
Annete meminta Adrian melepaskan pelukannya tatkala suara adzan subuh terdengar dari ponselnya.
"Mas udah subuh tuh aku mau mandi dulu."
"Iya sana kamu mandi duluan." Annete mengangguk kemudian melilitkan selimut di tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Kenapa mesti ditutupi sih kan ribet jadinya?"
"Masa aku ke kamar mandi dengan tubuh polos Mas, kan aku malu."
"Kenapa mesti malu? Kan aku sudah melihat semuanya tadi." Adrian berucap dengan tersenyum jahil. Mendengar ucapan Adrian wajah Annete menjadi merah. Namun dia tidak menoleh ke arah Adrian karena takut ekspresi wajahnya ketahuan, dia tidak mau Adrian akan terus meledeknya dan dirinya akan bertambah malu nantinya.
"Auw." Annete meringis kesakitan ketika menyadari bagian bawah tubuhnya terasa perih.
"Kenapa, masih sakit? Apa perlu aku menggendong mu ke kamar mandi?"
"Ah tidak perlu cuma sakit sedikit doang, aku masih bisa jalan sendiri." Annete menolaknya, dia harus mengantisipasi kebobolan gawangnya untuk yang kedua kali. Karena menurut cerita novel yang pernah ia baca ketika seorang suami menawarkan diri untuk menggendong istrinya ke kamar mandi pasti bukan ritual mandi yang terjadi tapi justru adegan main bola di dalam bathtub atau kalaupun memang mandi, mandinya pasti bukan mandi biasa tapi mandi plus-plus. Kalau itu sampai terjadi pasti sholat subuh nya di patok ayam.
"Ya sudah kalau tidak mau tapi pelan-pelan saja jalannya." Annete mengangguk dan segera membuka pintu kamar mandi dan membersihkan diri dari hadas besar. Namun sayang ketika selesai mandi dia teringat bahwa dirinya tidak membawa handuk sehingga terpaksa memanggil Adrian yang kini sedang menunggu di ranjang. Annete membuka sedikit pintu kamar mandi dan memanggil Adrian.
"Mas, Mas Adri!"
"Iya sayang ada apa?"
"Tolong ambilkan aku handuk dong, maaf aku kelupaan tadi."
"Iya sebentar." Adrian mengambil bathrobe dan berjalan ke arah kamar mandi dan menyerahkan mantel mandi tersebut pada Annete.
"Ini sayang!" Adrian menyodorkan benda tersebut ke arah Annete namun tak sengaja dirinya melihat penampakan tubuh mulus istrinya. Bukannya menunggu Annete mengambil mantel mandi tersebut dari tangannya tapi ia justru ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Aaaa...Mas Adrian mau apa ikut masuk ke dalam sini?" Wajah Annete memerah kembali, seperti kepiting rebus saja.
"Ya mau mandi lah, habisnya nungguin kamu lama banget sih," ucap Adrian datar.
"Ini juga sudah selesai," jawab Annete cemberut karena dikatakan lelet.
"Stop stop stop!" perintah Annete ketika Adrian terus melangkah mendekati dirinya.
"Mas percuma dong aku mandi kalau mas Adri minta jatah kembali," jawab Annete ketika Adrian berbisik menginginkan dirinya kembali.
"Ayolah sayang kan air tidak beli, tuh masih banyak stoknya."
"Ya nggak belilah orang hotelnya sudah bayar mahal."
__ADS_1
"Nggak bayar ini gratis dari Zidane sebagai salah satu hadiah pernikahan kita darinya." Adrian terkekeh.
"Ayolah sayang dosa loh menolak suami." Kalau sudah berbicara tentang dosa Annete menyerah. Dia akhirnya mengangguk setuju.
"Tapi janji jangan lama-lama ya Mas nanti kita kehilangan sholat subuh."
"Ia Mas janji." Akhirnya Adrian berhasil mencetak gol untuk yang kedua kali dan yang dihindari Annete malah terjadi juga, ya mau gimana lagi namanya sudah takdir.
"Sudah ah Mas aku mau mandi lagi. Kali ini jangan minta jatah lagi aku bisa lumpuh nanti." Adrian terkekeh mendengar perkataan Annete.
"Sekarang tidak lagi tapi tiap hari saya akan memintanya lagi."
"Apa?" Annete terbelalak satu hari saja tubuhnya remuk seperti ini apalagi harus tiap hari.
"Bisa mati aku," gumamnya namun masih terdengar jelas di telinga Adrian.
