Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 27 Niatnya meledek malah diledek


__ADS_3

Setelah sampai di kantin sambil menunggu pesanan makanan mereka bertiga mengobrol.


"Kalian kenal darimana sama Dion?"


"Tadi sepulang dari pesta dia ngejar kami katanya istrinya om Dion ngidam pengen di peluk kami."


"Cih ada-ada saja tuh calon bayinya Dion masih di dalam kandungan aja sudah aneh, jangan-jangan pas udah keluar nanti tuh baby genit lagi."


"Nathan dan Tristan hanya cekikikan mendengar gerutuan Zidane."


"Emang Dion mengatakan kalau dia kerja di sini?"


"Iya kata om Dion dia kerja di perusahaan besar makanya kami penasaran sama kantornya. Om Dion juga ngasih ini sama kami di sini juga tertulis perusahaan tempat om Dion bekerja," jelas Tristan panjang lebar sambil menyodorkan kartu nama yang diberikan Dion.


"Berarti kalian baru saja ketemu Dion?"


"Iya."


Berarti Dion tidak berbohong.


Zidane terdiam merenungi perkataan Dion tadi sebelum kedua anak ini datang ke kantor.


Flashback On.


Sepulang dari mengantar Vania buru-buru Dion mendatangi ruangan Zidane.


"Ada apa?" tanya Zidane yang saat itu sedang menandatangani beberapa berkas.


"Pak Zidane punya saudara?"


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Jadi kau datang ke ruangan ini dengan tergesa-gesa hanya untuk bertanya itu?" Zidane memberondong Dion dengan pertanyaan.


"Iya."


"Bukankah kamu tahu sendiri kalau saya anak tunggal."


"Iya maksud saya saudara sebapak atau seibu gitu?"


"Gak ada."


"Atau mungkin tuan Albert selingkuh atau punya istri simpanan gitu tapi kalian tidak tahu?"


"Heh, ni anak diberi hati minta jantung. Mentang-mentang diberi kesempatan boleh ngomongin tentang pribadi saya malah ngomong macem-macem," ucap Zidane sambil melempar kotak tissue ke arah Dion untung saja Dion lekas menghindar.


"Bukan begitu Pak tapi saya tadi melihat anak kecil yang wajahnya mirip sama bapak dan anak itu kembar lagi."


Mendengar Dion tetap ngotot dengan ceritanya Zidane mengambil ponsel dan menelpon nyonya Alberto.


"Ma ini Dion ngomong katanya papa punya anak dari selingkuhannya."


"Dion ngomong begitu?"


"Benar Ma bahkan Dion bilang kalau papa punya anak kembar yang wajahnya mirip dengan Zidane dari selingkuhannya tersebut."

__ADS_1


Mendengar Zidane menghubungi mamanya wajah Dion menjadi pucat pasi. Dion


menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mampus gue! Oh God tolong hamba mu ini," desis Dion.


Benar-benar nih ya pak Zidane kayak anak kecil main lapor segala. Apa yang harus ke katakan sama nyonya nanti?


"Nih mama mau ngomong sama. kamu." Zidane memberikan ponselnya pada Dion.


Dion dengan ragu menerima ponsel itu dan membawanya ke luar ruangan.


"Sebentar," katanya pada Zidane.


"Iya Nyonya ada apa?"


"Benar apa yang kamu katakan sama Zidane?"


"Maaf Nyonya bukan maksud saya mengatakan kalau tuan..., "


"Tidak masalah soal itu tapi apa yang kamu katakan tentang adanya anak kembar itu benar?"


"Benar Nyonya wajah anak kembar itu memang mirip dengan pak Zidane."


"Oke kalau begitu kamu atur aja supaya saya ketemu sama anak itu."


"Baik Nyonya saya akan usahakan."


Telepon pun berakhir. Akhirnya Dion bisa bernafas lega karena pada kenyataannya nyonya Alberto sama sekali tidak marah padanya.


