangi cahaya matahari agar tidak masuk. Entah kenapa terlihat sangat hangat dihati Azkia, terlebih lagi hangatnya senja sudah menyapa mereka.


Malam ini akan diadakan acara syukuran atas kelahiran putri Azka dan Azkia yang diadakan dirumah mertuanya yaitu Bima. Semua kebutuhan sudah beres, tinggal nanti acara akan dilakukan setelah isya'.


......................


Beberapa bulan kemudian giliran Attaya yang menikah dengan Nayla, bersamaan dengan Ciko dan Carissa.


Sedangkan Devira perutnya sudah membesar yang artinya ia sedang hamil. Azka dan Azkia pun datang bersama dengan putri kecil mereka yang semakin hari terlihat lucu dan pintar.


Bahkan Azka bisa menebak jika sifat putri kecilnya hampir mirip dengan dirinya. Namun jika sudah cerewet akan mirip dengan Azkia.


Hari-hari mereka lalui dengan menikmati setiap moment pertumbuhan Azzalea, Azka yang sibuk dengan pekerjaannya pun selalu menyempatkan diri agar pulang tepat waktu dan weekend selalu dirumah.


Sedangkan Azkia sudah mulai membuka butiknya, semua pakaian yang ia jual adalah hasil desainnya sendiri. Jatuh bagun Azk rasakan saat membangun butik itu agar bisa sebesar saat ini walaupun pembeliannya masih sedikit tapi ia sudah bersyukur.


Azkia mempercayakan butiknya pada asistennya yang akan mengurusi semua keperluan di butik, Azkia tinggal memantau saja. Karena ia ingin fokus mengurusi Azzalea, sehingga Azkia tidak menerima tawaran babysitter yang Azka ajukan.


Azka dan Azkia selalu menikmati setiap perkembangan dari putri kecilnya itu. Mungkin jika Azzalea sudah besar nanti mereka akan menambah satu atau dua anak lagi agar Azzalea tidak sendirian.


...----------------...


...THE END...


...----------------...


Terimakasih buat kalian semua yang sudah setia sama BAD BOY BUCIN, dan akhirnya sampai selesai karya ini. Tapi jangan khawatir author buatkan cerita tentang anak mereka.


Jadi jangan lupa mampir dan Favoritin karya author ini. sequel dari BAD BOY BUCIN, yaitu EVANZZA seperti gambar dibawah ini! Author sayang kalian banyak" :v

__ADS_1



__ADS_2