
Bagasi mobil Teddy sudah penuh dengan barang belanjaan semi bulanan keperluan di rumah. Arsy nampak senang dan bahagia sore ini. Wajahnya sejak tadi tersenyum dan berseri terus menerus.
Arsy sudah duduk di bangku penumpang di samping jok supir. Ia langsung memasang sabuk pengaman dan membuka kantong plastik yang berisi makanan siap saji untuk di nikmati di sepanjang perjalanan pulang bersama Teddy.
"Ya ampun bumil makannya seris amat? Sampai lupa bagi -bagi sama suami?" ucap Teddy tertawa menggoda istrinya yang serius menikmati beberapa sosis bakar jumbo, corn dog dan kentang goreng dalam satu wadah. Tidak lupa, Arsy membeli minuman susu cokelat kekinian yang biasa ada di depan supermarket. Tatapannay terus fokus ke arah depan di jalan raya yang begitu luas dan padat dengan motor atau sepeda listrik yang sedang tren.
"Ekhemmm ... Mas Teddy mau?" tawar Arsy kemudian merasa ragu dan malu bercampur menjadi satu sambil menyodorkan sosis bakar jumbo ke arah Teddy.
"Gak apa -apa di minta? Nanti kamu dan anak kita kekurangan," ucap Teddy pelan.
"Gak apa -apa. Makanlah," titah Arsy kemudian.
Aaaaemmmm ... Teddy mulai menggigit sosis bakar itu lalu mengunyah dengan sangat nikmat.
"Enak Mas?" tanya Arsy mencocolkan sosis itu pada saos keju.
"Enak banget," ucap Teddy sambil berusaha tersenyum pada istrinya.
Arsy terus menyuapi Teddy hingga makanan itu habis tepat mobil juga berhenti di depan rumah.
"Kamu langsung masuk dan mandi. Ini sudah sore. Biar Mas yang bawa masuk belanjaannya sekalian bikin makan malam," titah Teddy pada istrinya.
"Iya. Makasih ya Mas," ucap Arsy yang begitu bahagia dan sangat bersyukur mendapatkan Teddy suaminya.
"Makasih untuk apa, sayang. Kita ini sudah suami istri lho," ucap Teddy memegang dagu Arsy.
"Iya karena kita suami istri. Seharusnya ini menjadi tugas istri. Tapi apa? Arsy sama sekali tak bisa memberikan yang terbaik untuk Mas Teddy," ucap Arsy lirih.
__ADS_1
"Sayang ... Kamu itu udah jadi istri Mas. Milik Mas, dan Mas berkewajiban untuk membuat kamu bahagia, bukan malah membuat kamu susah. Sudah ya, gak usah berdebat lagi, atau bilang terima kasih yang terlalu berlebihan. Ini sudah tugas Mas," ucap Teddy kemudian.
"Iya Mas. Arsy ke dalam dulu ya," ucap Arsy kemudian mengakhiri pembicaraannya denagn suaminya.
Arsy masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar untuk segera membersihkan diri ldenagn mandi.
"Pak Teddy? Ya ampun, kita ketemu lagi. Kita tinggal dalam satu komplek ya?" tanya Mita yang memberhentikan mobilnya karena melihat Teddy sedang menurunkan barang belanjaannya.
"Ehh Ibu Mita. Iya mungkin," ucap Teddy singkat dan melanjutkan menurunkan beberapa plastik besar belanjaannya dari bagasi mobil.
"Ekhemmm ... Nanti saya mampir ya Pak. Rumah saya di ujung jalan ini, pas tusuk sate. Masih rumah orang tua sih, bukan rumah pribadi. Tapi, pintu terbuka kok, kalau mau main ke rumah," ucap Mita memberikan celah untuk Teddy agar mau mengenal Mita lebih lanjut.
"Terima kasih tawarannya ya. Mungkin lain waktu kalau saya dapat undangan pernikahan Ibu baru saya datang bersama istri saya," ucap Teddy kemudian.
"Begitu ya?" ucap Mita kecewa.