Sedangkan nyonya Alberto di rumah bertanya-tanya dalam hati apakah sebelum berpisah Zidane dan Belva sempat tidur bersama karena hadirnya Belva seolah bersamaan dengan hadirnya anak-anak tersebut namun kalau memang Belva hamil anaknya Zidane tapi kenapa dia tidak pernah memberitahu. Bukankah Belva adalah wanita yang materialistis? bisa saja kan kehadiran anak tersebut dia manfaatkan untuk menguras duit Zidane.


Flashback Off.


"Eh ternyata kalian ada di sini." Dion terkejut melihat di kembar makan bersama Zidane di kantor ini.


"Iya Om kebetulan tadi kami lewat sini jadi kami mampir deh," ucap Tristan.


"Kalo begitu kebetulan juga istri saya pengin ngundang kalian di acara tujuh bulanan nanti tapi sebelumnya dia ingin ketemu kalian lagi. Apakah kalian bisa menemui istri Om besok?"


"Maaf Om kalau untuk beberapa hari ini kami masih ada acara," jawab Tristan disertai anggukan kepala Nathan."


"Terus kapan kalian bisa menemui istri Om?"


"Nanti kalo kami ada waktu kami akan telepon om Dion."


"Baiklah kalau begitu om tunggu kabar dari kalian."


"Siap Om."


"Cih ternyata benar apa yang dikatakan saya tadi," ucap Zidane.


"Memang apa yang dikatakan Bapak tadi?"

__ADS_1


"Calon baby om Dion kata paman Zidane genit," jawab Tristan.


"Enak saja." Dion tidak terima.


"Terus apa namanya kalau bukan genit? Masih dalam perut udah tahu sama orang ganteng atau jangan-jangan bukan baby-nya yang genit tapi ibunya yang suka sama brondong."


"Yaelah Pak kalau mereka itu bukan daun muda tapi masih tunas muda," protes Dion.


"Ya sama aja. Jangan-jangan kalau anak kamu nanti ketemu sama saya malah naksir secara kan wajah saya mirip-miriplah dengan mereka."


"Cih mana mungkin anak saya naksir sama om-om lebih tua dari bapaknya lagi."


"Bisa saja kan dia naksir sama mereka tapi tidak mereka ladeni. Jadi bisa saja anak kamu berpaling ke saya."


"Mimpi kali atau jangan-jangan bapak nikahnya mau nunggu anak saya gede?"


Zidane garuk-garuk kepala niatnya meledek Dion malah sendirinya yang diledek Dion karena sampai saat ini masih belum menikah juga.


"Jadi paman belum punya istri?" tanya Tristan.


"Belum dia mah belum bisa move on sama mantannya padahal sudah jelas-jelas dikhianati," ledek Dion.


"Siapa bilang?" bantah Zidane


"Buktinya sampai sekarang belum nikah-nikah juga."


"Itu mah ada alasannya."


"Emang apa alasannya paman?"


"Lain kali aja paman ceritanya sekarang kita makan dulu."


Akhirnya mereka makan berempat.


Selesai makan Nathan dan Tristan pamit kepada Dion dan Zidane.


"Paman dan Om Dion kami pulang dulu ya!" ucap keduanya sambil menyalami tangan Zidane dan Dion.


"Apa perlu saya antar?" Zidane menawarkan diri untuk mengantar mereka.


"Tidak usah paman kan diluar ada uncle Lexi."


"Yasudah. Dion kamu antarkan dia sampai pintu gerbang takutnya dua tersesat nanti."


"Baik Pak."


Sepeninggalnya mereka bertiga Zidane menghubungi Rama.


"Ram kamu ikuti anak kembar yang tadi bersama saya. Cari tahu info tentang dia termasuk dimana mereka sekarang tinggal!"


"Baik Bos."


Bersambung....

__ADS_1


Buat reader semua Author minta maaf ya karena beberapa hari ini tidak bisa up karena harus fokus jagain suami yang lagi sakit jadi tidak sempat buka app NT. Terima kasih buat yang masih setia mengikuti cerita ini. Love u all! ๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“


__ADS_2