Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.48


__ADS_3

Teddy menggandeng Arsy dengan mesra dan berjalan emnuju kanti yang ada di samping bangunan inti kantor polisi.


Namanya juga kantor polisi, tentu pemandangannya akan sama, semua orang yang memakai seragam polisi lengkap atau kaos olah raga dan mobil polisi yang berjajar di bagian belakang serta motor tril yang sudah kembali dari patroli.


Kantin itu terlihat sangat ramai sekali. Mungkin mereka yang ke kantin bergantian dan semua tempat duduk di penuhi oleh orang -orag denagn seragam khusus itu. Ada beberapa orang yang memakai baju oranye yang ikut duduk bersama para polisi dan di cecar denagn beberapa pertanyaan.


"Arsy!!"panggil Mega denagn suara keras.


Arsy menatap Mega dan Rosa yang duduk di sebelah Mega.


"Kok ada Mega sama Rossa?" tanya Arsy mulai curiga.


Arsy hanya membalas dengan lambaian tangan tanpa berteriak karena malu. Tempat ini sangat ramai sekali.


"Mungkin pacar mereka polisi," jawab Teddy sekenanya.


"Ekhemmm ... Iyakah? Mega gak deket sama Rossa. Rossa itu kan, Kakak kelas kita," ucap Arsy kemudian mendesah kurang suka.


Teddy melirik ke arah Arsy dan mengeratkan jari jemarinya sambil menlangkah menuju tempat dimana Mega duduk.

__ADS_1


Arsy duduk di samping Mega dan Teddy ijin untuk memesan makanan.


"Mas pergi dulu ya? Mau pempek kan? Sama apa?" tanya Teddy lembut.


"Ekhemmm ... Es jeruk peras Mas. Boleh kan? Sama kentang goreng. Ehh ... Kalian mau nambah apa? Biar sekalian di pesenin," tanay Arsy pada Mega dan Rossa.


"Apa aja," jawab Mega singkat.


"Tambahin minumannya dua lagi, Mas buat mereka, sama nugget, sosis ya," pinta Arsy segera memilih beberapa menu cemilan untuk teman bicara.


"Siap sayang," jawab Teddy memegang dagu ARsy dengan gemas membuat Rossa dan Mega hanya saling pandang berdua malu menatap kemesraan sahabatnya denagn dosennya yang terlihat dingin ternyata bucin pada istrinya.


Teddy sudah pergi untuk memesan makanan dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan langsung ke meja pesanan tempat Arsy berada. Teddy ingin masuk ke kantor sebentar untuk memastikan Emil yang mungkin sudah mau mengakui smeua kesalahannya.


Teddy mengirimkan pesan singkat ke ponsel Arsy dan Arsy membuka ponsel itu lalu membaca dan membalas pesan singkat itu dnegan senyuman manis yang tulus.


"Sayang ... Mas ke dalam dulu ada perlu. Kamu makan dulu aja, habiskan smeuanya. Have fun sama temen kamu dulu. Kalau kurang pesan lagi, nanti Mas yang bayar, yang penting kamu kenyang dan heppy. Love u, Arsy sayang."


Kira -kira seperti itu pesan singkat yang di kirim Teddy untuk istri kecilnya yang amat ia cintai.

__ADS_1


"Iya Mas. Makasih ya my husband tersayang. Love u too, Mas Teddy bear."


Balasan Arsy yang tak kalah bucin membuat Teddy tersu tersenyum membaca pesan singkat yang begitu manis pasca kejadian tak baik bagai mimpi buruk itu.


"Kalian ada apa kesini? Memang pacar kalian polisi?" tanya Arsy sambil memotong pempek kapal selam dan langsung menikmati denagn lahap.


Kantin tersebut adalah bangunan terbuka sehingga begitu etrang karena cahaya sinar matahari dan angin sepoi -sepoi siang berhembus membuat mata semakin mengantuk jika perut terasa kenyang.


"Ekhemmm ... Ini Mega buat SIM, minta di anterin," ucap Rossa dengan cepat sambil menginjak kaki Mega yang spontan mengaduh.


Arsy langsung melihat ke arah bawah dan menatap ke arah kaki Mega yang di elus -elus.


"Kenapa? Kakinya sakit?" tanya ARrsy tak curiga.


"Iya ini kepentok kayu," ucap Mega berbohong.


"Ohh ... Terus SIM -nya udah jadi?" tanya Arsy serius.


"Ekhemm ... Belum Sy. Tadi gagal pas uajian praktek. Mega lewat garis," ucap Rosa kemudian bealasan lagi.

__ADS_1


"Ohh gitu. Makan aja. Ini banyak lho," ititah Arsy kemudian.


Mega dan Rosa saling melirik dan janagn sampai Arsy tahu apa yangg mereka lakukan disini.


__ADS_2