
Kedua mata Arsy menatap ke arah depan dan mulai menoleh ke arah kiri dan kanan mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya, tapi pernah ia lewati bersama Teddy, suaminya.
Teddy berdiri di belakang Arsy dan memegang pingang Arsy dari belakang. Arsy nampak kagum dan begitu takjub dengan kejutan di hari ini.
"Ini tempat apa, Mas?" tanya Arsy pelan.
"Hayoo ... Tebak ini tempat apa?" tanay Teddy malah melempar pertanyaan kembali.
"Ini di bukit, lalu banyak kaca -kaca dan banyak sekali bunga. Kita mau makan siang di sini?" tanay Arsy yang begitu polos.
"Kok makan siang sih, Sayang. Ini istana kita yang baru. Kamu suka gak? Hadiah yang sudah lama kamu impikan, tapi baru bisa Mas wujudkan. Maaf kalau selama ini Mas sibuk. Ini, Mas sibuk ngurus ini semua," ucap Teddy pada Arsy, istrinya.
__ADS_1
Arsy menoleh ke arah Teddy dan menatap tak percaya. Senyumnya terbit dan sangat manis sekali.
"Ini rumah? Seindah dan sebagus ini rumah? Untuk Arsy?" tanya Arsy masih tak percaya.
Arsy membalikkan tubuhnya dan kini berhadapan dengan Teddy. Senyumnya masih terbit dengan sangat manis. Istri kecilnya makin emnggemaskan sekali.
"Mas Teddy gak lagi bercanda kan? Arsy gak suka di becandain lho," ucap Arsy kemudian.
Arsy langsung memeluk Teddy dengan rasa bahagia. Beruntungnya Arsy saat ini memiliki suami idaman para kaum hawa. Teddy yang tampan, mapan dan begitu baik, serta peka dan bertanggung jawab. Mau lelaki seperti apa lagi jika sudah berumah tangga? Tentu ketampanan bukan lagi tujun. Tentu pendidikan juga buka sesuatu yang di banggakan? Tapi memberikan rasa aman dan nyama serta bertanggung jawab itulah yang di cari para wanita saat ini. Uang atau materi? Harta? Semua itu bisa di cari bersaa. Selama ada komunikasi, ada motivasi ada usaha, semua akan berjalan sesuai dengan air yang mengalir di sungai.
"Hemmm ... Arsy gak tahu, haruss bagaimana lagi berterima kasih sama Mas Teddy. Tentunya,sudah banyak keinginan Arsy yang Mas Teddy wujudkan walaupun tidak secara langsung tapi melihat kesungguhan Mas Teddy selama ini, Arsy makin yakin, kalau Arsy akan terus mendampingi Mas Teddy dan siap memberikan banyak anak sesuai keinginan Mas Teddy," ucap Arsy sambil terkekeh sendiri.
__ADS_1
"Yakin mau ngasih anak banyak? Gak boleh KB lho, nanti. Mau?" tantang Teddy pada Arsy sambil menoel hidung mungil yang mancung milik Arsy.
Arsy menggelengkan kepalanya cepat, sebelum Teddy meminta apa yang baru saja ia ucapkan.
"Gak Mas. Cuma canda. Anak kita kembar lho. Arsy juga masih amu kuliah dulu, menggapai impian Arsy," ucap Arsy pelan.
"Silahkan. Mas gak pernah melarang. Cuma kamu harus bertanggung jawab dengan pilihan kamu. Ingat, kalau kamu kuliah, tanggung jawab kamu itu dua dan bahkan kita, menjadi istri, menjadi ibu dan menjadi mahasiswi. Kalau kamu mampu berperan menjadi ketiganya dalam satu waktu, silahkan. Tetap list prioritas gak bisa di ganggu gugat." pinta Teddy pada Arsy.
Arsy menatap Teddy dengan sendu.
"Kok gitu sih Mas? Katanya anak kita bakal di urus pake suster. Arsy kan sibuk Mas," cicit Arsy mulai egois.
__ADS_1
"Kita bahas nanti soal ini ya. Mas lagi gak mau merusak suasana yang baik ini," pinta Teddy pada Arsy.