
Semenjak hari itu Lexi tidak bertemu Naura lagi. Lexi mencoba menelpon Naura tapi sepertinya Naura telah mengubah nomor teleponnya. Bertanya pada si kembar mereka mengatakan tidak tahu.
Lexi mendatangi kantor Andy hanya agar dapat bertemu dengan Naura tapi ternyata pihak kantor mengatakan bahwa anak-anak magang telah kembali ke sekolah.
Si twins pun tidak dapat diajak kompromi selalu mengatakan Naura tidak ada di rumah apabila Lexi menyamperi rumah mereka.
Mencoba mencari ke sekolah tapi Naura sama sekali tidak menampakkan dirinya bahkan suatu ketika dia bisa melihat Naura namun dia dibuat panas oleh gadis itu karena melihat Naura memilih pulang dengan membonceng pada Febri sambil berpegangan erat pada pinggang laki-laki itu.
"****!" umpatnya.
Hingga suatu hari ia benar-benar merindukan gadis itu. Ia mendatangi rumah Zidane namun seperti biasa Nathan dan Tristan mengatakan Naura belum pulang.
"Ya sudah kalau begitu Om tunggu Naura di luar saja," ucapnya pada si twins.
"Om tunggu di dalam aja ya Om, kan di luar masih hujan."
"Tidak apa-apa kalau tunggu di dalam takutnya Naura kabur lagi kalau lihat mobil Om."
Sebenarnya kedua anak itu tidak tega membohongi Lexi apalagi melihat tubuh pria itu sudah terlihat lesu mencari Naura ke sana kemari. Tapi apalah daya itu permintaan kak Naura nya supaya mengatakan Naura tidak ada di rumah ketika Lexi bertandang ke rumah mereka.
"Kenapa tidak menyuruh Om Lexi masuk?" tanya Isyana yang melihat Lexi berdiri di dalam pagar seolah tidak memperdulikan tetesan air hujan yang mengenai tubuhnya.
"Sudah Ma tapi Om Lexi tidak mau, katanya dia mau menunggu Kak Naura di situ."
Isyana mengernyitkan dahi tidak tahu bahwa orang yang selama ini dicari Lexi adalah Naura. Pantas saja ketika berbicara sebentar dengan kedua putranya Lexi selalu langsung pulang.
"Bukannya Naura ada di dalam ya?"
"Ia Ma tapi Kak Naura menyuruh kami mengatakan bahwa ia tidak ada di rumah."
"Atan, Itan! Jadi selama ini kalian membohongi Om Lexi ya?!" Bentak Isyana.
"Maaf Ma kami terpaksa."
"Sayang kalian ingat siapa dulu yang membantu menjaga kalian sewaktu kecil? Kalian ingat siapa yang selalu siap mengantarkan kalian kemanapun tanpa dibayar sebelum kalian bertemu papa kalian?"
"Ia Ma," ucap mereka bersamaan sambil menunduk karena merasa bersalah.
__ADS_1
"Dan sekarang apa balasan kalian pada Om Lexi? Membohonginya?"
"Maaf Ma."
Isyana menghampiri Lexi yang sedang kehujanan di luar. Entah cinta apa yang dimiliki Lexi tehadap Naura hingga ia terlihat benar-benar seperti orang bodoh padahal dulu sewaktu Isyana menolaknya Lexi tidak segila itu.
"Lex, masuk!"
"Nggak Sya, aku di sini saja," tolak Lexi sambil mendongakkan wajahnya ke atas. Rupanya dia melihat Naura yang mengintip dirinya dari balkon kamarnya. Lexi tahu Naura sekarang menatapnya sambil menangis. Entah mengapa menatap dia dari jarak jauh pun dirinya merasa puas. Selama ini dia benar-benar merindukan wajah gadis itu.
Melihat Lexi yang mengetahui keberadaan dirinya Naura mengusap air matanya sambil cepat-cepat masuk ke dalam.
"Ayo Lex, masuk!" ajak Isyana lagi.
"Tidak Sya aku pulang saja sepertinya dia masih belum mau menemui aku."
"Lex, apakah kamu benar-benar mencintainya?" tanya Isyana masih terus menatap ke arah balkon kamar Naura.
