Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
210. Runyam


__ADS_3

Esok hari Angel beserta Edrick, sang suami dan bayinya mengunjungi Annete yang kini sudah pulang dari rumah sakit. Ternyata sampai di sana sudah ada Andy dan Yuna yang juga memboyong bayi mereka.


"Hei kita kayak janjian ya ke sini nya," tegur Andy.


"Iya ya Dy soalnya dia tuh ngebet banget lihat bayinya Annete dan Adrian," sahut Edrick menunjuk Angel.


"Zidane nggak ikut?" tanya Adrian.


"Nggak, mungkin nanti malam atau besok baru bisa dia ke sini katanya harus nganterin si kembar karena hari ini ada acara di sekolahnya."


"Oh iya ya aku lupa. Soalnya hari ini Adel pergi sama Anisa dan Farhan. Juju siapa yang dampingi ke sekolah?"


"Sama mama, dia."


"Oh."


Saat para lelaki sedang asyik mengobrol Angel dan Yuna memilih melihat bayi Annete yang kini sedang anteng dalam box bayi.


"Cowok juga ya Net kayak baby-ku," ujar Angel.


"Iya Gel samaan kita. Biar mereka temenan nanti kayak kita." Annette tersenyum.


"Wah berarti punyaku sendirian yang cewek ya," sambung Yuna.


"Nggak apa-apa Yun kan lucu tuh kalau cewek model bajunya bagus-bagus terus rambutnya bisa diikat macam-macam. Lucu deh pokoknya." Angel berucap sambil tersenyum membayangkan dirinya punya anak perempuan.


"Tapi kayaknya Andy kurang senang, dia pengen punya anak cowok. Mungkin karena Juju sudah cewek." Yuna terlihat begitu sedih.


"Saya pikir tidak masalah Yun kan Juju anak Andy dari wanita lain sedangkan dia anak kamu. Saya pikir meskipun sama-sama cewek tapi kan berbeda. Kalau pengen cowok ya tinggal buat lagi," timpal Annete.


"Ah nggak lah Net kan si dedek masih kecil masak disuruh produksi lagi," tolak Yuna sambil mengelus-elus pipi mungil Khalisa, putrinya.


Para perempuan hanya tertawa cekikikan.


"Ada apa sih kok ketawa-ketawa?" tanya Edrick curiga sambil berjalan ke dalam kamar Annete menghampiri Angel.


"Pegangin baby Elfano dulu ya," pinta Angel sambil menyerahkan bayi dalam gendongannya ke dalam pangkuan Edrick dan Edrick pun dengan hati-hati menggendong putra kecilnya.


"Net aku numpang kamar mandinya ya, mau pipis," izin Angel.


"Silahkan Gel."


Angel pun masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar Annete. Beberapa saat kemudian keluar dan mendekati box bayi Annete.


"Aku gendong ya Net."


"Gendong aja Gel."

__ADS_1


"Siapa namanya?"


"Ayden."


"Oke, Ayden Tante gendong ya."


"Iya Tante." Annette yang menjawab menirukan suara anak kecil.


Angel menggendong bayi Annete dengan hati-hati karena masih merah dan mungil. Kemudian berjalan ke arah Edrick untuk membawanya ke baby Elfano.


"Nih sayang teman kamu nanti kalau udah gede." Angel berbicara pada bayinya sendiri.


"Iya Mom nanti dia jadi temen aku buat main perang-perangan," sahut Edrick menirukan suara khas anak kecil.


"Nggak ada yang mau main sama anak aku ya?"


"Aish, pastilah Yun mereka juga main sama anak kamu nantinya. Kan mereka bertiga seumuran cuma beda usia bulanan saja."


"Kenapa dia? Kok mukanya lecek kayak benang kusut?" tanya Edrick penasaran melihat Yuna tidak bersemangat. Biasanya wanita itu terlihat selalu tegar dan bersemangat tidak seperti sekarang ini.


"Katanya Andy kecewa bayi yang dilahirkan Yuna cewek," sahut Annete.


Edrick mengernyit. "Kok begitu sih? Ada-ada saja tuh Andy mentang-mentang sudah aja Juju."


