Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 58. Orang di Balik Layar


__ADS_3

"Tuan ada yang gawat Tuan." Seorang laki-laki masuk ke dalam sebuah ruangan di dalam hotel.


Andy tampak mengerutkan keningnya. "Ada apa?"


"Tuan, Tuan Zidane sudah mendapatkan gambar Derly bahkan identitasnya pun sekarang sudah di dapat bahkan orang-orangnya pun sekarang sedang bergerak mencarinya."


"Tarik Derly ke luar negeri yang tidak mungkin mereka pikirkan. Buatkan paspor dengan identitas yang palsu dan pastikan Derly tidak akan buka mulut kalau sampai orang-orang mereka menemukannya kalau perlu kita habisi dia."


"Baik Tuan."


"Hahaha... biarkan mereka sibuk mencari Derly padahal musuh utama mereka ada di sini."


Andy menyandarkan tubuhnya ke sofa mencoba memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja.


Maafkan aku Valen aku terpaksa menjadi jahat seperti ini. Aku harus membalaskan dendam atas kematian mu dan anak kita. Zidane harus merasakan apa yang aku rasakan. Kehilangan orang yang dicintainya.


Flashback On.


Zidane dan Andy tumbuh bersama, bermain bersama dan sekolah bersama. Umur mereka hanya terpaut beberapa bulan saja.


Suatu hari Zidane kecil yang sedang bermain dengan Andy tiba-tiba jatuh sakit, tubuhnya demam dan kejang-kejang.


Saat itu Laras segera melarikan Zidane ke rumah sakit dan semenjak itu Zidane sering keluar masuk rumah sakit.


Karena keadaan Zidane yang lemah keluarganya terlalu memanjakannya apa yang Zidane inginkan mereka selalu menuruti.


Tak jauh dari kedua orang tuanya mama dari Andy pun juga melakukan hal yang sama dia meminta Andy selalu mengalah dengan Zidane dengan alasan bahwa Andy lebih sehat dan lebih tua daripada Zidane.


Andy yang salah paham merasa semua orang lebih menyayangi Zidane daripada dirinya.


Saat masuk sekolah Andy selalu kesal karena selalu kalah dengan Zidane. Zidane selalu juara kelas dan dirinya hanya peringkat kedua. Dia merasa mengapa dirinya selalu jadi yang kedua.


Hingga ketika memasuki bangku kuliah mereka menyukai satu gadis yang sama. Valen gadis cantik dan manis yang menjadi pelabuhan hatinya. Gadis itu baru pindah beberapa bulan yang lalu dari kampus sebelumnya.


Hari itu dia membawa bunga untuk diberikan kepada Vallen. Saat itu dia ingin jujur atas perasaannya. Namun dia mengurungkan niatnya tatkala melihat Zidane sudah terlebih dulu mengungkapkan perasaanya. Dia terdiam di balik pintu ruangan. Mendengarkan apa saja yang dibicarakan keduanya.


Sebenarnya saat melihat Zidane mengatakan perasaannya pada gadis itu Andy benar-benar putus asa dengan perasaannya sendiri tapi dia tidak menyangka jawaban gadis itu diluar perkiraannya. Gadis itu malah menolak Zidane.

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa menerima mu," jawab Valen waktu itu.


"Kenapa? Apa di hati kamu sudah ada yang lain?" tanya Zidane.


"Iya." Valen menunduk tidak berani menatap wajah Zidane.


"Jadi ku mohon jangan ganggu aku lagi," lanjutnya.


"Katakan siapa yang ada di hatimu?"


"Maaf aku tidak bisa menjawabnya."


"Katakan atau aku akan terus mengganggumu!"


Valen menarik nafas lalu berkata, "Andy."


"Andy? Andy siapa?"


"Andyka Setiawan."


"Iya."


Mendengar pernyataan Valen setetes air mata lolos dari pelupuk matanya, Andy tidak menyangka cintanya berbalas bahkan kali ini dia bisa dikatakan menang dari Zidane walaupun dia tahu ini bukanlah perlombaan. Ya hari ini untuk pertama kalinya dia bisa mendapatkan apa yang tidak bisa didapatkan Zidane. Andy bersujud saat itu juga menyadari bahwa Tuhan selalu bisa adil dengan makhluk-Nya.


Ketika mendengar pernyataan Valen Zidane meninggalkan Valen begitu saja. Saat itulah kesempatan Andy mengungkapkan perasaanya pada Valen.


