
Setelah beberapa hari berlalu, ini saatnya hari yang di tunggu bagi mereka. Acara Camping akan di adakan hari ini semua persiapan dan keperluan yang harus di bawa sudah mereka bawa.
Hari ini mereka berangkat ke salah satu tempat camping yang ada di kota xxx, terpancar aura bahagia dari wajah mereka. Semua orang berkumpul dahulu di halaman sekolah, untuk pengecekan absen terlebih dahulu.
Azka terlihat sangat keren dengan pakaiannya saat ini, begitu juga dengan Attaya dan Devan. Tak heran jika mereka di katakan salah satu most wanted nya sekolah.
"Ka, bantuin berat banget ini..." keluh Siska
"Ogah..!" kata Azka
"Lo mau pindahan apa mau camping..?" tanya Attaya
"Camping lah.."
"Ya kali camping barang serumah di bawa semua haha.." canda Devan
"Bodo, ini semua itu keperluan gue, masa iya di tinggal." kata Siska diangguki oleh kedua temannya.
"Serahlah.." ucap Devan dan Attaya sedang Azka malas menanggapinya.
Satu persatu menaiki bus yang akan membawa mereka ke tempat tujuan, untung saja Siska tidak satu bus dengan Azka, jadi bisa tenang tanpa gangguan dari Siska.
Azka melihat sekeliling mencari kursi kosong, Attaya sudah bersama Devan mereka kemana - mana selalu berdua seperti upin ipin. Ternyata masih ada satu kursi kosong di sebelah Azkia, dengan santainya Azka duduk disitu.
"Lo ngapain duduk disini..?" tanya Azkia
"Lah mau duduk di mana lagi..?" bukannya menjawab Azka malah bertanya balik kepada Azkia.
Kemudian Azkia tolah toleh ternyata memang benar tidak ada bangku kosong lagi, terpaksa Azkia harus duduk berdua dengan Azka.
"Jangan macam - macam." acam Azkia, namun Azka hanya diam saja lebih memilih memejamkan matanya.
Butuh waktu sekitar tiga jam untuk sampai di tempat tujuan, daerah pegunungan yang di pilih sebagai tempat camping. Dekat dengan mata air dan permukiman jadi bila terjadi sesuatu bisa cepat mencari bantuan.
Setelah sampai mereka masih harus jalan kaki terlebih dahulu untuk sampai di tempat untuk camping. Udara dingin pegunungan datang menyapa mereka, Azkia merasa kedinginan, dia mencari jaket yang telah di siapkan namun tidak ketemu. Azka yang mengetahui itu langsung saja memakaikan jaketnya tanpa mengucapkan sepatah katapun dan terus berjalan begitu saja. Azkia yang mendapat perilaku seperti itu diam mematung sambil mengamati punggung Azka yang sudah menjauh.
"Hooee nglamun aja nanti kesambet penghuni sini loh." kata Devira sambil menepuk bahu Azkia.
"Astaga bikin jantungan aja lo Ra.." teriak Azkia sambil mengusap dada nya yang kaget.
"Abis lo sih bengong di tempat kek ginian, kan ngeri kalo lo kerasukan..." ucap Devira sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
"Eh ini kan jaketnya Azka tadi, kok lo pake sih..?" selidik Nayla
"Ini..? Tadi dia sendiri yang makein buat gue.." jelas Azkia
"Terus Azka pake apa dong? Ini kan dingin banget." tanya Nayla yang sedikit cemas dengan keadaan Azka karena cuaca semakin dingin saja.
"Entah.." sambil mengangkat kedua bahunya.
Tiba - tiba saja ada yang meneriaki Azkia, Devira dan Nayla, karena mereka bertiga tertinggal di belakang. Setelah sampai di lokasi mereka istirahat sejenak, setelah itu agendanya membangun tenda.
Azkia merasa kesusahan membangun tendanya, Rayhan yang melihat itu mencoba menawari bantuan. Karena semua yang kesulitan membangun tenda akan di bantu yang lainnya. Untung saja tenda Rayhan sudah selesai jadi dia bisa membatu Azkia.
"Butuh bantuan..?" tanya Rayhan
"Eh iyaa kak, susah sih.." jawab Azkia sedikit canggung.
