Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 181. Cemburu


__ADS_3

" Yuk Gel!" ajak Louis pada Angel.


"Ayo kemana?"


"Kita nikah." Angel terbelalak mendengar ajakan Louis.


"Bercanda mu nggak asyik Lou."


"Siapa yg bercanda aku malah serius."


"Aku setuju kalau kalian bersatu," sambung Annete.


"Aku juga, daripada nunggu Edrick tanggung jawab mending kamu nikah saja sama Louis, Gel," timpal Adrian.


Angel menggeleng. "Maaf Lou tidak bisa kita kan baru saja saling mengenal belum nyampe sebulan juga. Kita sama-sama belum tahu karakter kita masing-masing. Aku takut kamu kecewa nantinya kalau tahu siapa sebenarnya diriku ini. Selain itu kamu tahu sendiri kan kondisi diriku. Kamu orang baik Lou jadi kamu berhak mendapatkan wanita yang baik pula tidak seperti diriku yang hina ini."


"Kamu ngomong apa sih Gel? Kamu bagiku itu sudah terlalu baik. Jadi untuk apalagi aku ragu padamu. Pengenalan diriku terhadap mu sudah dalam meski kita baru saja saling mengenal satu sama lain. Izinkan aku menjadi ayah dari anakmu ya Gel."


"Lo kamu serius?"


"Iya aku serius Gel. Aku sudah tahu semua tentang masa lalu mu dan satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku tulus mencintaimu." Mendengar ucapan Louis, Angel merasa terharu.


"Berikan aku waktu Lou. Aku akan belajar untuk mencintaimu karena aku tidak mau menikah denganmu tanpa cinta." Bukan tanpa alasan Angel mengatakan itu semua. Karena kalau memang ia harus menikah dengan Louis ia kasihan pada Louis kalau dia tidak bisa memberikan perasaannya apalagi dia pun tidak akan bisa melayaninya sebagaimana layaknya seorang istri karena dia mengandung anak orang lain. Dia harus menunggu sampai bayinya lahir untuk bisa memberikan hak Louis sebagai suaminya nanti. Terus apa yang bisa didapatkan Louis dari dari pernikahan tersebut?


"Pasti aku akan menunggu," ucap Louis serius.


"Tapi kalau kau mau aku tidak masalah kalau kamu mau belajar mencintai ku nanti setelah kita menikah bukankah anak yang kau kandung juga membutuhkan seorang ayah," ucapnya kemudian dengan mantap.


Angel mengangguk. "Kasih aku waktu," ucapnya sekali lagi dia berharap agar bisa secepatnya mengganti nama Edrick dengan Louis di hatinya.


"Oke."


Angel mengangguk. "Terima kasih atas pengertiannya.


Beberapa hari kemudian setelah pernikahan Annete dan Adrian, Louis semakin nempel saja pada Angel. Dia berharap semakin dekat dirinya dengan Angel lama-lama akan membuat Angel jatuh cinta padanya. Dia sering membantu pekerjaan Angel mengirimkan barang pada pemesan ataupun mengantarkan Angel untuk mengambil stok barang di pabrik sedangkan Edrick tak pernah ada kabar.


Satu bulan berlalu.


Suatu hari Angel harus mengambil barang-barangnya sendiri ke pabrik karena Louis tidak bisa mengantarkannya karena ada kesibukan sendiri.


Ketika sedang membawa barang-barangnya ke luar pabrik dan menunggu taksi di pinggir jalan raya dia melihat Edrick mengendarai mobilnya dan mendekat ke arah Angel. Angel memalingkan muka berharap Edrick tidak mengenalnya karena mulai hari ini Angel sudah memutuskan untuk berhijab. Dia mau belajar mengubah penampilannya yang terbilang seksi selama ini.


Namun ternyata penampilannya yang berubah tidak membuat Edrick tidak mengenalinya.


"Angel!" Dia turun dari mobilnya dan mendekati Angel.


"Mau apa sih dia kemari?" Angel ngedumel sendiri dalam hati mengapa harus bertemu dengan orang yang benar-benar ingin ia lupakan selama ini.


"Aku antar Yuk!"


Ngapain sok baik dia. Angel tetap cuek pura-pura tidak melihat.


"Gel aku minta maaf," pinta Edrick.


Kemana sih taksi yang aku pesan tadi, lelet amat. Masih demo kali ya.

__ADS_1


"Gel kamu dengar aku nggak sih?" Edrick agak kesal karena Angel terkesan cuek dan tidak menggubris perkataannya.


Angel tetap bungkam walaupun jujur ia masih ada rasa sama pria dihadapannya ini tapi dia masih terlalu jengkel dan malas bicara padanya.


Kebetulan ada angkutan umum yang melintas di hadapannya. Angel melambaikan tangan agar angkutan umum tersebut berhenti. Edrick menarik pergelangan tangan Angel namun dengan sigap Angel melepaskannya.


Setelah berhenti dia langsung masuk ke dalamnya sedangkan Edrick mencoba mengambil barang-barang Angel dan akan memasukkan barang-barang tersebut ke mobilnya.


"Pak itu barang-barang saya tolong diambil ya pak," pintanya pada kernet.


"Baik Neng." Kernet tersebut mengambil barang-barang Angel dan memasukkan ke dalam mobilnya.


"Jalan Pak!"


Sopir pun melakukan mobilnya kembali menyusuri jalanan.


Edrick berteriak, memanggil-manggil nama Angel namun Angel tetap tidak merespon. Edrick pun segera memasuki mobilnya dan mengejar mobil yang ditumpangi Angel agar dirinya bisa tahu Angel tinggal di mana.


