Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
CURHAT BERSAMA BUNDA


__ADS_3

Di mulailah prahara rumah tangga. Asumsi Arsy tentang orang ketiga. Nama Ivana juga masuk dalam daftar list perempuan yang di cap sebagai ulet bulunya Teddy.


Bayangkan saja, hanya nebeng pulang, haruskah sampai semprot parfum dan memakai lipstik? Bukankah itu tandanya Ivana ingin tampil cantik di depan Teddy. Atau jangan - jangan pakaiannya juga seksi dan terbuka?


Kan jelas basicnya mereka teman, sudah tentu seumuran, dewasa matang juga. Jadi lebih berpengalaman dong.


Arsy memilih tidur di sofa. Ia malas tidur satu ranjang dengan Teddy. Sudah beberapa kali Teddy menjelaskan dàn meminta maaf. Tidak lupa, Teddy merayu Arsy juga agar lebih bisa mengerti dengan keadaan yang sebenarnya.


Kedua mata Arsy masih terjaga. Pikirannya semakin tak karuan. Apalagi Teddy sudah terang -terangan mau keluar dari sekolah. Itu tandanya Teddy tidak akan banyak waktu lagi seperti biasanya karena harus fokus dengan pekerjaan di kantor Papah.


Arsy pun bangkit dari tidurnya. Ia keluar dari kamar dan menelepon Bunda Bella.


"Hei ... Bumilnya Bunda. Tumben telepon jam segini? Kamu sudah bangun, Sy?" tanya Bunda Bella kepada Arsy.


"Bun ... Arsy mau ke London. Boleh?" tanya Arsy pelan.


"Kamu kenapa Sy?" tanya Bunda Bella pelan. Bunda Bella curiga sesuatu sedang terjadi pada putri semata wayangnya.


"Awal bulan februari kan ada tanggal merah. Arsy mau ketemu Papah. Tapi jangan bilang Mas Teddy," ucap Arsy lirih.


"Lho? Ya gak bisa gitu dong. Kalau kamu mau ke London. Bunda gak akan melarang tapi Bunda akan tetap bilang Mas Teddy karena dia suami kamu. Mas Teddy harus tahu keberadaan kamu. Apalagi kamu sedang hamil," ucap Bunda Bella menasehati.


"Kok Bunda malah menyudutkan Arsy? Seolah - olah Arsy yang salah? Arsy kan cuma mau jenguk Papah," ucap Arsy dengan nada kesal.


"Kamu lagi berantem sama Mas Teddy?" tanya Bunda Bella pelan.


Arsy diam. Ia tidak rahu harus menjawab apa. Bibirnya malah di gigit pelan untuk mencegah rasa paniknya.

__ADS_1


Arsy berjalan mondar mandir di sekitar ruang tengah dan dapur yang menjadi satu.


"Arsy denger Bunda ngomong gak?" tanya Bunda Bella yang merasa Arsy sedang ada masalah.


Arsy reflek mengangguk kecil saat Bunda Bella bertanya. Padahal mereka sedang berkomunikasi melalui telepon. Tentu Bunda Bella tidak akan tahu mimik Arsy saat ini kecuali sedang melakukan panggilan menggunakan video.


"Arsy? Ada apa sebenarnya?" tanya Bunda Bella mulai cemas dengan kondisi Arsy.


"Ekhemm ... Arsy mau tanya dong Bun," ucap Arsy pelan..


"Tanya apa, Sayang?" suara Bunda Bella begitu pelan. Bunda Bella berusaha menjadi teman Arsy. Maklum saja pernikahan Arsy masih terbilang dini di tambah usianya juga yang masih terbilang sangat muda. Tentu banyak problematika dan sikap pro dan kontra yang terlalu menjadi patokan hidupnya. Mungkin dari televisi, konten seseorang yang membuat asumsi tersendiri dan terus overthinking.


"Mas Teddy tuh mau resign dari sekolah. Bunda tahu kan? Arsy lagi hamil. Arsy takut kalau sesuatu terjadi di sekolah," ucap Arsy pelan.


"Ohh ... Ini masalahnya? Dari tadi kamu pusing?" ucap Bunda Bella pelan.


"Apalagi?" tanya Bunda Bella pelan.


"Ulet bulu," ucap Arsy kesal.


"Ulet bulu? Maksudnya apa? Mas Teddy takut sama ulet bulu?" tanya Bunda Bella bingung.


"Bukan itu. Kalau laki -laki itu gampang tergoda ya?" tanya Arsy kemudian.