"Kan tidak ada salahnya kalau main ke rumah dan kita bicara tentang kampus?" ucap Mita masih berusaha mencoba menawarkan Teddy untuk mau datang ke rumahnya.
"Bu Mita, saya masuk dulu. Kasihan istri saya sedang hamil besar," ucap Teddy kemudian lalu mengangkat beberapa plastik belajaan dan langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Bu Mita.
Melihat sikap dingin dan datar Teddy membuat Mita kesal dan memukul setir mobilnya. Bisa -bisanya lelaki yang dia idamkan ternyata sudah memiliki istri dan istriny asedang hamil besar. Sungguh beruntung sekali yang menjadi istrinya. Tapi sayang, istrinya masih terlalu kecil untuk menjadi pendamping Teddy apalagi harus menjadi istri.
Malam ini, Teddy ingin membuat masakan yang begitu sederhana tapi sangat di sukai oleh Arsy.
"Wahhh ... Pizza mie?" ucap Arsy yang baru saja masuk ke ruang makan dan menatap beberapa piring di meja makan.
"Ehhh ... Sayang ... Sudah selesai mandinya? Mau makan sekarang?" tanya Teddy yang masih menggoreng kwetiaaw campur udang.
__ADS_1
Arsy emmeluk Teddy dari belakang. Tubuh suaminya itu masih bau asam karena keringat bercampur dengan bau asap masakan.
"Baunya sedep amat sih," ucap Arsy sambil mencium dalam wangi khas aroma tubuh suaminya itu.
"Bau sayang, Mas belum mandi," ucap Teddy lembut.
"Enak Mas. Arsy suka kok," ucap Arsy masih memeluk erat tubuh suaminya.
"Mas lagi masak sayang. Kamu duduk dulu ya? Atau nonton TV dulu, biar Mas mandi dulu sebentar sekalian nunggu makanannya agak dingin. Gak apa -apa?" tanya Teddy pada istrinya sambil memeluk dan mengecup kening istrinya.
"Gak apa -apa. Arsy mau beresin kue -kue di ruang tengah dulu. Mas teddy mandi aja dulu," ucap Arsy tersenyum.
"Siap tuan putri kesayangan," ucap Teddy memindahkan kwetiaw pada piring besar dan di letakkan di meja.
Teddy langsang mandi dan Arsy juga mengisi kue -kue yang di belinya tadi dalam toples. Setelah selesai mereka pun makan malam bersama.
Detik -detik menunggu kelahiran baby twins. Teddy dan Arsy sudah mempersiapkan smeuanya dengan baik. Mulai dari kamar bayi dan isinya. Kebetulan setelah di USG bayi mereka kembar sepasang. Setiap malam Arsy dan Teddy selalu emndatangi kamar si kembar yang sebentar lagi pasti akan terdengar suara tawa, tangisan, rengekan lucu menggemaskan.
"Sudah gak sabar ya Mas. Semakin mendekati waktu melahirkan, semakin cemas Arsy," ucap Arsy sambil duduk di atas kasur.
"Tinggal beberapa hari lagi. Kamu belum merasakan mulas, sayang?" tanya Teddy lalu ikut duduk di samping Arssy sambil mengusap perut besar itu.
"Gak ada mulas Mas. Beberapa hari ini juga pergerakannya gak se -aktif biasanya," ucap Arsy pelan.
"Periksa saja kalau ada keraguan," ucap Teddy mencoba tenang.
"Gak perlu deh kaykanya. Kata Bunda, semakin tua kehamilan dan semakin besar perut kita, makan pergerakan bayi akan semakin tak terasa, karena ruang mereka semakin sempit untuk bergerak. Apalagi mereka ada dua di dalam sini," ucap Arsy terus memegang tangan Teddy dan mengusap lembut perutnay denagn telapak tangan suaminya.
__ADS_1
Kebahagiaannya sebentar lagi terasa sangat lengkap setelah kelahiran bayi kembarnya. Tapi sudah pasti waktunya untuk senang -sennag pun sejenak terhenti yang akan sibuk mengurus duaa bayi sekaligus.