Di dalam angkutan umum Angel tertegun mendapati seorang yang pernah memakai jasanya dulu.


"Angel kan?" Angel mengangguk ragu takut-takut orang ini akan mengungkit masa lalunya di depan umum.


"I...iya."


"Wah berubah penampilan ya, tapi tidak apa-apa bagus, masih cantik kok." Pria tersebut menatap wajah intens wajah Angel membuat Angel merasa risih.


"Kebetulan kamu ada di sini, bagaimana kalau aku memesan mu kembali?"


"Maaf aku sudah berhenti."


"Cih kamu pakai pakaian begini hanya ingin menyembunyikan identitasmu kan?"


"Aku tidak percaya kamu benar-benar berhenti." Pria tersebut berbisik di telinga Angel membuat wanita tersebut menggeser tubuhnya. Namun sayangnya pria tersebut ikut bergeser bahkan nekat meremas bokong Angel.


Plak. "Jaga tanganmu ya!" Angel memukul keras lengan pria tersebut.


"Ada apa Neng?" tanya pak kernet.


"Dia kurang ajar Pak sama saya."


"Pak, Bapak jangan begitu kalau tidak ingin saya turunkan di tengah jalan," tegur pak kernet.


"Cih wanita pelacur seperti dia memang pantas dikurang ajari." Pria tersebut berkata dengan keras sehingga membuat semua penumpang menoleh ke arah Angel.


"Masa sih wanita baik-baik seperti dia dikatakan pelacur?" Seorang penumpang perempuan merasa tidak percaya.


"Wah nggak nyangka ya ternyata dia seorang psk," timpal yang lain.


"Ternyata pakaiannya hanya di jadian kedok semata," ucap yang lainnya.


"Cantik-cantik kerja begituan."


"Kalau tidak cantik mana laku."


"Kalau nama baik kamu ingin aku pulihkan kembali maka kau harus mau melayani ku lagi." Pria itu berbisik lagi di telinga Angel membuat hati Angel menjadi meradang.

__ADS_1


Kata-kata penumpang terus terngiang-ngiang di telinga Angel. Sehingga ia memilih menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dia merasa dipermalukan oleh pria tersebut.


Stop pak stop!" Angel meminta sopir berhenti di tengah perjalanan.


"Yakin Neng mau berhenti di sini?"


"Ia Pak tolong turunkan barang-barang saya!"


"Baik Neng." Kernet pun menurunkan barang-barang Angel.


"Sudah Neng."


Angel memberikan ongkos namun sebelum keluar dia berkata pada pria tersebut, "Kalau Anda belum kere banyak wanita penghibur di luar sana yang bisa melayani Anda. Tapi saya pikir Anda sudah kere karena memaksa orang lain yang tidak mau melayani Anda. Mungkin Anda cari yang gratis."


"Ibu-ibu hati-hati saja dia bisa melakukan hal yang tidak senonoh pada ibu-ibu setelah saya di dalam angkutan umum. Saya pikir dia naik kendaraan ini hanya ingin melakukan aksi pelecehan terhadap para penumpang." Angel harus balik mempermalukan pria tersebut dia tidak boleh kalah.


"Huuuuu....." Ibu-ibu menimpuk pria tersebut dengan tas dan barang-barang belanjaannya.


Angel langsung berdiri dan,


Bug. Angel menendang ******** pria tersebut hingga pria tersebut mengerang kesakitan.


Rasain Lo suruh siapa mau bermain-main denganku.


Angel turun dari angkutan tersebut dengan kemarahan yang belum mereda. Namun tiba-tiba amarahnya menjadi kesedihan tatkala mengingat masa lalunya akan terus menghantuinya. Tak terasa air mata menetes di pipinya.


Mengapa sesulit ini untuk hijrah ke jalan yang benar?


Tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Gel, Angel!" Angel tidak menoleh dia pikir itu Edrick. Dia kesal, Edrick dan pria tadi tidak ada bedanya.


"Angel!" Suara tersebut semakin dekat sepertinya bukan Edrick. Angel menoleh.


"Louis."


Louis berjalan ke arah Angel setelah menepikan mobilnya. "Kenapa kamu menangis Gel, apa ada yang menyakitu mu?"


"Aku sedih Lou ternyata meski aku sudah berubah orang-orang tetap menganggap ku hina, hiks hiks hiks...." Louis langsung membawa Angel dalam dekapannya. Dia mengusap-usap punggung Angel.


"Sabar Gel, tidak usah dengerin kata orang selama kamu berjalan di jalan yang benar."


"Lou apakah penawaran mu waktu itu masih berlaku?"


"Penawaran apa?" Louis tidak paham apa yang dimaksud Angel.


"Mau menikahi aku."


Louis tersenyum. "Tentu saja. Apakah kau sudah mau menikah denganku?"


Angel mengangguk. "Cuma kamu yang bisa mengerti aku, menerima masa laluku. Aku pun sudah mulai menyukai dirimu. Dan aku akan terus berusaha agar perasaan itu berkembang menjadi cinta."


Louis mengangguk. " Marilah kita berjalan bersama meniti masa depan yang lebih baik. Masa lalu tidak bisa dihilangkan tapi kita bisa memetik pelajaran darinya."


Angel mengangguk dan semakin erat memeluk Louis. Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seorang pria yang mengawasi mereka. Ketika mendengar pembicaraan mereka yang memutuskan untuk menikah hatinya meradang. Apalagi saat melihat Louis memeluk Angel dia hanya bisa mengepalkan tangan tanpa bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak!


__ADS_2