Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 173. Nasehat Annete dan Adrian


__ADS_3

Mampus aku, Annete pasti akan tahu semuanya. Bodoh kenapa tadi aku tidak mau diajak Louis ke rumah sakit sehingga dia tidak harus menelpon Adrian, dan kenapa juga dia harus kenal sama Annete dan Adrian sih? Angel merutuki diri sendiri.


Louis dengan sigap segera membawa Angel ke dalam mobil Adrian dan Adrian segera membawanya ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaannya Dokter?" tanya Adrian setelah dokter yang memeriksa Angel keluar dari ruang periksanya.


"Pasien sudah mendingan untung segera dibawa ke sini kalau tidak bisa saja dia mengalami keguguran karena ternyata pasien mengkonsumsi pil penggugur kehamilan."


"Apa pil penggugur kehamilan Dok? Memangnya dia hamil dokter?"


"Iya pasien dalam keadaan hamil." Annete menganga mendengar penjelasan dokter.


"Bagaimana kondisi janinnya Dokter?"


"Untung janinnya kuat jadi dia masih bertahan."


"Benarkah Dokter?" Adrian tidak percaya sebab pil yang Angel masukkan terbilang obat keras.


"Iya benar, Janin dalam kondisi baik sebab ostium atau lubang rahim masih belum terbuka. Kalau sudah terbuka kami tidak akan bisa berbuat apa-apa dan pasien bisa saja mengalami keguguran."


"Syukurlah," ucap Adrian sambil mengusap wajahnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu."


"Baik Dok terima kasih." Dokter tersebut pun berlalu dari hadapan mereka.


"Apakah kamu juga tidak tahu An?"


Annete menggeleng. "Aku tidak tahu Mas kalau dia hamil. Apakah waktu di Paris itu dia muntah-muntah pertanda morning sicknes Mas?"


"Bisa jadi waktu itu memang dia sudah hamil. Aku sebenarnya waktu itu sudah curiga tapi aku tidak mau berburuk sangka. Namun setelah aku lihat obat yang ditemukan di kamarnya tadi itu memang pil penggugur kandungan. Jadi saya bertambah yakin kalau dia menang benar-benar hamil dan sedang berusaha menggugurkan kandungannya. Makanya aku menyuruh Louis segera menggotongnya agar tidak terlambat."


Angel, Angel mengapa kau tak mau jujur padaku sih.


Annete lalu masuk ke dalam kamar rawat Angel dan menghampiri Angel yang kini menangis di atas brankar. Sedangkan Adrian dan Louis tidak ikut masuk. Mereka ingin memberi celah buat Angel dan Annete untuk bicara berdua.


Melihat Annete masuk Angel berusaha untuk duduk. "Net maafkan aku, aku tidak pantas menjadi temanmu. Aku wanita yang kotor Net dan sekarang aku malah hamil di luar nikah hiks...hiks...hiks... kamu boleh marah dan kamu juga boleh meninggalkan ku Net."


Annete langsung mendekap tubuh sahabatnya. "Kamu jangan berkata begitu Gel bagaimana pun kamu itu tetap sahabat saya. Sahabat di saat suka maupun duka. Kamu selalu ada di saat aku membutuhkanmu. Bahkan kalau kau tidak membantu ku waktu itu pasti aku sudah terperosok ke lembah hitam juga. Tapi mengapa kamu berbohong tentang kehamilan ini kepada ku Gel?"

__ADS_1


"Aku tidak ingin kamu kecewa dengan ku Net kalau tahu ini semua. Makanya ini aku tutupi darimu."


"Gel ku mohon kamu jangan melakukan hal nekat ini lagi ya. Kasihan janin dalam kandungan mu itu. Dia juga ingin hidup Gel. Jangan kamu bunuh dia." Mendengar ucapan Annete Angel semakin menangis.


"Jangan kau tutupi perbuatan dosa mu dengan dosa yang lainnya Gel. Kamu tidak ingin kan jadi pembunuh?"


"Tidak Net aku tidak ingin jadi pembunuh."


"Maka rawatlah dia. Meskipun dia terlahir dari kesalahanmu tapi dia tidak bersalah. Dia itu suci Gel. Mungkin inilah caranya Tuhan memberikan mu kesempatan untuk menebus segala dosa-dosamu di masa lalu. Rawatlah dia dengan ikhlas dan penuh kesabaran."


