Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
KIRAIN UNTUK PERSIAPAN


__ADS_3

Semalaman, Arsy tak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya mulai di goda dengan banyak permasalahan yang muncul begitu saja. Seharusnya Arsy gak perlu ribet juga ikut memikirkan masalahnya. Tapi, lama -lama ia merasa cemburu yang berlebihan. Tubuhnya bergerak berputar ke arah samping tepat menatap wajah Teddy, suaminya yang sedang tertidur pulas dengan tubuh terlentang.


Suara televisi yang sengaja di nyalakan semalaman pun hanya memunculkan gambar bulat berwarna -warni seperti pelangi. Acara stasiun televisi semuanya sudah selesai.


Kedua mata Arsy menatap lembut ke arah Teddy. Tangannya mulai di angkat dan memegang wajah Teddy dengan sangat hati -hati sekali.


"Ganteng banget ternyata Mas Teddy itu. Pantes aja, di mana pun berada selalu ada wanita yang mendekatinya karena terpesona dengan segala perangaimu itu," ucap Arsy memuji. Senyum di bibirnya mulai terbit sempurna. Ia merasa menjadi wanita yang memenangkan kontes sayembara mendapatkan Teddy seutuhnya.


Baru saja senyum itu terbit dan hatinya begitu terasa berbunga -bunga. Terdengar suara yang mengagetkan. Bukan suara dengkuran.


"Sudah puas kan lihatnya? Sekarang kamu tidur, Sayang. Dari tadi kamu belum tidur kan? Apa yang kamu pikirkan, Sayang? Hemm? Coba cerita sama Mas?" tanya Teddy lembut. Ia juga merubah posisi tidurnya dan kini mereka saling berhadapan dengan posisi tidur menyamping.


Tangan lembut Teddy juga mengusap pipi gembil Arsy.

__ADS_1


"Ya ampun, Mas? Dari tadi kamu dengar? Arsy ngomong apa gitu?" tanya Arsy melotot.


Malu juga kan? Kalau sampai ketahuan bucin.


Teddy hanya mengangguk kecil sambil menahan tawanya. Rasanya ingin terkekeh melihat raut wajah Arsy yang tiba -tiba saja berubah menjadi malu -malu kucing yang minta di elus -elus manja itu.


Arsy sendiri menutup kedua matanya. Rasanya kedua bola matanya tak mampu lagi menatap ke arah retina Teddy yang juga menatapnya penuh damba.


"Kok malah merem sih? Tadi muji -muji, sekarang malah merem. Hemmm ... Malu ya?" ucap Teddy langsung menuduh.


"mas Teddy jahat ih ... Jangan godain Arsy gitu dong," ucap Arsy manja.


'Mas g godain. Mas kan cuma bilang apa adanya saja. Muka kamu tuh merah banget, kayak kepiting rebus. Sudah pasti kamu malu, kan?" tuduh Teddy semakin senang menggoda Arsy yang kesal karena rasa malunya malah membuat ia semakin terpojok.

__ADS_1


Arsy tak membalas. Kedua matanya terbuka di bawah bantal. Ia merasakan jantungnya mulai berdebar tak karuan. Seperti ini rasanya jatuh cinta? tanya Arsy pada dirinya sendiri. Jatuh cinta pada suami sendiri. Mengagumi suaminya sendiri, memuji suaminya sendiri dan .... Baru saja pikiran Arsy melayang yang indah -inah. Teddy memanggilnya lirih.


"Apa?' jawab Arsy dari bawah bantal yang masih menutupi wajahnya.


"Boleh minta tolong? Mas gak bisa lakuin sendiri," ucap Teddy dnegan nada melemah dan sangat memohon.


Pelahan bantal yang menutupi wajahnya itu di turunkan dari wajahnya yang masish merah karena malu. Kedua matanya menyipit dan tak berani bertatap langsung dengan kedua mata Teddy.


"Tolong apa? Bilang saja. Nanti Arsy tolongin," ucap Arsy sedikit ketus. nadanya memang ketus tapi jelas itu untuk menutupi rasa malunya.


'Tolong kasih bedak di punggung Mas, pakai bedak bayi. Dari kemarin, Mas pengen banget di bedakin pakai bedak bayi yang botol kuning itu, aromanya enak banget," titah Teddy pelan.


Punggungnya terasa panas beberpa hari ini. Saat ia meihat bedak bayi di etalase supermarket beberapahari lalu saat Teddy mau membeli makanan kecil, rasanya ia seperti menemukan sesuatu yang hilang dan trlupakan. tapi, saat itu ia berpikir, untuk apa membeli bedak bayi itu. Tapi, setelah sampai di rumah, keinginan ingin membeli bedak bayi itu begitu besar dan ingin memakainya di punggung dnegan di taburkan merata sambil di usap lembut.

__ADS_1


"Bedak bayi? Yang radi di beli? Kirain Arsy buat persiapan bayi kita lahir nanti. Kok malah Mas pakai, sih?" tanya Arsy tak paham.


"Nanti beli lagi , Sayang. Mas penegn banget di kasih bedak punggungnya," ucap Teddy memohon dnegan manja.


__ADS_2