
Jakarta.
"Dan, akhirnya kamu pulang juga. Mama pikir kamu sudah lupa arah pulang," ledek nyonya Alberto ketika melihat anaknya baru menginjakkan kakinya di rumah utama setelah sekian lama tidak pernah mengunjunginya.
"Zidane capek ma, Zidane mau istirahat ke kamar." Zidane buru-buru melangkah menapaki anak tangga dan berjalan menuju kamarnya.
"Cih buat apa pulang ke sini kalo cuma numpang tidur," kesal nyonya Alberto.
"Sudah Ma biarkan saja dia istirahat! Mama nggak usah protes nanti dia nggak mau lagi datang kemari."
"Abisnya mama kesal Pa bukannya kangen sama mama karena lama tidak berjumpa malah cuek sama mama lagian mama kan ingin ngomong sesuatu sama dia."
"Ya udah mama ngalah aja dulu, biarkan dia istirahat siapa tahu benar-benar masih capek. Kalo mama mau ngomong nanti pas makan malam aja," saran tuan Alberto.
...****************...
"Bi Ina tolong panggilkan Zidane di kamarnya bilang kalau saya menunggunya makan malam!"
"Baik Nyonya." Ina melangkahkan kakinya ke kamar Zidane. Sampai di depan pintu kamar ia mengetuk pintu.
Tok tok tok. "Den, den Zidane Aden ditunggu nyonya di ruang makan."
"Baik Bik." Zidane melangkahkan
kakinya keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan nyonya Alberto mengambilkan nasi beserta lauk pauk dan menaruhnya di atas piring Zidane setelah sebelumnya melayani tuan Albert suaminya.
"Mau lauk apa lagi sayang?" tanya nyonya Alberto.
Zidane bergidik ngeri mendengar mamanya memanggilnya sayang karena kalau sudah begitu pasti ada maunya.
"Nggak usah Ma nanti Zidane ambil sendiri."
Mereka bertiga menyantap hidangan malamnya dengan hikmat tanpa ada yang berbicara sedikitpun.
"Sayang mama mau ngomong sesuatu," kata mama Laras setelah mereka bertiga menyudahi makannya.
"Mau ngomong apa Ma?"
"Kapan kamu akan menikah?"
"Entahlah Zidane belum memikirkan tentang hal itu."
"Jangan begitu dong sayang, kamu kan anak satu-satunya kami dan mama serta papa kan sudah tua kami sudah ingin sekali menimang cucu. Jadi mulai sekarang mama minta kamu mulai memikirkan tentang hal itu."
"Mama sabar aja ya ntar kalau ada jodoh pasti Zidane kasih mama cucu."
"Tapi sampai kapan mama harus menunggu? Sedangkan kamu selalu sibuk dengan pekerjaan. Kamu pikir jodoh tidak usah dicari?Langsung datang sendiri gitu!"
"Cobalah luangkan waktu untuk bersenang-senang, metime sama temen-temen kamu siapa tahu jodoh kamu datangnya dari sana."
"Lain kali aja, entar Zidane langsung kasih mama dua cucu gimana," kelakar Zidane.
"Beneran?" tanya nyonya Alberto antusias.
"Apa jangan-jangan kamu diam-diam menjalin hubungan terlarang dengan seorang wanita dan wanita itu sekarang sedang hamil?"
__ADS_1
"Ma." Tuan Alberto menyikut lengan istrinya. "Jangan ngomong yang aneh-aneh!"
"Biarin Pa anak papa tuh yang aneh nikah aja belum malah ngomong mau ngasih mama cucu, dua lagi."
"Itu benar Ma Zidane sudah punya anak. Anak kembar lagi," lanjut Zidane.
"Beneran mana anak itu? Mama tidak sabar ingin bertemu dengan anak itu."
Zidane terkekeh, "Sayangnya anak itu cuma ada dalam mimpi."
"Astaga! Kalau bukan anak mama sudah ku getok kepala kamu dengan palu."
Zidane beranjak dari tempat duduknya.
"Lihat anak papa lama menjomblo bikin otak dia jadi sedikit miring."
Sejenak nyonya Alberto terdiam membayangkan dia beneran punya cucu kembar yang tampan dan imut.
"Wah lucunya." Tanpa sadar dia mengucapkan kata-kata itu sedangkan dirinya masih berkhayal.
Tuan Alberto menepuk pundak istrinya dan berkata, "Anak dibilang otaknya miring sendirinya juga stres ternyata anak dan ibu sama saja yang satu suka bermimpi yang satu suka ngehalu."