Hari-hari terasa begitu indah bagi Andy karena telah mendapatkan pujaan hatinya. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua di kampus disela-sela jam masuk kuliah. Sejak berpacaran dengan Valen Andy seolah melupakan sakit hati dan rasa irinya terhadap Zidane.


Sedangkan Zidane lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus dengan saling curhat dengan Yuna salah seorang teman Valen yang ternyata menyukai Andy. Mereka saling curhat, saling ngegombal, saling mengejek diri mereka yang senasib.


Hingga saat lulus kuliah Andy memutuskan untuk menikahi Valen, Yuna memilih pindah ke Australia tinggal bersama neneknya di sana. Sedangkan Zidane berusaha menata hatinya sendiri. Membuka hati untuk orang lain agar bisa masuk ke dalam hatinya.


Saat itu Belva hadir dalam hidup Zidane membuat Zidane bisa mengikhlaskan Valen. Namun saat itu Valen justru sering menghubungi Zidane menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan Andy. Apa yang Andy suka, apa yang Andy tidak suka, dan bagaimana cara meredam emosi Andy karena ketika marah Andy selalu meledak-ledak. Dan Valen yakin kebersamaan Zidane dengan Andy sedari kecil pastilah Zidane lebih tahu tentang Andy dibandingkan dirinya yang hanya mengenalnya selama satu tahun.


Andy pun tidak mempermasalahkan karena tahu Valen sangat mencintainya jadi tidak mungkin berpaling darinya. Beberapa kali menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Valen tapi hasilnya tidak ada yang mencurigakan. Hanya pertemuan biasa yang bagi Andy tidak begitu penting dan tak patut dipermasalahkan.


Hingga suatu hari saat Andy kendor pengawasan Valen menemui Zidane entah apa motifnya karena sebenarnya sudah lama mereka tidak pernah bertemu lagi.

__ADS_1


Saat habis ketemu kliennya Andy menyempatkan untuk pulang ke rumah karena kangen dengan bayi kecilnya. Ya saat itu dia dan Valen sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang mereka beri nama Juju.


Namun bukannya menjumpai anak dan istrinya di rumah dia malah mendapatkan telepon bahwa istrinya Valen sudah meninggal karena tertembak dan bayi kecilnya sekarang dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan yang gawat.


Andy berlari sekencang-kencangnya menuju mobil dan mengendarai mobil secepatnya tanpa memperdulikan lampu lalu lintas yang berubah merah. Bunyi klakson dari mobil-mobil yang dilewatinya tidak dia gubris.


Sesampainya di tempat dia langsung memeluk tubuh istrinya yang bersimbah darah.


"Sayang mengapa kamu meninggalkan aku secepat ini? Apakah kamu tahu bahwa kamulah satu-satunya yang bisa membuatku bahagia? Bangun sayang, bangun! Jangan pernah tinggalkan aku!" Andy menangis dan meraung sejadi-jadinya.


"Juju mana juju?" Tiba- tiba dia teringat akan bayi kecilnya.


"Dia dilarikan ke rumah sakit Pak," ucap salah seorang yang hadir di tempat itu."


"Usut tuntas siapa pelakunya!" ucapnya kepada polisi yang ada di sana.


"Tolong bawa dia ke rumah, saya akan kembali setelah melihat Juju di rumah sakit."


##


Bagaimana apa pelakunya sudah terungkap?" tanya Andy kepada pihak kepolisian.


"Maaf belum tuan. Peluru yang digunakan adalah peluru ilegal jadi kami sulit mengungkap siapa pemiliknya dan tidak ada saksi dalam kejadian itu. Mohon Tuan bersabar kami akan terus berusaha."


"Sampai kapan saya harus bersabar!" Tidak peduli siapa yang diajak bicara Andy membentak mereka.


Karena kepolisian terkesan lelet jadi Andy mencoba untuk mencari tahu sendiri.


Dari salah seorang saksi yang kebetulan lewat di jalan itu dia melihat sebuah mobil keluar dari gang tersebut pada waktu kejadian.


Setelah menanyakan tipe mobil dan nomor platnya Andy menyimpulkan bahwa mobil tersebut adalah milik Zidane.


"Dasar brengsek kamu Zidane ternyata kamu belum ikhlas melepas Valen untukku hingga harus kau membunuhnya. Baiklah aku tidak akan melaporkan dirimu ke polisi karena hukuman untuk mu bagiku terlalu mudah. Aku akan menghancurkan mu seperti kau menghancurkan hidupku. Akan ku hancurkan kau sehancur-hancurnya."


Bersambung....


Yeay double up ya, jangan lupa like, vote dan hadiahnya. Komentarnya juga.๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2