Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 24. Otw Indonesia


__ADS_3

Hari perlombaan 'wedding design' untuk designer pemula pun dimulai.


Pagi-pagi sekali Nathan dan Tristan sudah siap di meja makan dengan baju yang rapi.


Isyana yang baru saja keluar dari kamar sehabis berdandan menyapa kedua anaknya, "Kalian mau kemana pagi-pagi sudah rapi, bukankah hari ini kalian libur sekolah?"


"Kami mau ikut Mama," ucap Nathan.


"Ikut mama ke acara perlombaan, kalian yakin?"


"Acara perlombaan ini pasti menghabiskan waktu seharian. Bukankah nanti malam kalian ada acara?"


"Tidak masalah Ma itu kan masih nanti malam."


"Iya tapi kalian harus melakukan persiapan dan kalian juga perlu istirahat agar tubuh kalian fit nanti malam. Kalau kalian ikut mama nanti kalian kecapean."


"Tenang saja kami sudah siap dan kami harus ikut mama. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada mama," ucap Nathan.


"Kalian itu ya, siapa yang anak siapa yang orang tua. Mama kok ngerasa kalian itu seolah menjadi bodyguard mama. Kemana mama pergi selalu menguntit."


"Harus dong Ma. Mama tahu kan Miss. Rare yang dulu pernah menyusup ke butik mama dan menaburi baju yang mama rancang buat anak pak menteri dengan serbuk yang bikin gatal-gatal juga ikut kontes ini. Jadi kami harus mengantisipasi agar hal itu tidak terulang kembali."


Sejenak Isyana mengingat ketika anak pak menteri waktu itu memesan sebuah gaun di butiknya namun setelah gaun tersebut dicoba tubuh anak pak menteri tersebut menjadi merah dan gatal-gatal seperti alergi. Saat itu Isyan kena teguran sekaligus harus membayar ganti rugi.


"Baiklah kalau itu mau kalian, mama izinkan kalian ikut tapi ingat penampilan kalian nanti malam tidak boleh mengecewakan. Bagaimana?"


"Siap Ma."


Mereka lalu menyantap makanannya dengan lahap. Selesai makan mereka masuk ke mobil dan meminta pak sopir mengantarkan ke tempat acara lomba berada.


Setelah sampai di sana Isyana mengambil nomor antrian dan beruntungnya dari 300 peserta nomor yang Isyana dapat adalah nomor 50. Jadi dia tidak harus menunggu lama untuk dipanggil.


Setelah nomor antrian sampai ke nomor 40 Isyana bersiap diri untuk menunjukkan baju rancangannya tersebut ke panitia untuk dicoba model. Dia juga berdoa supaya baju yang telah dijahitnya itu sesuai dengan tubuh model tersebut agar dia tidak perlu menjahitnya kembali.


Ketika nomornya dipanggil Isyana maju ke depan dan menyerahkan baju tersebut kepada panitia.


Ketika Isyana menyerahkan bajunya dan panitia meletakkan di dalam sebuah ruangan ada seorang perempuan yang menyusup masuk ke dalam ruangan. Siapa lagi wanita itu kalau bukan wanita yang si kembar panggil dengan Miss. Rare.


Miss. Rare ini mempunyai butik yang bersebelahan dengan butik Isyana dan selalu menganggap Isyana adalah saingan yang membuat toko butiknya sepi.


Nathan yang selalu standby dengan Ipad-nya selalu bisa mengawasi. Ketika perempuan itu terlihat memegang gunting Nathan sudah bisa menebak bahwa wanita tersebut ingin menggunting baju buatan Isyana. Ia segera memerintahkan Tristan untuk segera melapor bahwa ada yang menyusup ke dalam ruangan dan ingin merusak salah satu karya designer sedangkan dirinya masih setia mengawasi dari layar ipadnya.


Satpan yang mendapat laporan dari Tristan segera bertindak untung saja wanita tersebut belum menggunting karena dari tadi dia masih mencari gaun yang mana yang tertulis nama Isyana. Ketika dia menemukan gaun tersebut dan hendak menggunting tiba-tiba saja satpam memergoki dan menangkapnya. Akhirnya bukan saja ditangkap keinginannya untuk ikut kontes tahun ini gagal total karena dirinya di diskualifikasi.


Tibalah saat acara penyesuaian karya dengan model dan model berjalan di atas panggung. Saat ini Isyana benar-benar tegang dan was-was takut-takut bajunya kekecilan atau kebesaran karena kalau sampai itu terjadi maka dia harus diubah hari ini juga. Syukurlah ternyata baju yang dia jahit ternyata pas dengan tubuh model sehingga ia dapat bernafas lega.


Tahapan-tahapan pun sudah di lewati sekarang waktunya pengumuman pemenang lomba. Para peserta saat ini benar-benar tegang menantikan apakah dirinya sukses menjadi pemenang atau bahkan gagal termasuk Isyana dan kedua putranya yang kini hatinya sedang jedag-jedug.


Seorang panitia berdiri di atas

__ADS_1


panggung dan mengumumkan pemenang dari lomba tersebut.


