
"Ayo kita masuk!" ajak Azkia namun Azka tetap diam pada posisinya semula, mendadak ia malas untuk menonton film padahal mereka sudah membeli dua tiket.
Azkia yang merasa berbicara sendiri pun berbalik dan benar saja ia tidak menemukan Azka dibelakangnya, Azkia masih meliha Azka yang berdiri sambil memasukan satu tangannya kedalam saku celananya.
"Ayok!" ajak Azkia lagi sambil menyeret tangan Azka.
"Pulang aja!" kata Azka membuat Azkia berhenti menarik tangan sang suami.
"Kenapa?" tanya Azkia sambil melipatkan tangannya didepan dada, ia merasa sangat kesal dengan Azka.
"Males!" singkat Azka.
"Jangan bilang kamu cemburu sama Kak Rayhan, By?" tebak Azkia.
"Mana ada?" elak Azka.
"Lalu kenapa gak mau? Percuma dong beli tiketnya kalau gak masuk, buang-buang duit aja!" gerutu Azkia.
"Sekali-kali!" jawab Azka santai.
"Pokoknya aku mau nonton, terserah kamu mau ikut atau gak... siapa tau bisa sebelahan sama Kak Rayhan!" Azka sengaja mengatakan itu untuk membuat Azka cemburu.
"Cih!" Azka berdecak kesal lalu ia mengikuti langkah kaki sang istri masuk kedalam bioskop. Azkia tahu cara iti sangat ampuh untuk membuat Azka menurut padanya.
"Dasar masih aja cemburu padahal masing-masing udah punya pasangan." gerutu Azkia yang masih bisa didengar oleh Azka.
"Cinta kok!" jawab Azka santai.
Azkia berbalik badan sambil tersenyum manis, ia tidak menyangka jika Azka akan mengatakan hal seperti itu.
Tapi tiba-tiba saja senyum Azkia berubah menjadi teriakan, karena ia masih menatap Azka sambil berjalan mundur. Padahal jalan yang dilewati tidak rata karena jalan itu adalah sebuah tangga. Alhasil Azkia hampir terjungkal jika Azka tidak sigap memeluk pinggang Azkia.
Kejadian itu seperti drama pada film-film romantis yang setiap hari kita lihat ditv. Saat Azka menarik pinggang Azkia agar tidak terjatuh hingga ia menabrak dada bidang Azka, seolah memiliki efek slow motion yang membuat pengunjung bioskop menatap kearah mereka berdua termasuk Rayhan.
"Yang live lebih seru," kata salah satu pengunjung.
"Genre komedi kenapa jadi romans gini," kata netizen.
"Mau juga di peluk gitu!"
Dan masih banyak lagi cuitan dari pengunjung yang melihat adegan Azka dan Azkia itu.
"Mau sampai kapan?" tanya Azka yang membuat Azkia tersentak sadar.
"Makasih, By!" Azkia malu sendiri.
Kemudian mereka duduk sesuai dengan nomor kursi yang dipesan. Tiba-tiba saja Azka berdecak kesal saat menyadari siapa yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Kenapa, By?" tanya Azkia.
"Gak lupain, aja!" ketus Azka.
"Aneh banget," gumam Azkia.
Kemudian lampu bioskop dimatikan karena film yang mereka tonton akan segera dimulai.
Hingga tanpa sengaja Raya melihat kesamping Rayhan dan ternyata ada Azkia disana bersama Azka.
"Kita ketemu lagi," seru Rayya membuat Rayhan menoleh begitu juga Azka dan Azkia.
Azkia menganggu sambil tersenyum, lain halnya dengan Azka yang memasang wajah dinginnya. Bahkan tatapannya seolah sedang mengitimidasi siapapun yang ada dihadapnnya.
"Iya ya, gak nyangka juga bisa ketemu lagi," kata Azkia sambil tersenyum.
Rayhan menatap Azkia lembut, Azka yang melihat itu langsung menarik Azkia agar mendekat padanya. Tangan Azka melingkar di bahu Azkia dengan sangat erat.
Mata tajam Azka menatap Rayhan yang berada disebelah Azkia, dari sorot matanya seolah mengisaratkan jika Rayhan tidak boleh milihat Azkia bahkan menyentuhnya sangat tidak diperbolehkan.