"Hemmm ... Bunda tahu nih. Kamu lago cemburu? Kenapa? Coba cerita sama Bunda," ucap Bunda pelan.


Arsy mulai menceritakan kegalauannya hari ini. Menemukan lipstik juga di mobil suaminya. Aroma parfum wanita yang menyengat dan cermin mobil yang berubah. Semua itu membuat Arsy semakin panas.

__ADS_1


"Duh ... Anak Bunda mulai sayang sama suaminya? Mulai cinta makanya mulai cemburu?" ucap Bunda Bella menggoda.


"Bunda kok gitu bilangnya. Arsy kan sudah berusaha mencintai biara Bunda dan Papah senang," jawab Arsy kesal.


"Yakin? Hanya ingin buat Bunda sama Papah senang? Terus kamu bisa hamil?" suara tawa Bunda Bella begitu nyaring terdengar.


"Bunda nih malah godain Arsy. Bukannya ngasih masukan," ucap Arsy makin kesal.


"Kalau kamu gak suka? Kenapa cemburu? Hemm ... Masih mau ngelak? Kalau kamu gak ada rasa? Semua hanya keterpaksaan?" ucap Bunda Bella pelan.


"Ya ... Arsy mulai suka Bun." jawab Arsy pelan.


"Kerasa kan? Kamu tahu? Nak Teddy itu idaman wanita. Kalau Bunda masih muda dan di jodohkan sama Nak Teddy, Bunda gak akan nolak. Lihat, dia baik, ramah, lembut, bertanggung jawa, sayang sama keluarga smdan bonusnya ganteng. Soal ranjang, tentu kamu yang lebih tahu. Biasanya sifat seseorang itu gak jauh dengan apa yang di lakukan di ranjang. Kalau di ranjang hangat, selalu berkomunikasi, menanyakan sesuatu yang kamu suka atau tidak, peduli, ya memang di kehidupannya dia seperti itu. Jadi, Kalau kamu mulai cemburu. Berarti kamu mulai mencintai dan kamu mulai takut kehilangan. Betul begitu?" tanya Bunda Bella kepada Arsy.


"Bukan karena bawaan hamil? Kata orang ini kepengen jabang bayi?" tanya Arsy yang merasa ia biasa saja. Itu sih perasaan Arsy. Malah membela diri dengan kata bawaan orok.


Bunda Bella tertawa gemas dengan Arsy. Tinggal bilang ya, takut kehilangan. Masih saja cati celah.


"Terus kenapa cemburu?" tanya Bunda Bella pelan.


"Gak suka aja lihat Mas Teddy deket sama perempuan lain," ucap Arsy dengan nada meninggi dan jelas terasa kecemburuannya.


"Gini. Mau Bunda kasih tips? Biar suami itu gak tergoda sama perempuan lain. Walaupun perempuan lain itu lebih punya value, lebih membuat cozy suami, lebih segalanya. Tapi satu hal Bunda harus kasih tahubke kamu. Jadilah istri yang bijak. Jadilah istri yang gak mudah marah. Marah boleh tapi wajar. Kecuali memang ada hal yang tidak bisa kamu tolerir. Kamu tahu? Lelaki itu perlu teman, perlu komunikasi dengan orang lain untuk menjngkatkan pengalaman atau agar urusan bisnisnya lancar. Satu hal kamu harus melayani saat suami kamu mulai terbangun. Bersikap manis, manja, lembut. Kalau mood pagi itu baik, nanti kesananya juga terbawa. Pasti yang di ingat kamu, yang di kangenin kamu. Kasih surprise juga. Biar kamu terlihat peduli. Lelaki itu suka di perhatikan, di manja juga. Paham?" ucap Bunda Bella menaseti.


"Papah pernah selingkuh? Atau dekat dengan perempuan lain?" tanya Arsy.


"Bunda gak mau tahu masalah itu. Bagi Bunda. Selama suami masih pulang ke rumah setiap hari, Bunda gak mau tahu urusan Papah di luar. Kecuali Papah cerita masalah kantir atau apapun. Itu tandanya Papah butuh support dari Bunda," ucap Bunda Bella dengan bijak.

__ADS_1


Arsy mengangguk -anggukan kepalanya pelan. Ia paham. Tidak boleh cemburuan walau sebenarnya hati sakit juga denger ada perempuan nebeng satu mobil atau makan siang bersama. Coba lebih menyikapi dengan kepala dingin.


__ADS_2