Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
PArt 121. Hati seorang Ayah


__ADS_3

Sedangkan setelah kejadian itu keluarga Johan menjadi kacau. Dalam sekejap perusahaan ayah Johan menjadi bangkrut karena banyak perusahaan yang batal meneruskan kerjasama dengan perusahaanya serta banyak yang menarik sahamnya kembali setelah perusahaan Ronald memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan perusahaan tersebut karena perusahan Ronald memang memiliki pengaruh yang besar terhadap perusahaan lainnya.


Ayah Johan bersusah payah berusaha agar perusahaanya stabil kembali namun hasilnya nihil. Masalah itu sampai membuat kesehatan ayah Johan menjadi drop dan dia jatuh sakit.


"Ini gara-gara kamu," ucapnya pada Johan. Johan tidak pernah melawan ketika dirinya terus saja disalahkan. Dia paham bahwa dirinya memang bersalah meski tidak seutuhnya kesalahan itu adalah kesalahannya. Kalau saja ayah Johan mendengarkan perkataan Johan sebelumnya untuk tidak menjodohkan dirinya dengan Laurens hal itu mungkin saja tidak akan terjadi.


Di saat bersamaan Tasya yang awalnya ingin menjauh dari Johan terpaksa menghubunginya kembali. Dia terpaksa mendatangi rumah Johan untuk memberitahukan bahwa dirinya tengah mengandung anak Johan.


Mendengar bahwa Tasya mengandung anak Johan, ayah Johan bertambah memburuk keadaannya dan pada akhirnya dia meninggalkan Johan untuk selamanya.


"Ayah maafkan aku, aku telah mengecewakan ayah," ucap Johan sambil menangis di pusara sang ayah.


Setelah ayah Johan meninggal dia memutuskan berhenti kuliah dan mencari kerja, dia juga menikahi Tasya.


Karena ternyata di negerinya sendiri susah buat Johan untuk mencari pekerjaan, entah mungkin karena nasib ataupun karena adanya campur tangan Ronald dia selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Mereka berdua lalu memutuskan untuk pindah ke Indonesia ke negara sang istri.


Setelah sampai di Indonesia mereka mencoba berbisnis kecil-kecilan dengan berdagang pakaian.


Tiga tahun berlalu sejak kepindahan mereka ke Indonesia dan mereka kini sudah memiliki seorang putri yang lucu. Kehidupan mereka terbilang bahagia walaupun hidup dalam kesederhanaan.


Sampai suatu ketika Tasya mengandung anak keduanya dan kehidupannya mulai berubah karena ternyata Johan kena tipu sahabatnya sehingga modal usahanya ludes. Untuk menghidupi kebutuhan hidup keluarganya terkadang Johan bekerja serabutan. Apapun pekerjaan ia lakukan yang penting halal dan mampu menghidupi keluarganya.


Satu tahun Tasya bertahan dalam keadaan serba kekurangan hingga akhirnya setelah tiga bulan melahirkan anak keduanya dia memilih menyerah.


Tasya memutuskan untuk bekerja keluar negeri menjadi TKW di negara Arab namun Johan tidak mengizinkannya. Awalnya Tasya menurut namun akhirnya dia tergoda kala ada seorang tetangganya yang menjadi kaya setelah pulang dari negara Arab menjadi TKW. Dia terus memaksa Johan agar mau mengizinkannya.


Mendengar kabar bahwa Tasya ingin sekali bekerja di luar negeri, Papanya Lutfi mendatangi kediaman Tasya dan berniat ingin menawarkan agar Tasya ikut biro penyaluran tenaga kerja miliknya. Johan tetap saja menahan Tasya agar tidak kemana-mana selain dia tidak ingin berjauhan dengan sang istri dia pun kasihan kepada bayinya yang masih berumur tiga bulan yang tentu saja masih sangat membutuhkan Tasya sebagai ibunya. Johan berjanji akan bekerja lebih keras lagi agar bisa membahagiakan istrinya itu. Akhirnya Tasya menurut lagi.


Namun sial selalu menemani hidupnya apapun usaha yang dilakukan Johan tetap saja tidak dapat menjamin kebahagiaan Tasya. Disaat bersamaan Ferdi, papanya Lutfi mulai menyukai Tasya dan sering membelikan barang-barang yang Tasya inginkan bahkan barang-barang mewah sekalipun dan sejak saat itu Tasya memilih berselingkuh dengan Ferdi.


"Darimana kamu dapatkan barang-barang seperti ini Tasya?" tanya Johan penasaran. Hidup mereka pas-pasan mana mungkin membeli barang-barang mewah seperti itu bisa terjamah.


"Itu dikasih teman Hans," jawab Tasya.


"Teman seperti apa yang akan memberikanmu barang-barang seperti ini? Aku lihat semua wanita yang ada di kampung ini tidak ada yang memiliki tas mahal seperti ini, mana mungkin dia akan ngasih kalau sendirinya tidak punya," ucap Johan tidak percaya.

__ADS_1


"Itu dikasih mbak Mona Hans," ucap Tasya berbohong. Mona adalah salah satu tetangga yang terkenal banyak uangnya setelah kembali dari Arab.


