Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Menghindari Rayhan


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu, namun Azkia masih saja menghindari Rayhan saat dia mencari Azkia. Azkia masih bingung harus menerima atau tidak, kalo tidak Rayhan begitu baik kepadanya tapi kalo iya di terima hati Azkia belum yakin sepenuhnya.


Saat ini jam istirahat Azkia, Devira dan juga Nayla pergi ke kantin tapi sebelum sampai di kantin Azkia melihat ada Rayhan disana. Alhasil Azkia putar balik tidak jadi ke kantin, saat berjalan Azkia tidak melihat kedepan jadi dia menabrak seseorang.


Brruukkk


"Ma-maaf..." ucap Azkia sambil terus melihat ke arah kantin, Azkia takut jika Rayhan menyadari keberadaannya.


"Kabur dari siapa?" tanya orang yang di tabrak Azkia.


"Rayhan." ucap Azkia sepontan dengan cepat Azkia menutup mulutnya karena keceplosan.


"Rayhan?" ulang orang tersebut, Azkia kemudian melihat siapa orang yang sudah di tabraknya ini.


"Azka, suuttt jangan keras - keras." ucap Azkia sambil menaruh jari telunjuk di depan bibirnya.


"Kenapa?" tanya Azka


"Gak papa kok." ucap Azkia yang pergi meninggalkan Azka, namun baru selangkah saja Azkia pergi dia kembali lagi karena ulah dari Azka.


"Rayha-" teriak Azka, namun sayang mulutnya sudah di bekap oleh Azkia dan menariknya untuk bersembunyi.


Rayhan mencari - cari siapa yang memanggilnya tadi, "Perasaan tadi ada yang manggil..." batin Rayhan sambil melihat sekeliling.


"Lo mau cari masalah ya!" bentak Azkia yang masih membungkam mulut Azka, Azka hanya menaikkan sebelah alisnya heran melihat tingkah Azkia.


"Udah tau gue lagi menghindar malah lo panggil histt!" kesal Azkia, "Kenapa lo diem aja? Tadi bisa teriak kenceng gitu." ucap Azkia yang masih memantau Rahyan.


"Ehmmmm..." ucpa Azka karena mulutnya masih di bekap oleh Azkia.


"Eh maaf lupa.." ucap Azkia yang baru menyadarinya.


"Lupa apa ketagihan?" canda Azka


"Lupa!"


"Lo ngapain kabur dari tuh orang?" tanya Azka


"Tuh orang? Kak Rayhan maksut lo..?" tanya Azkia karena Azka tidak menyebutkan orang yang dia maksut kan.


"Hmm.."


"Dia itu nunggu jawaban dari gue... gue masih bingung mau nerima apa gak makanya kabur.." jelas Azkia sambil berjalan kembali ke kelas yang diikuti Azka.


Azka diam mematung setelah mendengar penjelasan dari Azkia, ada rasa tidak rela saat mengetahui Rayhan sudah menembak Azkia.


"Gue harus gimana dong?" tanya Azkia namun tidak ada jawaban dari Azka, Azkia menengok kebelakang ternyata Azka diam seperti patung. "Astaga dari tadi gue ngomong gak lo dengerin ya!" kesal Azkia sambil berjalan menghampiri Azka.


"Haloo, lo masih disini kan..? Jangan bilang lo kesurupan?" tanya Azkia sambil mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Azka mencoba menyadarkan Azka dari lamunannya.


"Waahh beneran kesurupan ini anak.." ucap Azkia agak keras membuat Azka tersadar dari lumunannya soal Azkia yang sudah di tembak oleh Rayhan.


"Lo yang kesurupan!" ucap Azka sambil menutup wajah Azkia kemudian melanjutkan langkahnya lagi.

__ADS_1


"Enak aja, lo itu tau - tau diem kek patung, udah dingin jarang ngomong senyum aja pelit malah diem kan tambah horor." cerocos Azkia yang berjalan di sebelah Azka.


"Lo bilang apa? Gue pelit senyum?" ulang Azka dan di angguki oleh Azkia.


Dengan cepat Azka menyudutkan Azkia di tembok, kemudian memegang kedua bahu Azkia. Wajah Azka semakin mendekat ke arah Azkia, Azkia menjadi panik.


"Liat baik - baik ya." perintah Azka sambil tersenyum manis di depan wajah Azkia.


Deg deg deg!


"Senyumnya manis banget... duh jantung gue kenapa ini?" batin Azkia yang masih melihat wajah Azka dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


"Uhuuukkk..." ucap Siska


Membuat Azkia dan Azka langsung berjauhan dan membuang muka ke arah samping, Siska yang baru saja dari kantin melihat Azka berduan dengan Azkia langsung menghampirinya. Sebenarnya Siska kesal melihat Azkia bersama Azka, namun Siska menahannya agar tidak marah.


