
Semenjak mengetahui dirinya hamil Angel mengingat-ingat kembali dengan siapa saja dia tidur setelah implan tersebut kadaluarsa. Hasilnya, dari ingatannya semua pria yang membelinya selalu memakai pengaman saat berhubungan intim dengannya. Mungkin mereka jaga-jaga agar tidak terkena penyakit kelamin. Dari semua lelaki yang tidur dengannya hanya ada dua pria yang tidak memakai pengamanan waktu itu yaitu, tuan Max saat ingin membantu Annete kabur dan Edrick.
Angel memikirkan dari keduanya siapa sekiranya yang telah membuatnya hamil. Tuan Max kah? Atau justru Edrick?
"Akh.. bagaimana aku harus memutuskan siapa diantara mereka?" Angel bergumam sendiri. Memikirkan hal itu membuatnya hampir stres.
Tapi tunggu dulu bukankah waktu itu tuan Max menghentikan permainannya di tengah-tengah? Jadi tidak mungkin anak ini adalah anaknya. Kalau begitu berarti anak ini adalah anak Edrick. Aku harus mencarinya. Dia harus bertanggung jawab. Anak ini butuh sosok ayahnya.
Angel langsung menyambar tasnya dan mengambil ponsel di dalamnya. Dia langsung menghubungi Edrick tapi sayang teleponnya tidak diangkat. Angel langsung beralih menelpon Adrian untuk menanyakan alamat rumah Edrick dengan berbohong bahwa barangnya ada yang terbawa oleh Edrick.
Setelah mendapat alamat rumah Edrick Angel langsung mendatangi rumah tersebut.
"Cari siapa Ning?"
"Edrick nya ada pak satpam?" Untung saja Angel bisa berbahasa Indonesia karena belajar dari Annete.
"Ada Ning!" Pak satpam berucap sambil membuka pintu pagar.
"Ayo Ning masuk, tuan Edrick ada di kamarnya, kebetulan tadi ada temannya yang datang.
"Iya Pak." Angel pun mengikuti langkah pak satpam menuju pintu rumah.
"Bik tolong bilang sama tuan Edrick ada tamu yang ingin bertemu dengannya."
"Baik pak satpam, silahkan duduk dulu Nona!" Asisten rumah tangga tersebut tampak menaiki tangga dan memanggil majikannya. Setelah beberapa saat turun kembali dan menghampiri Annete.
"Tuan Edrick meminta Nona menuggu, sebentar lagi tuan Edrick turun. Saya permisi dulu Nona." Bibi itu pergi dari hadapan Annete dan berlalu ke dapur untuk membuatkan minuman.
Beberapa saat kemudian Edrick turun.
"Kamu Gel ada apa ya, apa ada barangmu yang tak sengaja aku bawa?" Angel menggeleng.
__ADS_1
"Atau kamu kangen ingin bersenang-senang lagi dengan ku?" Angel masih menggeleng.
"Terus ada apa?" Edrick langsung bicara serius setelah melihat wajah Angel tampak serius.
Angel menekan dadanya yang teras sesak. Dia sebenarnya malu untuk meminta pertanggung jawaban Edrick mengingat dirinya hanyalah wanita kotor. Tapi demi calon bayinya dia harus melakukan semua ini. Dia tidak mau anaknya terlahir tanpa seorang ayah.
"Aku hamil Rick."
"Hahaha...kamu aneh Gel hamil kok malah datang ke sini bukannya ke dokter kandungan. Kamu salah alamat seharusnya kamu tuh datang pada Adrian bukan padaku. Dia itu yang dokter obgyn bukan aku." Edrick malah menertawakan Angel.
"Rick aku ke sini bukan ingin memeriksa kandungan tapi ingin meminta pertanggungjawaban."
"Apa! Apa maksudnya?" Edrick syok mendengar perkataan Angel.
"Bayi dalam kandunganku adalah anakmu jadi aku minta kamu menikahi aku." Angel berkata sambil menunduk sadar dirinya tidak pantas berkata seperti itu.