"Ia, Sya. Aku berharap dia yang terakhir untukku karena setelah ini aku tidak mau jatuh cinta lagi."
"Berikan dia waktu Lex, aku yakin suatu saat dia akan mau menemui kamu."
"Ia hati-hati Lex dan jangan lupa semangat!"
Setelah Lexi pergi Isyana menghampiri kedua putranya kembali.
"Apa kalian tahu bagaimana perasaan Naura sebenarnya pada Om Lexi?"
"Kalau dulu Kak Naura naksir sama Om Lexi Ma tapi kalau sekarang kami nggak tahu soalnya Kak Naura kan sudah punya pacar dan Om Lexi juga kan sudah pacaran sama tante Annete."
"Oh begitu ya? Tapi kalau menurut Mama Kak Naura masih cinta sama Om Lexi makanya dia memilih menghindar daripada menemuinya."
"Kami nggak tahu Ma."
"Ya sudah apakah kalian ingin melihat Kak Naura dan Om Lexi bahagia?"
"Mau Ma."
__ADS_1
"Kalau begitu bantu Mama untuk menyatukan mereka."
"Caranya Ma?"
"Ya kita harus mempertemukan mereka."
"Hem, kalau mempertemukan mereka secara langsung Kak Naura nggak bakalan mau Ma. Bagaimana kalau kita adakan liburan saja? Kami akan mengajak Kak Naura sama teman-temannya sekaligus pacar Kak Naura biar kak Naura bisa tahu sebenarnya yang dia cintai itu pacarnya itu atau Om Lexi, dan Mama selain mengajak om Lexi juga harus mengajak teman-teman papa yang lain untuk ikut agar Kak Naura dan om Lexi tidak curiga."
"Oke itu Itan tapi jangan lupa ajak Tante Annete juga supaya Om Lexi juga bisa sadar siapa sebenarnya yang dia cintai. Tante Annete atau Kak Naura? Takutnya setelah mempersatukan dengan Kak Naura dia malah kembali ke tante Annete."
"Ide yang bagus nanti Mama akan minta papa kalian untuk mengadakan liburan. Bukankah kata Oma Papa kalian punya resort di pinggir pantai? Nanti biar papa kalian yang atur jadwalnya kapan mereka ada waktu."
"Oke Mama. Kalau Papa nggak mau bilang itu kemauan dedek."
"Oke, siap sayang."
Sedangkan Lexi setelah sampai di apartemennya segera membersihkan diri lalu mengistirahatkan tubuhnya yang lelah lahir batin.
"Mommy kok bisa di sini? Terus kenapa mommy bisa masuk?" tanya Lexi terkejut sekaligus bingung mengapa mommynya bisa ada di sini sekaligus bisa menerobos masuk ke dalam apartemennya padahal dia tidak pernah memberikan kode pintu apartemennya pada mommy Laurens.
"Kan mommy sudah bilang apa sih yang nggak mommy tahu tentang dirimu, isi hati kamu aja mommy tahu. Pasti galau kan sekarang?"
"Ah mommy sok tahu."
"Kalau tidak kenapa kamu uring-uringan begitu?"
"Ia nih Mom, Naura akhir-akhir ini terkesan menghindari Lexi. Ketika Lexi mendekat ia menjauh Mom." Tidak ada gunanya berdebat dengan mommy Laurens untuk itu Lexi memilih Jujur saja.
"Sekarang kamu harus bisa merasakan yg mana yg lebih sakit ditinggal Annete atau dicuekin Naura. Kalau lebih sakit dicuekin Naura itu berarti cinta kamu sama dia bukan Annete."
"Ia Mom mengapa Lexi baru sadar ya? Tapi sayangnya sepertinya sudah terlambat Mom Naura tidak mau menemui Lexi lagi."
"Tidak ada kata terlambat hanya perjuanganmu saja yang kurang keras. Ayo dong semangat! Mau kamu menjomblo seumur hidup? Atau mau hidup dengan orang yang tidak kamu cintai?"
"Tidak Mom."
"Kalau begitu kejar Naura sampai dapat!"
__ADS_1
Bersambung....