
"Hai Naura lagi ngapain?" tanya Lexi setelah video call tersambung.
"Ini Om lagi bikin bab baru komik aku belum kelar-kelar nih dari tadi."
"Nggak capek ya seharian kerja terus malamnya masih harus update. Bukankah di situ sudah tengah malam ya?"
"Udah biasa Om lagian udah tahu tengah malam kenapa om teleponin Naura."
"Nggak iseng aja aku pikir kamu sudah tidur. Gimana PKL nya lancar nggak?"
"Lancar Om dan aku suka kerja di situ. Walaupun kata orang-orang bos saya tuh galak tetapi sama Naura dia baik banget Om. Om tahu beliau malah memberikan Naura gaji utuh kayak karyawan yang lain dan beliau juga berjanji akan membiayai kuliah Naura nanti dengan syarat kalau sudah lulus nanti Naura harus kembali ke perusahaan," tutur Naura dengan wajah yang ceria dan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya.
"Hebat dong berarti kerja kamu bagus itu sampai perusahaan menawarkan seperti itu kalau nggak tidak mungkin perusahaan akan memberikan penghargaan seperti itu. Selamat ya Naura om yakin kelak kamu akan jadi orang sukses. Semangat ya!"
"Terima kasih Om."
"Lex, Lexi!" Terdengar suara dari balik pintu kamar Lexi.
"Siapa Om?"
"Palingan mommy."
"Lex ayo makan malam," ajak mommy Laurens sambil berjalan ke arah ranjang anaknya.
"Bentar Mom!"
"Kamu teleponan sama siapa sih?" tanya mommy Laurens sambil melirik ke arah laptop anaknya karena penasaran.
"Cuma teman Mom."
"Teman?"
"Hai Tante apa kabar? Kata om Lexi Tante habis sakit ya!"
"Eh ia kemarin tapi sekarang sudah sembuh."
"Bohong tuh Naura. Mommy ngeprank aku supaya mau pulang," ucap Lexi sambil cemberut ke arah mommy nya membuat Naura terkekeh karena tidak biasanya laki-laki itu berekspresi seperti itu. Yang Naura tahu Lexi orangnya tegas namun kaki ini dia melihat ada sisi manja dari Lexi terhadap ibunya.
"Oh ya girl nama kamu siapa?"
"Naura Tante "
"Oh ya kata Lexi kami itu temannya tetapi kok manggil anak Tante 'Om' sih?"
__ADS_1
"Itu karena umur Naura jauh di bawah Om Lexi Tante."
Mommy Laurens melirik ke arah anaknya.
"Emangnya nggak boleh ya Mom temenan sama yang lebih muda?" protes Lexi karena tidak suka dengan lirikan mommy nya.
"Boleh siapa bilang nggak boleh."
"Sudah kerja atau masih kuliah?"
"Masih kelas dua SMK Tante."
"Oh."
"Tapi hebat ya masih SMK tapi kerjanya dianggap melebihi yang lulusan kuliah," batin Laurens.
"Maaf ya Tante pinjem teman kamu dulu buat makan malam bareng."
"Silahkan Tante."
"Ternyata mommy nya om Lexi ramah banget," batin Naura.
"Om sana makan malam dulu."
"Baiklah aku tutup teleponnya dulu ya! Besok malam kita sambung lagi. Kamu kalau belum kelar juga tuh komiknya mending lanjut besok aja. Kamu kan harus istirahat apalagi besok pagi kan harus berangkat kerja."
"Katanya teman tapi kok perhatian," goda mommy Laurens.
"Yang namanya teman kan memang harus perhatian Mom."
"Tapi berlebihan. Jangan-jangan kamu tuh, apa ya istilahnya anak-anak di sana, Oh TTM."
"Apaan tuh Mom?"
"Teman tapi mesra."
"Ah mommy, sudah yuk daddy pasti sudah nungguin di meja makan."
Benar saja sesampainya di meja makan Tuan Abraham ayah dari Lexi sudah menunggu istri dan anaknya. Setelah berkumpul lalu mereka menyantap makan malam. Setelah makan malam usai seperti biasa mereka mengobrol dari hal-hal ringan sampai yang berat-berat tentang pekerjaan.
