
Sedangkan Annete dan Angel sudah dipersilahkan masuk ke dalam rumah, Lexi menghampiri Kiara kembali setelah berbincang-bincang sebentar dengan Laras dan Alberto.
"Yuk pulang sayang," ajaknya pada Kiara.( Author bingung manggilnya Naura, Kiara apa Ara aja🥱)
Kiara hanya mengangguk dan mengikuti langkah Lexi ke dalam mobil yang akan mengantarkannya ke rumahnya sendiri.
"Maaf ya sayang aku kelupaan beli oleh-oleh di sana. Sebagai gantinya aku tadi mampir di restoran dan beliin Roti bakar selai blueberry kesukaan kamu."
Sekali lagi Kiara hanya menjawab dengan anggukan.
Tumben dia jadi pendiam, bukankah selama ini dia sudah bermeta formosa jadi istri yang cerewet ya. Apakah dia cemburu karena aku membawa Annete ke sini?
"Sayang kenapa kamu diam saja sih? Kamu tidak apa-apa kan?" Lexi curiga terjadi sesuatu pada istrinya. Apakah Kiara dalam mode ngambek karena dirinya melebihi tenggang waktu yang ditentukan? Ataukah memang dia masih cemburu sama Annete? Buktinya tadi ketika Annete datang dia sendiri yang kelihatan tidak bahagia dan tak ingin menyambut kedatangannya.
"Sayang kamu kenapa sih?" Lexi menjadi frustasi sendiri memikirkan kemungkinan- kemungkinan, apalagi mata istrinya kelihatan bengkak seperti habis menangis. Dan tadi saat melihat dirinya datang dia tidak terlihat antusias. Biasanya kalau dia ditinggalkan jauh oleh Lexi setelah pulang dia langsung lengket padanya tetapi sekarang tidak.
Sampai di rumah, Kiara langsung berlari ke kamarnya dan menahan pipinya pada sebuah bantal.
"Kamu kenapa sih sayang apakah kamu cemburu pada Annete?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga. Mendengar perkataan Lexi kini Kiara menjadi menangis lagi.
"Fix dia cemburu pada Annete," batin Lexi.
"Nggak perlu cemburu sayang aku di sana tidak hanya berdua dengan Annete. Kan ada Adrian aku pasti bakalan di hajar olehnya kalau macem-macem sama Annete." Kiara semakin mengencangkan tangisannya.
"Ada apa Nak Lexi?" tanya Lana sang mertua.
"Nggak tahu Ma, dia nggak jawab pertanyaan ku hanya menangis saja dari tadi. Mungkin Mama yang tahu kenapa Kiara seperti ini?"
"Kalau Mama tahu mah Mama nggak bakalan nanya pada Nak Lexi."
"Apa perutmu sakit, atau terjadi sesuatu sama kandunganmu?" Kiara menggeleng.
"Kurang piknik kali dia. Kamu sih nggak ngajak-ngajak dia pulangnya. Coba kamu ajak dia ke Paris pasti dia nggak bakalan ngambek begitu." Andy yang kebetulan lewat di depan pintu kamar Kiara bicara sekenanya.
"Bukan begitu Bang aku ke sana kan bantu Adrian cari Annete bukan untuk bersenang-senang ataupun bekerja. Lagian aku kan hanya sebentar di sana jadi kalau ngajak Kiara dalam keadaan hamil kan tidak enak. Takutnya dia tidak nyaman ditinggal-tinggal."
"Kalau begitu kamu harus menyogok dia dengan oleh-oleh biar tidak ngambek. Mana oleh-olehnya?"
"Kamu kayak anak kecil saja tanya oleh-oleh," protes Lana pada Andy.
"Iya harus lah Ma, kalau orangnya nggak dibawa paling tidak diberikan oleh-oleh." Andy terkekeh sendiri. Dia memang suka menggoda adik iparnya itu.
__ADS_1
"Ini bang." Lexi menyodorkan kotak roti bakar ke depan Andy. Andy menerima dan membuka kotak tersebut.
"Buahaha...." Andy menertawakan makanan yang dibawa Lexi.
"Kamu bawa oleh-oleh roti bakar dari Paris? Lex, Lex kalau makanan seperti ini mah di pinggiran jalan ada banyak yang menjual. Pantas saja Kiara ngambek."
"Siapa bilang aku bawa makanan itu dari Paris? Bisa jamuran kali Bang kalau aku membawanya dari sana. Orang aku sudah bilang sama Kiara bahwa makanan itu memang dibeli di sini."
"Ya ampun Lex, kamu..."
"Sudah-sudah aku sakit gigi kalian malah berdebat di sini!" Kiara terpaksa membuka mulut.