Setelah Empat puluh lima menit film itu selesai diputar, banyak tawa yang terdengar saat menononton film genre komedi itu, Tapi tidak dengan Azka yang sama sekali tidak tersenyum ataupun tertawa.
"Seru ya filmnya," kata Azkia wajahnya terlihat sangat bahagia.
"Iya!" kata Azka sekenanya. Setelah itu Azka mengajak Azkia untuk mencari makan tanpa menghiraukan Rayhan dan Rayya.
"Perempuan tadi ya, yang buat kamu gamon?" tanya Rayya.
"Iya," saut Rayhan.
"Pantes anaknya cantik, baik, asyik lagi." puji Rayya.
"Gak usah dibahas, kamu mau kemana lagi?" tanya Rayhan.
"Ke Timezone, yuk!" ajak Rayya dengan pupy eyes nya.Rayhan mengangguk menuruti sang istri, membuat Rayya senang.
Sedangkan disisih lain ada Azka yang masih dengan wajah dinginnya. Mereka berdua sedang berada disebuah stan makanan yang ada di mall itu.
"Kamu kenapa, By? Dari tadi wajahnya gak enak banget dilihatnya?" tanya Azkia.
"Gak kenapa-kenapa," jawab Azka yang fokus pada sekitar, karena ia tidak mau jika makan pun ketemu Rayhan.
"Terus kenapa mukanya kaya tembok gitu?" tanya Azkia lagi.
"Mana ada," jawab Azka.
Azkia mengeluarkan cermin kecil dari dalam tasnya, lalu mengarahkan cermin itu pada wajah Azka.
__ADS_1
"Tuh, lihat tuh!" kata Azkia.
"Kita kan kesini mau senang-senang kalau mukanya gitu terus apa bedanya coba?" krtus Azkia.
"Tuh senyum!" Azka menunjukkan senyuman manisnya pada Azkia membuat beberapa orang ikut melirik kearah Azka.
"Mau lagi?" tanya Azka.
Dengan cepat Azkia menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin senyuman sang suami mengundang banyak kaum hawa meliriknya. Karena Azkia takut jika Azka akan tergoda oleh mereka, Azkia sadar diluar sana masih banyak bahkan ratusan perempuan yang lebih baik dari Azkia.
"Kenapa?" tanya Azka.
"Jangan senyum gitu, nanti yang naksir kamu banyak," kata Azkia sambil cemberut.
"Katanya suruh, senyum... giliran senyum dimarahin," gerutu Azka.
"Bukan gitu, By... ah udahlah lupain aja!" kesal Azkia.
"Iya udah gak senyum ini," ucap Azka sambil bersandar pada bahu Azkia.
"Jangan datar banget juga, By!" protes Azkia.
"Hmmm," saut Azka malas.
Kemudian pesanan mereka berdua datang, Azka menyuapi Azkia yang sedang merajuk itu. Namun saat Azkia membuka mulutnya, dengan sengaja Azka menempelkan sendok itu pada hidung Azkia.
"Kotor kan!" protes Azkia.
"Makanya jangan cemberut terus jelek tau gak." bujuk Azka.
"Emang jelek kan, kenapa kamu gak suka terus mau cari cewek lain gitu yang lebih cantik dari aku, iya?" sewot Azkia.
"Gak gitu, Nyun!" kata Azka.
"Bilang aja gitu juga gak apa-apa, kok!" ketus Azkia.
Azka menarik nafasnya panjang, harusnya dia yang marah pada sang istri gara-gara bertemu rifalnya tapi kenyataannya sebaliknya. Azkia yang marah pada Azka hanya gara-gara hal sepele, dibujuk pun masih saja sulit. Hingga Azka pasrah, ia lebih memilih diam dari pada semakin salah.
Namun, Azka yang diam juga salah dimata Azkia. Karena Azkia mau dibujuk dan dirayu agar tidak marah lagi bukan hanya didiamkan saja.
"Terus aku harus gimana, Nyun?" tanya Azka.
"Peka dikit lah!" ketus Azkia.
Lalu Azka memeluk Azkia erat bahkan dia berontak pun tak diperdulikan oleh Azka.
"Jangan marah-marah terus, Nyun! Inget diperut kamu ada jagoanku, ya. Harus sabar, ya istriku," ucap Azka lembut membuat Azkia sadar jika ia sedang mengandung baby.
__ADS_1
...----------------...