"Kalian ngapain..?" tanya Siska


"Gak ngapa - ngapin ya kan Ka." ucap Azkia canggung, karena Azkia merasa sedang ketahuan selingkuh dengan pacar orang.


"Iya.." ucap Azka yang kembali memasang wajah dinginnya


"Gu-gue duluan ya.. Bye!" ucap Azkia, kemudian dia pergi dari sana.


"Ini buat lo Ka, tadi gue sengaja beliin ini soalnya gak ngeliat lo di kantin.." sambil memberikan sebotol air meneral dengan satu porsi siomay.


"Makasih.." ucap Azka menerima makanan yang Siska berikan karena terpaksa.


"Beneran di terima..?" tanya Siska tak percaya karena biasanya Azka tidak pernah menerima makanan pemberian dari Siska.


"Boleh kok boleh, malah seneng banget gue kalo lo mau menerimanya..." ucap Siska bahagia.


"Oke thanks.." ucap Azka pergi meninggalkan Siska.


"Sama - sama..." teriak Siska bahagia. "Yes yes sepertinya udah ada lampu ijo ini dari Akza.." ucap Siska sambil loncat - loncat karena bahagia.


Di kelas Azka


Azka masuk ke dalam kelas ternyata temannya sudah berada di kelas semua, kemudian Azka duduk di bangkunya sambil meletakkan bungkusan di atas meja. Tiba - tiba saja perut Azkia berbunyi membuatnya malu karena ada Azka dan yang lainnya.


"Laper?" tanya Azka


"Gak kok.." ucap Azkia yang malu


"Makan ini.." sambil menggeser bungkusan yang di berikan Siska tadi.


"Yaudah kalo di paksa gue gak akan sungkan lagi buat makan ini." ucap Azkia.


"Cih.." Azka sambil tersenyum tipis


"Tumben lo beli makanan di bungkus Ka..?" tanya Devan


"Gak beli.."

__ADS_1


"Lah terus itu apa?"


"Di kasih.." singkat Azka


"Sama siapa?" tanya Devan terus seperti orang yang menyelidiki sesuatu.


"Lo mau introgasi gue ya?!" tanya Azka.


"Kan lo jarang banget nerima kek gituan dari fans, kalo ada racun gimana..?" tanya Devan


"Bukan gue juga yang makan sih.." kata Azka yang mendapat tatapan tajam dari Azkia yang sedang makan siomaynya.


"Iya juga sih, buat percobaan ada rancunnya gak.. Hahaha..." kata Attaya yang ikut gabung dengan mereka.


"Kalian ini.." kesal Azkia


"Udah makan aja habisin tuh, kalo lo kenapa - kenapa nanti Azka yang tanggung jawab.." ucap Attaya


"Kok gue sih.?" tanya Azka tidak terima.


"Kan makanan dari lo.." jelas Devan


"Dari nenek lampir.." ucap Azka


Uhhuukkk


"Jadi makanan yang gue makan ini dari pemberian nenek lampir? uhuukk..." tanya Azkia yang masih tersedak.


"Iya.." ucap Azka sambil membuka kan tutup botol air mineralnya dan memberikan kepada Azkia.


"Kenapa gak bilang sih kalo makanan dari nenek sihir, kalo ada apa - apanya gimana di makanannya..?" tanya Azkia setelah tersedaknya lega.


"Dah lah habisin aja sekalian, nanggung tuh tinggal dikit" canda Attaya.


"Bener tuh.." ucap Devan


"Telat, udah mau habis baru panik.." kata Azka sambil mengacak rambut Azkia.


"Pokoknya kalo gue sakit gara - gara ini makanan lo tanggung jawab.." pinta Azkia kepada Azka.


"Iya.." ucap Azka sambil melihat Azkia meneruskan makannya.


"Uhuukk kita jadi nyamuk ini, Van." ucap Attaya sambil berbalik badan agar tidak melihat mulainya kebucinan, begitu juga dengan Devan.


"Bener kita nyamuk.. Nguiing nguuiing...." ucap Devan


"Hisst apaan sih kalian ini.." kata Azkia sambil menendang kursi Devan dan Attaya bergantian.


Mereka berdua hanya menertawakan kelakuan Azkia yang seperti anak kecil. Devira dan juga Nayla baru saja masuk ke dalam kelas, mereka berdua kesal karena Azkia tiba - tiba saja hilang saat di kantin tadi. Membuat Devira dan Nayla panik saja, untung Azkia berada di kelas takutnya nyasar karena Azkia belum lama pindah sekolah.


.


..."Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu"...

__ADS_1


...- Sudjiwo Tejo -...


......................


__ADS_2