Angel dan Annete hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu.


"Apa sih Rick serius amat?" tanya Andy lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke dalam kamar.


"Lo apakan istri Lo sampai kayak gitu?"


"Emang diapakan? Nggak diapa-apain kok." Andy berjalan ke arah Yuna yang kini memberengut.


"Kenapa sayang Edrick ganggu kamu?" tanya Andy sambil duduk di samping Yuna dan menyentuh pipi halus Khalisa putrinya. Dia mencoba mengajak putri kecilnya itu bicara meski sebenarnya bayi itu belum bisa ngomong.


"Cih aku dulu sering ngegoda dia dianya nggak pernah ngambek kayak gitu."


"Yun seharusnya kamu nggak nikah sama Andy kalau ingin punya anak cowok. Andy itu nggak pintar buat anak cowok," ujar Edrick lagi sambil terkekeh.


"Seharusnya kamu terima tawaran aku aja untuk nikah sama aku dulu, eits." Edrick menabok mulutnya sendiri. Dia yang memang suka mengganggu Yuna sejak dulu mulutnya lemes hingga jadi keceplosan padahal dia sudah punya istri sekarang. Alhasil netra Angel melotot ke arahnya.


"Kenapa nggak nikah saja sama Yuna biar aku nikahnya sama Louis saja." Angel ngambek kemudian dengan hati-hati meletakkan bayi Annete ke tempat semula dan mengambil putranya kembali dalam gendongan Edrick.


"Awas bayiku jangan dilempar," ujar Adrian karena melihat Angel ngambek.


"Kok bawa-bawa Louis sih," protes Edrick.


"Abisnya kamu bawa-bawa masa lalu kamu sih."

__ADS_1


"Aku kan cuma bercanda sayang, aku sama Yuna tidak ada apa-apa. Aku hanya iseng ganggu dia saja."


"Syukurin," cercah Andy.


"Ya ampun kalian kok jadi berdebat di sini sih." Annete jadi pusing bukannya menenangkan Yuna mereka malah bertengkar sendiri.


"Oh jadi kamu ngambek gara-gara anak kita nih," ujar Andy.


"Maaf ya sayang yang aku ucapkan tadi malam jangan diambil hati ya. Aku memang ingin anak cowok agar bisa menggantikan aku nantinya mengurus perusahaan, tapi bukan berarti aku tidak sayang sama baby kita. Cowok ataupun cewek rasa sayangku akan tetap sama."


"Cewek juga bisa kok Mas ngurus perusahaan. Aku juga bisa kok ngurus perusahaanmu." Yuna masih dalam mode ngambek.


"Iya deh aku percaya, anak kita pasti pinter kayak maminya. Sudah ya jangan ngambek nanti kita buat lagi," ucap Andy sambil mengusap-usap punggung istrinya entah mengapa akhir-akhir ini Yuna jadi sensitif.


"Kalau cewek lagi?"


"Ya kita buat lagi."


"Kalau masih keluar cewek?"


"Ya kita buat terus sampai keluar cowok."


Yuna semakin ngambek, Andy tidak bisa mengambil hati istrinya.


"Astaga Dy kamu pikir Yuna mesin anak gitu? Kalau mas Adrian kayak gitu fix aku cari yang lain," ujar Annete.


"Kok ngomong gitu sih sayang," protes Adrian.


Louis yang baru datang dan kebetulan mendengar perdebatan para sahabatnya bersama istri-istrinya jadi tertawa.


"Ribet ya jadi bapak-bapak. Untung aku masih single. Hahahaha...."


"Tertawa Lo Lou. Seneng ya lihat kami berdebat. Tuh Angel mau balik sama elo," ucap Andy.


"Apaan sih," ujar Louis sambil melirik tidak enak ke arah Edrick.


"Dan Yuna sama Edrick," timpal Adrian."


"Duh apa-apaan sih ini?" protes Annete.


"Ternyata punya baby membuat otak kalian jadi sedikit oleng," ujar


Louis sambil geleng-geleng kepala.


๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak; Vote, hadiah dan komentarnya!๐Ÿ™ Terima Kasih love you all.๐Ÿฅฐ


__ADS_2