Mata Lexi membelalak. "Apa kamu bilang tadi sayang, sakit gigi?" Lexi hanya memastikan pendengarannya tidak salah dan Kiara hanya mengangguk.
Aku sampai berpikiran buruk-buruk ternyata hanya sakit gigi doang.
"Ya ampun Ara kamu tidak lihat apa wajah suami kamu tadi. Suami kamu begitu mengkhawatirkan mu. Kenapa nggak bilang sih sedari tadi kalau kamu hanya sakit gigi," protes Lana.
"Sudahlah Ma tidak apa-apa. Ayo sayang kita ke dokter saja."
"Dibawa ke dokter kandungan saja Nak Lexi jangan langsung ke dokter gigi soalnya Kiara kan lagi hamil."
"Iya Ma." Lexi pun membawa Kiara ke dokter kandungan.
"Untuk saat ini saya akan meresepkan obat dulu ya untuk mengobati nyeri akibat sakit gigi pada istri Anda."
"Iya Dok."
Akhirnya Lexi pulang ke rumah dengan tenang. Ternyata dugaannya bahwa Kiara yang baper karena dirinya ikut mencari Annete salah besar. Ternyata dirinya sendiri lah yang baper menilai isterinya sendiri.
"Gimana sudah mendingan sakitnya?" tanya Lexi ketika Kiara selesai meminum obatnya.
"Iya Mas sudah mendingan."
"Syukurlah kalau begitu."
Sementara di rumah Zidane Angel memaksa untuk tinggal di kontrakan saja ketika Isyana, Laras dan Annete memintanya untuk ikut tinggal di rumah tersebut. Selain karena merasa tidak enak tinggal di rumah orang yang belum begitu dikenalnya Angel untuk sementara ingin menghindari hidup bersama Annete. Terlebih dirinya belum mengetahui bahwa dirinya hamil atau tidak. Dia bertekad untuk menyembunyikan kehamilannya nanti pada Annete kalau memang dirinya benar-benar hamil walaupun dalam hatinya dia terus berharap agar dirinya tidak hamil.
"Baiklah kalau kamu memaksa aku akan mengantarkan mu mencari kontrakan dulu," ujar Annete. Dia pun bersiap-siap untuk mengantar Angel.
"Mbak aku permisi dulu ya," pamitnya pada Isyana.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Adrian ketika melihat Annete beranjak dari duduknya.
"Mau cari kontrakan Mas," jawab Annete.
"Jadi benar kalian mau tinggal di kontrakan? Kenapa tidak tinggal di rumahku saja. Di sana banyak kamarnya kok."
"Maaf Dri tapi aku ingin mandiri," jawab Angel.
"Kamu ikut Angel juga?" Annete menggeleng.
"Mbak Syasa memaksaku untuk tinggal di sini."
"Oh. Mari aku antar."
"Bagaimana kalau kamu tinggal di kontrakanku saja Gel? Kebetulan beberapa bulan yang lalu orang yang mengontrak sudah keluar dan tidak ada yang mengontrak lagi."
"Tergantung tarifnya."
"Alah sama teman sendiri masa perhitungan sih Gel. Saya tidak akan meminta bayaran. Kamu tempati saja daripada nggak ada yang ngerawat tuh rumah bisa-bisa jadi rumah hantu."
"Kalau begitu aku tidak mau Dri, itu namanya aku tidak mandiri tapi malah bergantung pada kalian."
"Sudahlah terserah kamu mau bayar berapa kalau begitu."
"Oke kalau begitu."
"Sip tapi tempatnya agak jauh Gel dari rumah Zidane maupun dari rumahku."
"Tidak apa-apa Dri." Justru itu yang dicari Angel, jauh dari Annete untuk sementara waktu.
"Kamu tidak takut Gel?" tanya Annete, kemarin dia mengatakan takut tinggal sendiri di negara asing.
"Ah nggak aku berani kok." Karena dia lebih takut ketahuan Annete.
Adrian dan Annete pun mengantarkan Angel ke rumah kontrakan tersebut. Setelah Annete dan Adrian pergi barulah Angel mendatangi apotik untuk membeli tespect.
Sampai di rumah Angel sudah tidak sabar melihat hasilnya. Sebelum mengetes dia berdoa beberapa kali supaya hasilnya negatif. Namun keinginannya tidak dikabulkan oleh Tuhan.
Angel tertegun melihat hasilnya. Lututnya terasa lemas bahkan pijakan kakinya serasa runtuh. Ada dua garis merah yang terlihat dengan jelas di alat tersebut. "Apa! Aku positif hamil?"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