"Kok mati sih? Itu malah baik kok."
"Baik dari mananya?"
"Mungkin kamu tidak akan percaya faktanya berhubungan badan tiap hari itu justru bermanfaat bagi kesehatan. Selain meningkatkan detak jantung juga bisa menjaga level hormon estrogen dan testosteron agar tetap seimbang. Alasannya jika salah satu hormon ini turun maka kesehatan juga akan berpengaruh contohnya akan rentan terkena osteoporosis atau penyakit jantung. Tapi ini buat yang sudah menikah ya namun kalau untuk pasangan yang belum menikah justru sebaliknya mereka bisa saja terkena penyakit jantung."
"Ya, ya, ya repot kalau sudah bicara sama dokter semuanya dikaitkan dengan kesehatan."
"Ia percaya deh suamiku," ucap Annete manja.
"Tapi aku mohon kamu keluar dulu ya karena aku harus mandi," lanjutnya.
"Kenapa harus keluar? Kita mandi bareng saja biar cepat katanya takut kehilangan waktu subuh. Saya janji tidak akan meminta jatah lagi."
Mereka pun mandi sendiri-sendiri kemudian bergegas kembali ke kamar dan melakukan sholat berjamaah. Setelah salam Adrian berdoa mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan dan meminta kebaikan selalu menyertai keluarganya dan Annete hanya mengaminkan di belakang. Setelah itu Annete langsung mencium punggung telapak tangan Adrian.
Adrian tersenyum hatinya terasa tenang dan damai, dia benar-benar bahagia Annete adalah istri yang diimpikannya selama ini berbeda dengan Anisa yang tidak pernah mau ketika diajaknya sholat.
"Mas Adel dimana?" tiba-tiba Annete mengingat akan anak tirinya. Dia langsung membuka mukenanya.
"Kita cari ke bawah semalam dia pamit mau ikut merayakan malam tahun baru."
Annete dan Adrian bergegas turun dari kamarnya. Sampai di lobi hotel dia terkejut karena semua orang tidur seperti ikan pindang saja. Mereka hanya beralaskan karpet, jauh dari kata mewah membuat Adrian geleng-geleng kepala. Namun ada beberapa yang sudah terbangun yaitu Isyana dan Vania yang sedang menggendong putri kecilnya, juga Louis dan Angel yang semalam memang tidak tidur.
"Baby kalian juga tidur di situ?" tanya Adrian pada Isyana dan Vania.
"Nggak kok kita tadi baru turun dari kamar."
__ADS_1
"Oh tak kirain. Si kembar mana?"
"Tuh," tunjuk Isyana pada sisi di belakang Zidane.
"Terus Adel?"
"Tadi sama Juju," jawab Isyana.
"Kayaknya di sebelah sana," jawab Vania.
Adrian dan Annete memeriksanya ternyata Adel dan Juju tidur pada sebuah sofa.
"Masih tidur Mas, jangan diganggu," ucap Annete ketika Adrian mau memindahkan Adel ke kamar. Annete takut Adel kaget dan terbangun. Bisa saja dia tidak akan tidur lagi nantinya.
"Ya sudah tidak apa-apa Adel tidur di sini saja soalnya banyak orang."
Annete mengangguk dan memilih mendekati Angel dan Louis yang masih tampak mengobrol di sofa.
"Cih pengantin baru, baru nongol," ucap Louis menggoda Adrian.
"Kenapa semalam nggak nimbrung apakah waktu itu kalian sedang sibuk ah uh ah?" lanjutnya sambil cekikikan.
"Sibuk kepalamu peyang, gara-gara kalian Annete tuh semalam ketakutan. Jadi gagal deh aku nyoblosnya." Mendengar perkataan Adrian Louis malah semakin tertawa.
"Oh iya ya aku lupa Annete kan phobia sama petasan dan kembang api soalnya pas waktu kecil temannya ada yang tangannya putus kena benda itu, iya kan Net?" Annete hanya mengangguk.
"Kasihan Lo Dri udah bertahun-tahun ngampet malah ngampet lagi, awas prostat."
"Aman," jawab Adrian santai.
Louis mengamati penampakan Adrian dan Annete. "Cih sudah basah ternyata," ucapnya ketika menyadari rambut Annete dan Adrian yang masih basah.
"Iri Lo? Makanya nikah."
"Yuk Gel!" ajak Louis pada Angel.
"Ayo kemana?"
"Kita nikah." Angel terbelalak mendengar ajakan Louis.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak!๐
__ADS_1