Setelah mengatakan itu Tuan Alberto beranjak dari duduknya dan berjalan menyusul Zidane ke ruang keluarga.
Nyonya Alberto yang sudah sadar hanya cengengesan dan ikut berjalan menyusul suaminya.
Sampai di ruang keluarga ponsel Zidane berbunyi. Zidane megambil ponsel dan mengangkat panggilan yang ternyata dari salah satu anak buahnya.
"Halo."
"Halo Tuan nona Belva telah kembali."
"Tapi masalahnya dia sudah ada di depan pintu apartemen tua muda."
"Kamu tenang saja dia tidak akan bisa masuk karena kode pintunya sudah aku ganti ."
"Tapi Tuan dia terlihat menggedor-gedor pintu dengan keras."
Biarkan saja kalau sudah lelah pasti dia berhenti sendiri. Yang perlu kamu lakukan adalah terus awasi dia di sana kalau ada hal yang mencurigakan segera laporkan. Untuk saat ini aku tidak pulang ke apartemen dulu."
"Baik Tuan."
Zidane menutup telepon dan menyandarkan bahunya ke sandaran sofa sambil memejamkan mata.
Mau apa dia mencari ku lagi?
"Dari siapa nak?" tanya tuan Alberto.
"Dari Rama Pa."
"Apa katanya?"
"Belva datang ke apartemen saya Pa."
"Mau apa dia ke sana?" kali ini mamanya yang bertanya.
"Kamu tidak berhubungan lagi dengannya kan?"
__ADS_1
"Tidak Ma. Entahlah aku tidak tahu apa maksud kedatangannya yang mencari ku."
"Baguslah kalau begitu. Kamu boleh berhubungan dengan wanita manapun kecuali dengan perempuan ular itu. Mama sudah terlanjur kecewa sama dia."
Zidane hanya mengangguk kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. Semoga kehadiran Belva tidak akan mengganggu hidupnya lagi.
TutTut tut. Ponsel Zidane berdering kembali.
"Ada apa Ram?"
"Nona Belva telah pergi Tuan."
"Baguslah, sekarang kamu boleh istirahat."
Zidane menutup teleponnya namun ponsel tersebut berdering kembali.
"Ada apa lagi Ram?"
"Maaf Tuan saya bukan Rama tapi Farhan."
"Iya ada apa?"
"Data-data perusahaan dicuri orang Tuan dan...,"
"Bukankah ada Jimmy di situ apakah dia tidak bisa mengatasi masalah ini?"
"Sebenarnya data-data tersebut sudah dapat dikembalikan namun rahasia perusahaan sudah tidak aman lagi Tuan dan karena itu ada beberapa investor yang menarik sahamnya dari perusahaan kita karena merasa ragu dengan kredibilitas perusahaan ini."
"Oh ****, tidak berguna buat apa aku mahal-mahal bayar dia kalau tidak bisa mengaudite keamanan jaringan komputer perusahaan kita."
"Apa yang harus kami lakukan Tuan?"
"Apakah pak Dion sudah kembali?"
"Belum Tuan rencananya lusa dia baru kembali dari bulan madunya."
"Kalau begitu kamu yang atur semuanya kita harus mengadakan meeting besok!"
"Baik Tuan"
Mendengar Zidane tampak marah tuan Alberto menjadi penasaran.
"Ada apa lagi Nak?"
"Data-data perusahaan bobol lagi Pa."
"Kok bisa? Bukankah kamu telah mengangkat orang yang telah direkomendasikan kakek Mike untuk menjadi ketua IT di perusahaan kita. Mengapa bisa bobol lagi?"
"Entahlah Ma Zidane juga tidak mengerti. Apa lebih baik Zidane pecat saja ya orang itu daripada tidak berguna?"
"Jangan terburu-buru Nak. Apakah nak Jimmy tidak bisa memulihkan data-data tersebut?"
"Sudah sih Pa tapi sudah terlanjur bocor dan sekarang ada beberapa investor yang telah menarik sahamnya dari perusahaan kita dan ada beberapa pula yang sudah menandatangani berkas perjanjian telah membatalkan kerjasama dengan perusahaan kita."
"Kalau begitu kita atasi itu dulu kita harus mencari cara agar mereka kembali mau bekerja sama dan menanamkan saham mereka lagi di perusahaan kita."
"Iya Pa rencananya besok kita akan mengadakan meeting."
__ADS_1
"Kalau begitu papa ikut."