Biarkan Kami Yang Menyatukan

Biarkan Kami Yang Menyatukan
Part 23. Keahlian Nathan


__ADS_3

Melihat Isyana yang terpejam tuan James tersenyum dia berpikir Isyana sudah menyerah dan mau bercinta dengannya seperti wanita-wanita yang ditemui sebelumnya. Kemudian dia mendekatkan wajahnya untuk menciumi wajah cantik yang ada di hadapannya tapi...


"Buk." Isyana menendang ************ tuan James dan mencoba berlari ke luar tapi sayang pintunya sudah terkunci.


Sedangkan di luar Nathan yang melihat kejadian dalam ruangan tersebut mengepalkan kedua tangannya. Melihat mamanya yang butuh pertolongan segera ia menghampiri sekretaris tuan James dan menanyakan kunci cadangan ruangan tuan James.


"Adik-adik untuk apa meminta kunci ruangan tuan James? Adik dengar sendiri kan tadi tuan James bilang apa?"


"Aunty apakah aunty akan tetap bersikeras kalau melihat rekaman ini?" Nathan menunjukkan copian cctv yang ada di ruangan tuan James."


"Kalau sampai terjadi sesuatu sama mama maka aunty pun harus masuk penjara," ancam Tristan.


Melihat rekaman cctv wanita tersebut membuka laci mejanya dan mencari kunci yang diminta kedua anak tersebut dan membantu mereka membukakan pintu.


"Hentikan!" teriak Nathan kala melihat tuan James berbuat kasar kepada mamanya.


"Kamu bisa apa anak kecil? Anak masih bau kencur seperti kalian mau melawan saya?"


"Hentikan omong kosong Tuan!"


Dengan sekuat tenaga Nathan menendang ************ tuan James dan ternyata mengenai senjata tuan James untuk kedua kalinya setelah tadi terkena Isyana. Kemudian ketika tuan James mau memukul Nathan, Nathan segera menangkap tangan tuan James dan memelintirnya.


"Aduh." Tuan James mengaduh.


Bagaimana mungkin anak sekecil ini mempunyai tenaga yang begitu kuat seperti ini?


"Bagaimana tuan mau di lanjut?" tantang Nathan.


Semenjak kejadian kecelakaan yang dulu Nathan bertekad untuk dapat melindungi mamanya. Oleh karena itu ia belajar bela diri kepada Lexi karena kebetulan Lexi jago karate. Dan tidak disangka ilmu yang dipelajari dari unclenya itu kini bisa menyelamatkan mamanya.


"Baik saya mengaku kalah."


Isyana menarik kedua tangan anaknya. "Ayo keluar!"


"Tunggu Ma, kita tidak akan keluar tanpa membawa apa yang menjadi hak kita."


"Nathan tuan James ini telah menipu kita dengan cara mengelabui mama. Surat perjanjian yang ada di lampiran kedua ternyata mengatakan bahwa modal yang kita tanam adalah sebagai pembayar hutang kita. Entah mengapa mama terkecoh dengan tidak membaca lampiran kedua tersebut. Padahal kita tidak pernah berhutang kepada tuan James ini."


"Mama minta maaf ya sayang bahkan uang kalian sudah mama pakai juga untuk berinvestasi di perusahaan ini nyatanya perusahan ini hanyalah perusahaan abal-abal."


"Mama jangan khawatir kita bisa lapor polisi atas tuduhan penipuan," ucap Tristan.


"Hahaha...." Tuan James tertawa.


"Apakah kalian punya bukti untuk melapor ke polisi?"


"Saya punya rekaman saat mama melakukan transaksi dengan Anda," ujar Tristan.


"Apakah itu cukup? Bukankah surat perjanjian ini sudah cukup membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Panggillah polisi saya tidak takut dengan mereka," tantang tuan James.


"Baiklah kalau Anda tidak takut dengan polisi tapi apakah Tuan tidak takut kehilangan keluarga Anda?"

__ADS_1


Bukan cuma tuan James yang menganggap Nathan bercanda bahkan Tristan dan Isyana pun tidak mengerti apa yang dikatakan Nathan. Apakah Nathan punya keinginan untuk menghabisi keluarga James? Oh tidak Isyana tidak mau kelak anaknya menjadi seorang pembunuh hanya karena ingin balas dendam.


"Hei maksud kamu apa anak kecil?"


Beberapa detik kemudian,


"Tring." Ada notifikasi masuk ke dalam ponsel tuan James.


"Bukalah ponsel Anda!"


