Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
GANTI PEMAIN DRAMA


__ADS_3

Kepulangan Mama Tina membuat sejuta rasa penasaran seluruh murid yang sejak tadi ingin mengetahui kejadian sebenarnya.


Wulan mengantarkan Mama Tina sampai parkiran halaman sekolah dan meninggalkan Arsy sendirian di UKS.


"Tolong jaga Arsy dengan baik. Temani saat gladi bersih nanti. Langsung pulang jangan mampir kemana-mana," titah Mama Tina kepada Wulan menasehati.


"Iya, Tante, itu pasti akan sellau Wulan ingat," ucap Wulan berusaha meyakinkan Mama Tina.


Skip ...


Latihan drama terakhir di aula sekolah sebelum akhirnya pementasan kolosal sesungguhnya esok lusa.


Semua pemain drama sudah berada di posisinya masing -masing dengan naskah teks yang benar -benar sudah di hafal di luar kepala.

__ADS_1


"Pak ... Tono kemana? Sudah beberapa kali tidak latihan dan sampai sekarang latihan terakhir pun tidak muncul batang hidungnya. Lalu bagaimana?" tanya salah satu pemain inti drama kepada pelatih drama.


Sebut saja pelatih drama itu namanya Pak Kim. Pak Kim hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menunjukkan raut wajah bingung.


"Menurut Saya, kita tunggu saja. Toh, Tono itu sudah bagus bermain dramanya. Ini berarti sudah lebih dari lima kali dia absen tak ikut latihan drama," ucap Pak Km pelan.


"Pak Kim gak takut, malah nantinya pentas kolosal ini gagal gara -gara satu orang? Lebih baik kita cari cadangannya Pak," ucap satu pemain dengan suara lantang.


Ekstrakurikuler drama harus bisa menampilkan drama kolosal di acara perpisahan ini dengan baik dan sempurna. Kalau bisa penonton ikut terhanyut pada cerita dan setelah selesai mereka berdiri semua, beteriak dan bertepuk tangan sebagai tanda puas menikmati semua rangkaian drama yang menarik.


Arsy menatap Pak Kim dengan lekat. Pak Kim sudah sedikit berumur, tubuhnya lentur kayak karet. Beliau bukan saja pemain theater, tapi juga seorang penari, baik tarian tradisional, modern hingga tarian masa kini, beliau bisa dan sagat lincah.


"Yah ... Nanti Bapak dong yang cium saya di adegan terakhir," celetuk Arsy merajuk.

__ADS_1


Pak Kim seketika melotot dan semua teman -teman Arsy yang ikut bermain drama pun tertawa keras. Sungguh lucu ucapan Arsy dan raut wajah yang menunjukkan rasa kurang suka.


"Ya sudah, nanti pangerannya di buat mati saja, biar tidak ada adegan ciumannya. Pas pencarian puteri salju, kaki kudanya tergelincir dan membuat kuda itu terperosok hingga pangeran terjatuh, lalu kepalanya kepentok akar pohon yang besar dan meninggal di tempat. Gimana? Kita ubah endingnya saja, karena puteri saljunya tidak mau di cium," ucap Pak Kim lnatang.


Arsy berdiri dan berjalan menghampiri Pak Kim. Tubuhnya terlihat berisi dengan perut yang sudah jelas membuncit karena hamil.


"Maaf Pak Kim. Arsy cuma bercanda. Gimana Pak Kim saa, tohini adalah resiko suatu profesional pekerjaan sebagai pemain theater," ucap Arsy peln.


Saya hanya akan cium kening kamu, Arsy. Dulu saya buat ada ciuman bibirnya karena saya pikir kamu dan Tono adalah sepsang kekasih, ternyata, lihat perut kamu sudah lebih dulu bertelur," ucap Pak Kim tertawa keras hingga semua teman -temannya pun ikut tertawa menatap Arsy.


Tadi siang, suasana di sekolah gempar saat Mama Tina datang ke sekolah dan mengiyakan perihal Arsy yang sedang mengandung. Dan yng lebih mengejutkan lagi bagi seluruh siswa adalah, siapa Ayah kandung dari bayi yang di kandung Arsy. Sosok laki -laki itu tak lain adaah Teddy, gurunya sendiri.


Tak hanya jadi bahan ghibah. Ada yang memuji kecocockan mereka dan ada juga yang membully Arsy karena di anggap mencari muka dan pastinya usia mereka yang berbeda jauh.

__ADS_1


Setiap Arsy melewati siswa atau siswi, mereka langsung menatap aneh dan berbisik. Arsy lebih santai danlebih menikmati kehamilannya yang tak perlu lagi di sembunyikan. Toh, surat kelulusan sudaha keluar dari dinas pendidikan. Apa yang mau di permasalahkan?


Hanya saja, sekolah merasa seperti kecolongan dengan kejadian ini. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi di kemuadian hari, wlaaupun suami mereka adalah guru di seolanya sendiri. Itu samasaja tidak menaati aturan yang berlaku dan sama saja membangkang dengan semua aturan yang sudah di buat oleh sekolah.


__ADS_2