"Hah." Johan bernafas berat. "Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di luaran sana. Kembalikan barang itu pada papanya Lutfi," perintah Johan.


"Tidak Hans, ini sudah menjadi milikku tidak mungkin aku kembalikan."


"Kembalikan kataku!" perintah Johan tegas.


" Tidak akan, ceraikan aku Hans," pintanya.


"Apa yang kamu katakan Tasya? Aku sangat mencintaimu mana mungkin aku menceraikan mu," ucap Johan yang sedang menimang bayi kecilnya itu.


"Tapi cinta saja tidak cukup Hans, aku butuh materi dan kamu tidak bisa memenuhi semua keinginanku."


"Aku tidak akan menceraikan mu." Johan masih ngotot.


"Kalau begitu biarkan aku selingkuh."


Johan meraup wajahnya kasar. "Tasya sadarlah, mengapa kamu berubah seperti ini? Kamu seperti bukan Tasya yang aku kenal. Ingatlah Ferdi sudah beristri tidak mungkin dia akan menikahi mu kalau aku menceraikan mu,"


Dua hari setelah itu Tasya menghilang dari kampung tempat mereka tinggal dengan membawa anak sulungnya bersamaan dengan menghilangnya Ferdi. Oleh karena itu gosip Tasya pergi dengan papanya Lutfi cepat menyebar di kampung tersebut.


Flashback Off.


Johan bernafas lega setelah menceritakan semuanya pada Annete. Namun gurat sedih masih jelas terlihat di wajahnya.


"Ayah apakah aku anak haram?" tanya Annete dia pikir Tasya mengandung dirinya ketika pertama kali berhubungan intim dengan Johan.


"Tidak, kamu anak kedua Nak," ucap Johan.


"Berarti aku punya kakak dong Yah?"


"Iya Kakakmu perempuan saat itu aku telah berusaha mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu. Ayah hanya takut nanti kalau kalian bertemu saling tidak mengenal. Itu yang sering ayah pikirkan siang dan malam Nak. Andai saja ibumu tidak membawanya pergi waktu itu ayah tidak akan segelisah ini. Ayah kangen sama dia, apa yang dia lakukan sekarang? Pasti dia sudah menikah karena umurnya jauh beberapa tahun di atas kamu. Ayah hanya bisa berdoa semoga kakakmu baik-baik saja."


"Amin," timpal Annete.

__ADS_1


Johan membuka album foto lembar demi lembar kemudian menunjukkannya pada Annete.


"Ini foto kakakmu, wajahnya lebih mirip dengan ibumu ketimbang kamu. Tapi sekarang ayah tidak tahu wajahnya mirip siapa bisa saja ia sekarang mirip ayah," ucap Johan tersenyum namun matanya tampak mengembun.


"Ini siapa Yah?" Mata Annete tertuju pada gadis cantik yang rambutnya dikepang dua.


"Itu Tante Laurens yang ayah maksud."


"Cantik Yah, lebih cantik dari ibu malah. Apa Ayah tidak menyesal mengkhianatinya?"


Johan menggeleng. "Buat apa menyesal ayah malah bahagia memiliki anak sebaik kamu," ucap Johan sambil tersenyum.


"Ah Ayah terlalu berlebihan."


"Apa Ayah akan menerima ibu kembali kalau suatu saat dia ingin kembali sama Ayah?" tanya Annete, bukan tanpa alasan dia bertanya seperti itu tapi dia melihat sepertinya ayahnya masih mencintai ibunya.


"Apakah kamu akan menerima ibumu kalau dia datang padamu?" Johan malah balik bertanya pada Annete.


"Tidak akan Yah, dia telah membuat ayah sedih, dia juga telah menghancurkan hati ayah. Aku tidak akan memaafkan siapa saja yang telah menyakiti hati ayahku. Apalagi dia telah tega melupakan aku sebagai anaknya."


"Annete Ayah mau minta satu hal sama kamu."


"Apa Yah?"


"Jangan pernah membenci ibumu, karena bagaimanapun dia tetap ibumu. Aku menceritakan semua ini bukan karena ingin membuatmu membencinya tapi agar kau bisa memetik hikmah dari semuanya."


"Ayah!" Annete memeluk sang ayah. Mata Annete berkaca-kaca membayangkan perjuangan ayahnya yang merawat dirinya sejak bayi seorang diri. Bagaimana Johan merawat dirinya sekaligus bekerja pada waktu bersamaan. Pasti tidak mudah tapi hati ayahnya masih begitu mulia menyuruhnya untuk tidak membenci wanita yang bahkan telah mengkhianatinya itu.


"Apa ayah masih mencintai ibu?"


"Entahlah saat ini yang ada di hati ayah cuma kalian berdua. Kalian berdua adalah wanita yang sangat ayah cintai. Soal perasaan ayah sama ibumu bagi ayah tidak penting lagi, tapi ayah pasti akan memaafkan kalau dia kembali."


"Ah Ayah terlalu baik."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, like, vote, komentar dan hadiahnya, terima kasih. ๐Ÿ™


__ADS_2