
Hari ini Nada benar - benar di buat bingung. Komariah sudah memberikan jadwal acara yang harus Nada lakukan satu hari ini.
"Sebenarnya ini ada apa, Nyai Konde? tolong jelaskan?" tanya Nada dengan bingung sambil memakai pakaian dinasnya.
Nyai konde hanya tersenyum. Ia pun duduk di tepi ranjang menunggu Nada memakai rok pendek dengan warna menyala di padukan dengan atasan yang pas pada tubuhnya penuh aksen pinta berwarna silver.
"Sini duduk dulu," pinta Komariah pelan.
Nada menurut dan duduk di tepi ranjang dekat dengan Komariah.
"Ingat, panggil aku Komariah. Jangan pernah kamu kelepasan memanggilku Nyai Konde. Lalu, waktumu hanya satu bulan, untuk merubah nasibmu kembali. Sebelum kamu harus kembali lagi dengan paksa di desa SUKAHATI," jelas Komariah pelan.
Nada tak paham. Penjelasan Komariah sama sekali tak masuk akal dan tidak dapat di mengerti oleh Nada.
"Aku sama sekali tidak mengerti, bisa kamu jelaskan lebih jelas lagi kepadaku?" tanya Nada dengan tatapan bingung.
"Baik. Desa Sukahati sedang berada dalam lingkaran hitam. Ilmu pelet Ki Pelet sengaja di sebar mengelilingi Desa dengan tujuan untuk mendapatkan gadis - gadis perawan yang bisa menambah ilmu hitamnya hingga ia bisa menguasai Desa dan menghancurkan dengan membuat para gadis itu mati karena tak mendapatkan jodoh. Bukankah kamu sudah sering mendengar, biduan yang sering mati mendadak?" tanya Komariah pelan.
Nada mengangguk pelan.
"Nah, bukan itu saja. Perbuatanmu yang sudah membohongi orang tua Pramono dan orang satu desa karena kehamilan palsumu itu, bahaya sedang mengintaimu. Paham?" tanya Komariah pelan menatap lekat kedua mata Naa yang masih terlihat sedikit bingung.
Perlahan Nada menarik napas dan berusaha memahami setiap ucapan Komariah kepadanya.
"Ba - bahaya macam apa? Lalu, selama tiga puluh hari ini, apa yang harus aku lakukan?' tanya Nada dengan bergidik ngeri. Ia ingat sekali bagaimana sosok tubuh besar dan hitam itu ingin menerkamnya.
"Kamu bisa mati. Keperawananmu itu sempurna. Sebelum mereka mengambil kegadisanmu, aku harsu gerak cepat untuk menjagamu. Kamu tahu, kegadisanmu itu penyempurna ilmu hitam mereka. Aku hanya bisa meminta tolong padamu, Nada. Waktumu hanya tiga puluh hari. Buat semua pria di negeri ini mengagumimu dan ingin memilkimu," ucap Komariah pelan menjelaskan.
__ADS_1
"Lalu? Hubungannya dengan waktu tiga puluh hari apa?" tanya Nada yang masih bingung.
"Aku ingin membuat para biduan lainnya itu tidak berkutik dengan kehadiranmu. Aku ingin pelet Ki Pelet itu tidak berfungsi dan ia terbelenggu dengan perjanjian rahasia hitam karena tidak bisa memberikan gadis perawan untuk di persembahkan," ucap Komariah denga suara pelan dan tegas.
Nada sebenarnya bingung dan sedikit bergidik ngeri.
"Lalu, kenapa harus aku? Bukan Lisa? Atau siapa pun?" tanya nada dengan bingung.
"Karena kamu memiliki kegadisan sempurna. Kamu tahu, gadis - gadis kampung itu sudah tidak perawa lagi, karena mereka lebih percaya pada ilmu hitam dan memepersembahkan keprawanan mereka untuk menambah kekuatan ilmu hitam yang di miliki oleh Ki Pelet. Tapi ingat, jangan sampai kamu jatuh cinta pada pengagummu atau ...." ucapan Komariah terhenti. Komariah pun bangkit berdiri dan berjalan menuju kaca jendela yang besar.
"Atau apa Komariah?" tanya Nada mendesak dengan rasa penasaran.
"Kamu bisa mati, Nada. Aku hanya ingin kamu mengikuti saranku," ucap Komariah pelan.
