
Arsy menoleh ke arah Teddy yang memanggilnya dengan suara keras.
"Ada Wulannya?" tanya Teddy dengan suara keras.
"Kayaknya di sini. Soalnya susah di buka. Coba Mas buka," ucap Arsy dengan suara kras sambil berusaha mendorong pintu kamar mandi itu.
Teddy pun langsung menghampiri Arsy dan mengambil alih membuka pintu kamar mandi yang terhalang oleh tubuh Wulan. Kepala Teddy berusaha masuk ke dalam melongok ke arah bawah, di mana Wulan tergeletak dengan lemah di lantai. Di kakinya sudah di aliri darah.
"Arsy. Kita harus bawa Wulan langsung ke rumah sakit. Sepertinya Wulan keguguran," ucap Teddy dengan suara keras.
Tak lama Teddy berhasil masuk ke dalam bilik kamar mandi melalui tembok sebelah dengan memajat melalui kloset. Wulan langsung di angkat dan di bawa dengan mobil pribadinya bersama Arsy.
__ADS_1
Beberapa teman sekelas Arsy pun hanya melongo bingung. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Beberapa guru pun nampak sbuk mengikuti Teddy untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Teddy harus cepat, jangan sampai satu sekolah mengetahui apa yang terjadi dengan Wulan.
"Ayo Mas, kita harus cepat. Banyak guru yang mengejar, " ucap Arsy cepat.
Arsy duduk di belakang sambil memangku Wulan yang sudah tak sadarkan diri.
Teddy langsung menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.
"Kuat ya, Lan. kamu harus kuat. Kamu pasti baik -baik saja," ucap Arsy lirih. Sebagai sahabat dalam suka maupun duka. Wulan adalah sahabat terbaik Arsy. Selama ini mereka saling mensupport satu sama lain. Persaingan nilai yang sehat tanpa ada perselisihan. Tiba -tiba saja, air mata Arsy luruh ke bawah menetes di pipi hingga jatuh ke wajah Wulan.
Mereka sama -sama sedang mengandung. Bedanya, Wulan mengandung karena di perkosa sedangkan Arsy mengandung karena sebuah ikatan pernikahan.
__ADS_1
"Sayang ... Jangan nangis, jangan sedih. Kondisi kamu juga perlu di perhatikan," titah teddy menasehati saat melihat ARsy yang sedang berkalung dalam kesedihan.
Punggung tangannya langsung mengusap cepat air matanya yang masih turun. Ia lupa kalau ia tak boleh stres. Pikirannya yang buruk bisa berdampak negatif juga bagi kandungannya.
Sesampai di rumah sakit, Arsy pun menunggu Teddy yang mengambil ranjang beroda untuk membawa Wulan.
Arsy dan Teddy menunggu di depan ruang IGD. Sesekali, Teddy masuk ke dalam untuk mengisi data dan melihat kondisi Wulan, karena Arsy tidak di perbolehkan Teddy untuk masuk ke dalam sebab sedang mengandung.
"Gimana Mas? Kondisi Wulan?" tanya Arsy pelan. Jantungnya sejak tadi berdegup keras dan tak bis aberpikir jernih. Rasanya begitu was -was setelah melihat darah yang cukup banyak mengucur di kaki Wulan.
Teddy pun langsung membawa tubuh Arsy ke dalam pelukannya. Rambut Arsy yang panjang pun di usap pelan oleh Teddy sambil sesekali Teddy mencium rambut dan kening Arsy bergantian. Teddy hanya takut jika hal ini terjadi pada Arsy. Jelas sekali lelaki itu menargetkan Arsy untuk di sakiti. Berarti ada yang tahu tentang Arsy. Bukan hanya tentang kedekatannya dengan Arsy tapi juga tentang kehailan Arsy. Obat itu adalah obat keras hingga bisa membuat kandungan Wulan pun mengalami keguguran.
__ADS_1
"Mas? Kok diem? Malah melamun? Wulan kenapa? Kenapa ada darah? Gak apa -apa kan?" tanya Arsy menaap Teddy yang tak berani membalas tatapan Arsy.