Tuan James membuka ponselnya, matanya terbelalak ketika mendapati foto-foto dirinya yang lagi bercinta dengan wanita-wanita yang telah berhasil dia rayu dengan uangnya.


"Dapat dari mana kamu foto-foto ini? Ini pasti foto palsu."


"Anda dapat mengujinya sendiri apakah itu foto palsu atau foto asli tapi yang perlu Anda tahu foto-foto itu banyak saya miliki bahkan ada videonya juga dan copiannya masih saya simpan."


"Memang apa yang bisa kamu lakukan dengan foto tersebut?"


"Kami bisa mengunggahnya di internet."


"Silahkan saja kalau kamu ingin mengunggahnya karena kalau sampai itu terjadi bukan hanya saya yang masuk penjara tapi kamu akan mendekam di penjara juga," ucap tuan James meremehkan.


"Kenapa saya harus mendekam dipenjara? Saya bisa meng-upload foto-foto dan video tersebut dengan menggunakan media sosial Anda."


"Bagaimana mungkin?"


"Anda tidak percaya? Bahkan saya bisa menghubungi istri anda sekarang juga."


Tuan James keheranan melihat nomor ponsel yang di tunjukkan Nathan adalah benar nomor istrinya.


Bagaimana dia bisa tahu nomor ponsel istri saya?


"Kenapa? Anda terkejut? Saya bahkan bisa mengendalikan ponsel Anda."


Apakah anak ini benar-benar punya kemampuan untuk meretas?


"Kenapa Anda diam? Anda tidak ingin kan diceraikan oleh istri Anda?"


"Iya, iya saya mohon maaf. Jangan lakukan itu."


"Baiklah kalau begitu kembalikan uang mama saya!"


"Bagaimana kalau saya bagi hasilnya yang tiga bulan?"


"Tidak, Kami sudah tidak berminat bekerjasama dengan Anda lagi. Kembalikan semua uang mama!"


"Ba..ik, baik."


"Sekarang!" Nathan berbicara keras sambil menggertak meja.


Tuan James kemudian membuka ponselnya dan membuka aplikasi bankingnya kemudian mentransfer kembali uang Isyana.

__ADS_1


"Sudah." Ia menunjukkan aplikasi tersebut yang sudah tertera kata 'berhasil'.


"Ma coba lihat apakah ada transferan yang masuk?"


Isyana yang dari tadi hanya bengong akhirnya tersadar.


"Ah iya mama cek dulu."


Isyana mengecek saldo tabungannya melalui ponselnya.


"Iya sayang uang mama sudah kembali."


"Bagus. Kalau begitu saya permisi Tuan, saya harap Tuan bisa insaf," ujar Nathan sambil menggandeng tangan Tristan dan Isyana keluar dari ruangan tersebut.


Sampai di depan sekretaris Nathan berhenti. "Apakah aunty masih mau bekerja di tempat ini setelah tahu betapa bejatnya bos aunty?"


Wanita tersebut diam. Sebenarnya dia sudah tahu kebejatan bosnya ini dan bahkan dia pun tahu tuan James suka menipu klienny namun dia tetap diam seolah tidak tahu apa-apa karena terpaksa.


"Maaf tapi saya tetap harus bekerja karena anak saya membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatannya. Kalau tidak bekerja di sini dimana lagi saya harus bekerja sedangkan saya sudah berusaha mencari pekerjaan di tempat lain tetapi tidak ada yang mau menerima saya."


"Anak aunty sakit?"


"Iya dia sakit parah aunty tidak mungkin membiarkan dia tanpa pengobatan."


"Tapi apakah aunty tahu bahwa uang yang didapatkan dengan cara yang tidak baik tidak akan bermanfaat untuk kita? Bisa saja uang yang aunty dapatkan itu malah memperparah penyakit anak aunty."


Mendengar nasehat anak kecil yang melampaui kemampuan orang dewasa tersebut wanita itu hanya bisa tertunduk.


"Ma bagaimana kalau kita ajak aunty ini kerja sama mama?" timpal Tristan.


"Boleh."


"Apakah Anda bisa menjahit?" tanya Isyana pada wanita tersebut.


"Menjahit? Bisa, saya bisa Nyonya."


"Apakah mau bekerja dengan saya?"


"Benarkah Nyonya?"


Isyana mengangguk.


"Baiklah Nyonya saya mau."


"Kalau begitu kamu ikut kami."


Dan mereka pun meninggalkan tempat tersebut bersama-sama.


TBC....


Yang minta double up, saya kasih ya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2