"Baru pertama kali buat tenda ya..?"
"Iya hehe..." jawab Nayla
"Pantas saja.. padahal gak susah kalo udah tau tekniknya.." jelas Rayhan.
Melihat Rayhan membatu di tenda Azkia membuat yang lain juga ingin di bantu ketos ganteng itu, banyak dari mereka yang sengaja mengulur waktu agar bisa di tolong Rayhan.
"Ka, tolongin gue bikin tenda dong.." pinta Siska sambil menggelayuti tangan Azka.
"Apaan sih..!" kesal Azka sambil menghindar dari Siska.
"Bantuin bikin tenda Ka, biar kayak mereka tuh... kan sweet.." kata Siska sambil menunjuk ke arah Azkia Rayhan, hal itu membuat Azka sedikit kesal.
Entah sejak kapan Azka tidak suka jika melihat Azkia bersama dengan Rayhan entah itu berdua atau bersama temannya yang lain. Azka hanya bisa menahan kekesalannya tersebut tanpa bisa mengucapkannya. Dari pada melihat pemandangan dua orang tersebut Azka lebih memilih untuk berjalan - jalan di sekitar tempat perkemahan, meninggalkan Siska yang terus mengomel.
"Kaaa! Azka! Kebiasaan banget sih main tinggal aja.. Bantuin kek Ka..!"
"Azkaaa...." teriak Siska sangking kesalnya.
Devan dan Attaya hanya tertawa melihat kejadian tersebut, sambil terus mendirikan tenda. Karena sebelum gelap tenda harus sudah jadi, jika tidak mungkin nanti mereka akan kedinginan.
"Kia, tarik yang bener ya talinya biar nanti kalo ada angin gak rubuh.." perintah Nayla
"Oke okee.. Ini tarik gini aja kan..?" ucap Azkia sambil menarik tali tenda di sebelah sisinya, sambil mundur agar bisa kuat, setelah itu mengikatnya dalam patok yang sudah dibuat.
__ADS_1
"Beress.." ucap Azkia
Namun sayang kaki Azkia tersangkut tali itu yang membuatnya jatuh, pas sekali Azka lewat di depannya. Azka yang sibuk memainkan hp pun kaget saat tubuh Azkia sudah jatuh di pelukannya. Mereka berdua jatuh tersungkur di tanah, dengan posisi Azkia berada di atas dada Azka.
"Sebentar kayaknya gue pernah ngalamin kek gini.." batin Azkia saat mengingat posisi nya sekarang ini.
"Oh iya waktu gue manjat gerbang.." ucap Azkia dalam hati.
"Ehemm mau sampai kapan kek gini..?" tanya Azka.
"Eh maaf Ka, gak sengaja.." ucap Azkia sambil bangun dari atas tubuh Azka, malu sekali Azkia.
"Aarrgghhh..." keluh Azka, ternyata tangannya terluka terkena batuan kecil sampai berdarah
"Hah, kenapa? Coba liat sini..?" ucap Azkia sambil menarik tangan Azka
"Kalian gak papa?" tanya Rayhan
"Ada yang sakit gak Ka?" tanya Devira
"Nih gue bawaain p3k.." ucap Nayla sambil menyerahkan kotak obat itu kepada Azka.
Azkia mengabaikan pertanyaan mereka malah sibuk membersihkan luka Azka, untung saja lukanya tidak dalam. Azka hanya diam saja sambil memperhatikan keseriusan Azkia mengobati tangannya.
"Selesai..." ucap Azkia sambil melihat ke arah Azka, tangan Azka sudah selesai di perban
"Thanks!" singkat Azka
"Kalo semua baik - baik saja gue ke sana dulu ya.. Kalian buruan beres - beres acara nanti malam akan di mulai.." saran Rayhan lalu pergi menuju panitia yang lainnya untuk membahas acara nanti malam.
.
.
..."*Aku akan baik - baik saja, jika kamu selalu berada di sisihku.."...
...- Azka Aldric -...
.
Terimakasih semua yang masih stay di BBB, makasih untuk Like , Koment dan Hadiahnya :)
__ADS_1
...Sukses selalu buat kalian ^.^...