"Lex benar gadis tadi teman kamu?" tanya Mommy Laurens memastikan.
"Ia Mom, nggak percayaan sih sama Lexi."
__ADS_1
"Kayaknya mommy lebih setuju deh kalau kamu sama gadis tadi ketimbang perempuan itu."
"Perempuan yang mana maksud Mommy?"
"Perempuan yang tinggal sama dokter itu."
"Kok Mommy tahu?"
"Belum tahu ya kalau mata dan telinga mommy ada dimana-mana."
"Ia deh Lexi tahu mommy punya banyak cctv berjalan. Tapi Mom Lexi menyukai wanita itu."
"Tapi mommy nggak suka. Bukankah kamu sudah ditolak ya sama perempuan itu? Kamu ingat keluarga kami pantang ditolak jadi kalau dia sudah menolak mu ngapain kamu masih ngejar-ngejar dia? Dan satu lagi mommy nggak suka karena perempuan itu tinggal di rumah laki-laki tanpa hubungan yang jelas. Kalau sampai kamu sama dia mommy malu. Nanti disangkanya anak mommy hanya dijadikan pelarian saja sama wanita itu."
"Mom, mommy nggak tahu aja sih Annete tuh wanita baik-baik Mom. Makanya saking baiknya dia sampai rela mau merawat anak dokter itu. Lagian budaya kita kan tidak mempermasalahkan hal yang begituan."
"Tapi Mommy nggak suka. Dia baik atau memang menyukai dokter itu? Pokoknya mommy nggak setuju ya. Bayangkan saja kalau kalian menikah dan anak itu masih bergantung pada Annete bisa-bisa keharmonisan rumah tangga kalian terganggu apalagi dokter itu menyukai Annete. Mommy yakin kalian pasti sering berantem karena salah paham."
"Hem belum dijalani sudah dibayangkan. Sudahlah Mom jangan bahas begituan dulu, aku mau fokus mengurus perusahaan daddy dulu. Ternyata capek ya Dad ngurus perusahaan."
"Baru ngerasa kamu ya! Makanya sejak lama Daddy kamu meminta agar kamu menggantikan posisinya ya karena lelah. Apalagi usia Daddy kamu sudah semakin tua. Eh kamu malah memilih mengelola cafe ketimbang memegang perusahaan. Pokoknya nanti perusahaan mommy di pegang juga ya!"
"Astaga Mommy baru aja belajar masa disuruh langsung pegang dua perusahaan sekaligus. Kalau tahu begini lebih baik Lexi nggak pulang dari Indonesia dan mengendalikan semua cafe dari sana."
"Eh si Naura itu punya pacar belum?" Bukannya mendengarkan keluh kesah anaknya malah bertanya hal lain.
"Udah, kepo amat sih."
"Apa tuh kepo?"
"Au ah."
"Sayang padahal mommy mau jodohin dia sama kamu."
"Mommy ih udah tahu dia masih bocah masih aja ngarep. Mana mau Lexi sama anak kecil."
"Tapi mommy suka dia biarpun masih bocah tapi dia pintar. Dia tuh calon mantu idaman. Mommy harap dia jadi mantu mommy. Kalau itu sampai terjadi mommy bisa bernafas tenang. Kamu bisa pegang perusahaan Daddy dan dia bisa pegang perusahaan mommy dan mommy akan memilih menjaga cucu-cucu mommy di rumah. Sempurna!" ucap mommy Laurens sambil tersenyum membayangkan khayalannya.
"Astaga! Itu namanya mommy cari calon pekerja bukan cari calon mantu," kesal Lexi.
"Mommy kan pengen dua-duanya," ucapnya sambil menatap Lexi dengan tersenyum sumringah.
"Kasihan Naura kalau begitu Mom."
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih masih setia membaca. Author udah double up ya! Jangan lupa like, komen, favorite, rate bintang lima dan vote-nya mumpung mau Senin( Komplit ya๐ฅฑ๐) Terima kasih.๐