Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SATU KAMAR


__ADS_3

Acara hari ini pun selesai. Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan khidmat. Walaupun terasa pegal dan cape karena harus menyalami semua tamu undangan, ada bahagia yang terselip di kedua insan yang telah berpasangan secara SAH itu.


Arsy lebih dulu masuk ke dalam kamar tidurnya karena harus melepaskan smeua riasan di kepala dan di wajahnya. Lalu, Arsy masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menggantikan pakaiannya dengan pakaian biasa.


Teddy sendiri tadi masih di ajak bicara oleh kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Banyak hal yang di bbicarakan teremasuk nasihat -nasihat kecil.


Besok pagi -pagi benar, kedua mertuanya harus segera ke London. Papah ARsy harus segera mendapatkan perawatan dan pengobatan secara intens.


Arsy yang sudah selesai mandi dan sudah memakai piyama tidur pun langsung menuju tempat tidurnya. Ia lupa jika mulai malam ini ia tidak akan tidur sendiri. Ada Teddy, sang suami yang akan tidur dalam kamar yang sama bahkan Teddy berhak tidur di ranjang yang sama bersebelahan dengan Arsy.

__ADS_1


ceklek ...


Suara pintu kamar yang di tutup pelan pun tetap terdengar sedikit berisik dan mengganggu telinga Arsy yang agak kaget melihat Teddy masuk ke dalam kamarnya.


"Arghh ... Kenapa masuk ke kamar Arsy?" teriak Arsy yang kaget melihat Teddy masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi dan tanpa mengetuk pintu kamar tidurnya dari arah luar.


Mendengar suara yang keras da lebih terdengar teriakan dan sentkan itu, Tedy menoleh ke arah Arsy yang sudah berada di bawah selimut tebalnya. Dengan sueknya, Teddy membuka pakaiannya hingga bersisa kaos dalam saja dan celana bahan hitam yang masih melekat di tubuh lelaki tegap dan tampan itu.


"Argh ... Keluar. Kalau gak Arsy teriak nih. Biar Bunda dan Papah tahu," ucap Arsy yang mulai mengancam.

__ADS_1


Teddy malah menatap lekat ke arah Arsy yang berada di kasur. Arsy mulai duduk tegak. Ia mulai cemas karena ancamannya tak berarti sama sekali. Bahkan Teddy malah berani menatap dirinya dengan lekat dan tetap mencari handuk di tas besar yang entah kapan sudah ada di kamar Arsy. Arsy menelan air liurnya dengan cepat dan dalam. Ia lupa, bahwa mulai hari ini Teddy dan Arsy akan selalu bersama dan berada dalam kamar yang sama.


Dengan santainya Teddy mengambil handuk dan alat mandi miliknya lalu masuk ke dalam kamart mandi. Sama seperti Arsy tdi. Tubuhnya lengket dan lelah, setelah membersihkan tubuhnya, rasanya ingin segera membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk.


Beberapa menit kemudian. Teddy pun keluar dari kamar mandi. Aroma wangi yang berbeda tercium saat Teddy keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terlilit handuk di pinggangnya. Dengan cueknya Teddy berjalan menuju tas besar yang ia letakkan tadi di atas meja rias. Teddy mulai mencari -cari pakaian dalamnya dan kaos oblong serta celana pendek.


ARsy hanya menatap Teddy dengan perasaan was -was. Sepertinya malam ini Arsy tidak bisa tidur dengan nyenyak. Diirnya akan cemas dan takut, bila sesuatu terjadi.


"Kalau pakai baju di kamar mandi. Kalau di sini malah membuat polusi mata," ucap Arsy keras sambil menutup kedua matanya dnegan kedua telapak tangan yang di renggangkan sehingga kedua mata Arsy yang indah masih bisa melihat Teddy dari sela -sela jarinya.

__ADS_1


"Kenapa harus di kamar mandi. Kita sudah SAH. Saya kalau mau telanjang di depan kamu saja tidak perlu khawatir. Lagi pula polusi mata dari mana?" tanya Teddy dengan sengaja menjawab asal. Teddy snegaja ingin membuat istri belianya itu sedikit keki dan kesal.


__ADS_2