".... Berdasarkan bentuk desain pakaian, pemilihan bahan dan kenyamanan saat dipakai serta kesesuaian dengan proporsi tubuh model yang ada maka kami selaku panitia akan mengumumkan bahwa pemenang dari lomba mendesign pakaian pernikahan tahun ini adalah...,"


"Juara pertama jatuh kepada designer bernama: Isyana Atmajaya.


Riuh tepuk tangan dan sorak penonton memenuhi tempat acara berlangsung.


"Juara kedua jatuh kepada: ....


Kedua anak dan ibu itupun berpelukan karena terharu dan karena saking bahagianya mereka tidak mendengarkan siapa yang menjadi juara selanjutnya. Isyana lalu melepas pelukan mereka dan naik ke atas panggung.


Setelah juara 1, 2 dan tiga serta juara favorit sudah naik ke panggung dan mendapatkan sertifikat serta tulisan uang sebagai simbol tepuk tangan penonton semakin bergemuruh.


Isyana turun dari panggung dan menghampiri kedua anaknya.


"Selamat ya Ma akhirnya mama jadi juara!"


"Terima kasih anak-anak mama, ini karena support dari kalian."


"Ngomong-ngomong kalian udah nyiapin kado nggak buat mama?"


"Udah dong Ma."


"Mana?"


Mereka berdua kompak mencium pipi Isyana.


...****************...


Malam hari di studio salah satu stasiun televisi Nathan memainkan piano sedangkan Tristan menyanyikan sebuah lagu sebagai pembukaan acara tersebut sebelum pembawa acara membuka acaranya.


Para penonton terpukau dengan permainan musik Nathan dan juga dengan suara Tristan yang merdu.


Hingga saat mereka menyudahi


permainannya sorak penonton riuh menggema memenuhi seluruh ruang studio. Isyana yang duduk di kursi penonton hanya mampu menitikkan air mata karena saking terharunya.


Kini tiba saat berbincang-bincang. Pembawa acara menanyakan aktivitas mereka sehari-hari. Dia juga menanyakan bagaimana awal mulanya sampai mereka bisa bermain musik dan bernyanyi seperti sekarang.


Tristan dengan lantang menjawab setiap pertanyaan dari host tersebut.


Pembawa acara tersebut bahkan terkagum-kagum ketika Tristan menjawab bahwa sebelumnya dia bisa bermain musik dengan belajar dari YouTube namun untuk menyempurnakan permainan musik mereka sekarang mamanya mendatangkan seorang pengajar musik.


"Wah pasti mama kalian bangga memiliki anak hebat seperti kalian. Ngomong-ngomong apakah Mama kalian hadir di studio saat ini?"


"Iya."


"Coba tunjuk yang mana mama kalian?"

__ADS_1


"Itu yang pakai baju biru." Tristan berbicara sambil menunjuk ke arah Isyana.


Kamera pun menyorot ke arah Isyana.


"Bukannya wanita itu adalah pemenang kontes mendesain pakaian pernikahan yang dilaksanakan tadi siang?"


"Benar beliau adalah mama kami."


"Wah pantas saja kalian hebat-hebat ternyata terlahir dari seorang ibu yang hebat juga. Adakah yang ingin kalian sampaikan untuk mama kalian?"


"Ada."


"Ayo silahkan sampaikan!"


"Terima kasih Ma udah menjadi ibu yang hebat buat kami berdua. Kami tahu perjuangan mama sangat berat untuk membesarkan kami tapi mama selalu sabar menghadapi kami yang terkadang nakal dan merepotkan mama. I love you mama!"


Semakin deras saja air mata Isyana mendengar penuturan kedua putranya tersebut.


"Oh ya kami ucapkan terima kasih juga kepada uncle Lexi yang selalu tulus membantu kami. Thank you Uncle."


Lexi hanya melambaikan tangan ke arah mereka.


"Oh ya papa kalian yang mana? Apakah tidak hadir?"


Mendengar pertanyaan tentang ayahnya Tristan jadi mewek, dia pura-pura menangis.


"Papa kami..., papa kami..."


Nathan yang ada di sampingnya cemas bagaimana kalau Tristan menceritakan semuanya ini pasti akan membuat mamanya kecewa. Begitupun Isyana yang memandang ke arah mereka dengan tatapan yang lesu.


"Kenapa adik sedih ya? Pasti papa adik telah mening... sudahlah lupakan kita berbicara yang lain saja."


"Hah." Nathan bernafas lega begitupun dengan Isyana.


Acara pun di akhiri dengan Tristan yang memainkan musik DJ disertai dengan ngedance. Sorak penonton pun bergemuruh kembali.


...****************...


"Uncle gimana ada nggak job dari Indonesia?" tanya Tristan.


"Ada sih tapi cuma untuk acara pesta ulang tahun seorang anak pengusaha saja."


"Nggak apa-apa Uncle diambil saja."


"Tapi job di dalam negeri masih banyak."


"Uncle handle lah semuanya pokoknya dalam bulan ini aku harus ke sana."


"Sabarlah kalian hadiri saja dulu undangan dalam negeri karena undangan yang dari Indonesia masih bulan depan."

__ADS_1


"Baiklah saya serahkan sama Uncle untuk semuanya."


"Otw Indonesia!"


__ADS_2