"Tidak Gel, mana mungkin aku menikahi mu? Kita tidak saling mencinta dan belum tentu bayi dalam perutmu itu adalah benihku. Kau biasa tidur dengan sembarang orang bisa saja kan dia anak dari salah satu dari mereka, bukan anakku?"
"Tidak-tidak aku tidak bisa menikahi mu, dia bukan anakku. Bisa saja kan salah satu pengaman dari mereka ada yang bocor. Bisa saja pengaman yang mereka pakai itu kualitasnya rendah jadi kemungkinan bobol."
"Rick aku mohon percayalah bahwa janin ini adalah anakmu."
"Bagaimana aku bisa mempercayainya Angel kalau kau bukan wanita biasa. Kalau saja kau wanita yang hanya tidur denganku, aku pasti akan langsung menikahi mu ketika tahu kamu hamil tapi kenyataannya kau adalah wanita kotor."
Deg.
Hati Angel terasa bergemuruh mendengar ucapan Edrick. Dadanya bertambah sesak, keringat dingin bercucuran dari pelipisnya. Dunia seakan gelap di hadapannya. Angel tahu dan sadar betul dirinya memanglah bukan wanita yang suci tapi mendengar perkataan wanita kotor dari mulut Edrick mengapa hatinya begitu sakit. Kalau bukan karena bayinya dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di tempat ini sekarang. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja.
Melihat Angel menangis Edrick berkata dengan lembut, "Begini saja Angel kau besarkan saja anak itu nanti dan aku akan membantu berapapun biaya yang kamu butuhkan tapi mohon maaf aku tidak bisa menikahi mu."
Angel mengusap air matanya. "Tidak perlu Rick aku tidak butuh uangmu. Mulai saat ini aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di rumahmu ini dan saya janji tidak akan mengganggumu ataupun meminta pertanggung jawabanmu lagi. Permisi."
__ADS_1
Angel berbalik dan keluar dari rumah itu, dia tidak mau menoleh lagi bahkan ketika asisten rumah tangga Edrick memanggilnya untuk meminum minumannya dulu yang kini ada dalam nampan yang dibawanya. Bagi Angel hidup harus terus berjalan ke depan apapun yang ada di belakang yang tidak bisa menghargainya tidak perlu ia bawa ke masa depan.
Sedangkan Louis yang tadinya ingin mengambil minuman ke dapur terpaksa menghentikan langkahnya ketika mendengar pembicaraan Edrick dan Angel. Dia memutuskan untuk bersembunyi dan menguping pembicaraan keduanya.
Gila Edrick sudah menghamili anak orang tidak mau bertanggung jawab lagi.
Setelah Angel pergi Louis keluar dari persembunyiannya.
"Gila kamu Bro tidak mau bertanggung jawab sama anak orang." Louis langsung protes.
"Dia itu pelacur Louis tidak pantas gue nikahi."
"Cih, berasa kayak suci saja dirimu Rick pake bilang orang lain kotor. Hei Rick kita mah tidak ada bedanya sama dia, sama-sama kotor bedanya cuma satu kita keluar duit karena harus bayar dan dia menerima upahnya karena dibayar selebihnya sama saja."
"Hei Louis kenapa kamu malah ikut campur urusan gue, kalau Lo mau Lo nikahi saja dia. Berisik banget sih."
"Baiklah kalau begitu aku akan nikahi dia, tapi kamu jangan menyesal ya kalau nanti anakmu tidak mau mengakui mu sebagai ayahnya dan malah menganggap aku ayah kandungnya." Edrick menganga mendengar perkataan Louis.
Louis meninggalkan tempat itu dan berlari mengejar Angel namun ternyata Angel sudah berjalan jauh dari rumah Edrick. Louis langsung mengeluarkan mobilnya dan menyusul Angel.
"Nona ayo saya antar," ucapnya pada Angel.
"Maaf kamu siapa ya?"
"Saya hanya orang yang kebetulan lewat di sini. Ayo saya antar sepertinya keadaanmu sedang tidak sehat." Louis melihat Angel berjalan sambil meringis.
Sebenarnya Angel ingin menolaknya namun karena perutnya terasa sakit dia terpaksa menerimanya.
"Baiklah terima kasih," ujarnya sambil masuk ke dalam mobil Louis.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak!๐