Nada mengangguk pelan. Ia akan mencoba mengikuti semuanya.
"Lalu, masalahku dengan Pram? Bagaimana?" tanya Nada dengan bingung.
"Jika kamu berhasil dalam waktu tiga puluh hari ini. Masalahmu dengan Pram bisa hilang begitu saja. Kamu bisa pilih, mamu memulai kehidupan kamu di titik mana? Tapi ...." ucapan Komariah terhenti lagi.
Komariah tersenyum lebar yang penuh arti.
"Tapi? Tapi apa?" tanya Nada pelan ke arah Komariah yang masih berada di dekat jendela.
"Jika, Pramono adalaha jodohmu. Kamu tidak bisa melawan takdir itu, Nada. Ia akan selalu datang dengan caranya sendiri. Tapi, tiga puluh hari ini, jika suatu hari kamu bertemu Pramono, buat seolah tampak biasa saja, dan kamu seperti sama sekali tak mengnalnya. Karena seharusnya dia juga tidak mengenalmu," ucap Komariah pelan.
Hari ini semua sudah jelas. Tiga puluh hari ini, Nada adalah penyayi terkenal, dengan sejuta pengagum rahasianya. Muali hari ini, Nada ahrus menjalankan misinya untuk membantu Desa Sukahati agar bisa melepaskan dari lingkaran ilmu pelet.
__ADS_1
"Ekhem Nada ... Kamu tahu Lisa? Bulan ini ia akan mati, karena tidak jadi menikah. Bantu Lisa dan wanita - wanita lain yang sudah memakai pelet demi sebuah pekerjaan," ucap Komariah menjelasakan kemudian.
Nada mengangguk paham. Ia sangat ingat dengan penjelasan perias yang meriasnya itu.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin, Komariah. Aku juga akan membantu Desa Sukahati demi kamu," ucap Nada pelan sambil memegang kedua tangan Komariah.
Nada tahu, Komariah belum ikhlas pergi dnegan kondisi Desa tercintanya yang semakin tidak mengenal agama dan tidak mengenal Tuhan Penciptanya. Semua selalu di hubungkan dengan pelet dan susuk hingga sajen sajen yang malah membuat orang - orang itu percaya pada hal - hal yang berbau mistis.
"Kamu sudah mengerti. Kamu tidak takut denganku kan?" tanya Komariah kemudian.
Nada pun menggelengkan kepalanya pelan. Sudah nasibnya bertemu dnegan jiwa jiwa yang labil begini.
"Ekhem ... Sebenarnya, kamu itu masih hidup atau ...." ucapan Nada terhenti. Ia bingung melanjutkan pertanyaannya. ragu untuk menanyakan yang akan menyinggung perasaan Komariah.
"Aku hantu gitu, maksudmu? Aku masih hidup, dan aku berada di rumah itu sedang bertapa, dan mencari solusinya. AKu di bntu oleh Si Putih dan Si Besar. Mereka adalah temanku. Mereka menjagamu saat kamu mulai masuk ke hutan terlarang itu setelah pengejaran buta ijo milik Ki Pelet. Kamu sudah menjadi targetnya, Nada," ucap Komariah pelan menjelaskan.
"Jadi usiamu berapa?" tanya Nada pelan.
"Banyak sampai aku lupa menghitungnya. Aku hanya ingin kamu fokus denagn misimu yang hanya tiga puluh hari," ucap Komariah pelan.
"Iya," jawab Nada singkat.
"Ini untukmu. Pakai dimana pun saja yang terlihat orang lain. Aku yakin, banyak lelaki mengagumimu. Ingat satu hal, kamu harus berkencan dengan tiga puluh lelaki perjaka tapa menyentuhnya," ucap Komriah tesenyum.
"Berkencan denga lelaki perjaka tanpa menyentuhnya? Bagaimana caranya?" tanya Nada yang bingung.
"Ajak mereka ke suatu tempat yang aman. Di sana aku akan datang dan mengambil sari perjakanya untuk menutup semua ilmu hitam dari pelet kegadisan yang dilakukan oleh Ki Pelet," ucap Komariah menjelaskan.
__ADS_1
"Oke baiklah. Jika aku lupa, tolong ingatkan," ucap Nada pelan.
Hari ini adalah misi hari peertama Nada untuk mendapatkan lelaki perjaka sesuai dengan keinginan Nyai Konde.