"Tapi dia akan hidup tanpa seorang ayah Net. Ayahnya sama sekali tidak ingin mengakuinya."


"Memangnya kamu tahu siapa ayahnya?"


Angel mengangguk.


"Siapa?"


"Edrick Net."


"Apa Edrick?" Annete terbelalak. "Dia harus mempertanggung jawabkan semuanya. Apakah kamu sudah memberitahukan semuanya?"


"Sudah Net seperti yang kukatakan tadi dia tidak mau mengakuinya karena mengganggap janin ini adalah anak orang lain."


"Iya Net cuma dia yang tidur dengan ku tanpa pengaman."


"Brengsek dia! Aku harus menemuinya sekarang juga." Annete berdiri dengan murka.


"Jangan Net, jangan!" Angel menarik pergelangan tangan Annete sambil menggeleng.


"Dia harus dikasih pelajaran."


"Jangan Net, jangan. Ku mohon! Kalau kau datang ke sana sama saja dengan mempermalukan ku. Aku sudah berjanji tidak akan mengemis lagi padanya. Dan aku tidak mau hidup dengan orang yang mengatai-ngatai ku wanita kotor meski kenyataannya aku memang begitu."


"Keenakan kalau dia dibiarkan seperti itu. Seenaknya mempermainkan wanita."


"Sudahlah Net ini semua salahku."


Adrian yang mendengar kemarahan Annete ikut masuk ke dalam ruang rawat diikuti Louis di belakangnya.

__ADS_1


"Ada apa An?"


"Temanmu Mas kayak binatang saja habis menyembur benih lalu pergi, sama sekali tidak mau bertanggung jawab."


"Maksudnya siapa sih?" Adrian tidak paham siapa yang dibicarakan Annete.


"Edrick, janin itu hasilnya Edrick," bisik Louis di telinga Adrian.


"Yang benar kamu Louis? Tahu darimana?"


"Dua hari yang lalu aku melihat Angel datang ke rumah Edrick dan dia minta tanggung jawab tapi Edrick tidak mau dan malah menghina dia."


"Benar-benar sih Edrick ya tidak pernah mau berubah, selalu saja main perempuan."


"Kamu tenang ya Net aku akan berbicara dengan Edrick siapa tahu dia nurut sama aku."


"Pokoknya dia harus tanggung jawab Mas, kasihan Angel."


"Iya-iya nanti saya akan coba bicara."


"Dan kamu Gel jangan pernah melakukan kebodohan ini lagi. Kamu tahu bahayanya menggugurkan kandungan, selain mengancam nyawa janin dalam kandungan, mengancam nyawamu dia itu juga bisa membuat wanita beresiko mengembangkan infeksi rahim. Bila tidak segera ditangani infeksi tersebut bisa menyebar ke saluran telur dan ovarium yang dikenal sebagai penyakit radang panggul. Penyakit tersebut bisa meningkatkan resiko kemandulan. Mau kamu tidak punya anak seumur hidup?"


"Tidak Dri."


"Aku yakin semua orang punya mimpi ingin menikah dan punya anak.Tidak peduli se hitam apa di kehidupan masa lalunya tapi suatu saat ketika dia menemukan jodoh yang mau menerima dia apa adanya maka dia pasti menginginkan seorang anak."


"Iya Dri terima kasih atas nasehatnya."


"Iya sama-sama, dan satu lagi Gel kalau kamu kesusahan merawat dia nantinya maka kami berdua siap merawatnya, iya kan Net?"


"Iya Mas."


"Tangan kami akan selalu terbuka untuk menerimanya Gel. Jadi kau rawatlah dia semasih dalam perut dengan memberikan asupan yang bergizi dan lahirkan lah meski seumpama kamu tidak menginginkannya sekalipun karena kami siap menampungnya."


"Terima kasih atas nasehat kalian berdua. Saya berjanji akan merawatnya dan mencintainya dengan sepenuh hati."


"Nah gitu dong Gel semangat. Itu baru namanya Angel sahabatku."


"Iya Net, makasih ya." Angel memeluk Annete dengan erat. Dia tidak menyangka sahabatnya ini masih mau menerima dirinya yang kini sudah hancur.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak!๐Ÿ™


__ADS_2