Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SURPRISE


__ADS_3

Kotak beludru merah itu sudah berada di tangan Arsy. Ia nampak ragu namun sumringah karena surprise luar biasa ini.


"Buka lah. Semoga kamu menyukainya," ucap Teddy pelan.


Arsy pun perlahan membuka kotak beludru itu dan kilaunya sudah nampak indah.


"Kalung berlian?" ucap Arsy dengan senyum lebar. Entah harus bagaimana lagi Arsy mengungkapkan rasa bahagianya itu.


"Iya. Kamu suka?" tanya Teddy pelan.


"Suka banget," jawab Arsy dengan kedua mata berbinar.


"Mas pakaikan ya?" uca Teddy pelan. Ia mengambil perhiasan itu dari kotak beludru dan memasangkan di leher Arsy.


Kalung berlian itu nampak cantik seklai. Apalagi cocok dengan wajah Arsy yang lucu.


"Ini kan mahal Mas?" ucap Arsy pelan.


Sungkan juga, di beri hadiah se -mahal itu. Bukan tidak suka, tapi lebih ke eman -eman saja.


"Kalau seorang laki -laki sudah mencintai seorang perempuan. Dia tidak akan menghitung -hitung apapun yang akan di berikan. Mau mahal atau murah, kalau ia tulus pasti di berikan dengan ikhlas. Karena pemberian itu bentuk rasa sayang seorang laki -laki kepada perempuan," ucap Teddy pelan.


"Jadi intinya Mas sayang dong sama Arsy?" tanya Arsy pelan.


Teddy berdiri di depan Arsy dan memegang kedua tangan Arsy. Tatapannya begitu lekat dan penuh damba.


"Apa Mas harus mengulang setiap detik. Kalau Mas benar -benar jatuh cinta sama kamu? Atau Mas harus mengungkap setiap pagi, kalau Mas selalu ingin berada di samping kamu. Atau Mas harus selalu bilang, kalau Mas takut kehilangan kamu, aklau Mas sedang cemburu? Begitu? Apa selama ini perhatian Mas, kepedulian Mas sama kamu masih saja kamu ragukan?" tanya Teddy lembut.


Arsy hanya diam. Kali ini perasaannya campur aduk. Bahagia, senang, takut dan semuanya campur aduk di hatinya.


"Cukup Mas. Arsy bisa rasain kalau Mas memang sayang sama Arsy," ucap Arsy pelan.


"Bukan sayang saja tapi sayang banget," ucap Teddy pelan.

__ADS_1


Arsy melempar senyum. Arsy ingin mengungkapkan bahwa ia sangat bahagia memiliki Teddy. Bahkan Arsy ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis paling beruntung karena di miliki oleh lelaki sempurna idaman kaum hawa.


Senyum Arsy semakin terlihat manis dan melebar. Sudah tak sungkan lagi untuk memeluk tubuh kekar itu terlebih dahulu.


"Kita makan yuk? Waktu kita gak banyak. Setelah ini langsung masuk pada acara inti," ucap Teddy kemudian. Dengan saling merangkul satu sama lain, Teddy pun membawa Arsy ke balkon dan mendudukkan di tempat yang telah di sediakan.


"Wah ... Ini beneran surprise yang gak pernah Arsy duga sebelumnya. Arsy kira Mas Teddy itu gak romantis, cuek, dingin, santai gitu. walaupun memang perhatian banget. Tapi ... Pada kenyataannya berbeda jauh dari yang Arsy duga. Mas Teddy itu romantis, mesra, gak malu, dan yang pasti bucin parah," tawa Arsy pun menggelegar.


"Boleh dong bucin sama istri sendiri?" tanya Teddy kemudian.


Arsy hanya mengangguk dan tertawa. Ia menunggu Teddy mengambilkan beberapa makanan kesukaannya. Inilah bedanya menikah dengan lelaki dewasa. Dimana -mana memang perempuan itu tugasnya melayani suami. Tapi, kalau suami kita memiliki umur yang lumayan jauh jaraknya, maka malah lelaki itu yang ngemong perempuannya. Dan ini fakta.


"Mas memisahkan diri dari guru -guru yang lain? Mereka gak ada yang komplain?" tanya Arsy pelan.


"Makanya Mas cari kamar yang berbeda lantai. Kalau pun keahuan, tinggal cari alasan," jawab Teddy santai sambil tertawa.


Hari ini memang sangat berbeda dari hari -hri kemarin. Keintiman Arsy dan Teddy begitu nampak. Ikatan batin mereka pun sudah mulai terasa di keduanya. Saling percaya, saling memiliki, saling menyayangi, dan saling takut kehilangan. walaupun terkadang masih ada gengsi untuk mengungkapkan smeuanya itu dengan gamblang. Tapi pembuktian dengan semua perlakuan dan tindakan itu tidak bisa di bohongi.


"Terima kasih suami terbaik," ucap Arsy sambil mengunyah dan tersenyum.


Wajah Teddy langsung berubah merah dan mlu. Perlakuan manis Arsy membuat hatinya semakin brgairah.


"Ini kalau di suapin lagi, Mas dapat ciuman lagi?" tanay Teddy menggoda.


"Tergantung," jawab Arsy menelan makanan itu.


"Buka mulutnya," ucap Teddy mengulang kembali. tapi kali ini, bukan pipi yang di inginkan Teddy melainkan tempat lain yang lebih dahsyat bisa menggetrakan seluruh tubuhnya bukan hanya hatinya saja.


Tepat suapn itu masuk ke dalam mulut Arsy. Arsy pun menggerakkan tuuhnya untuk mencium pipi Teddy. Dengan sengaja Teddy memutar sedikit wajahnya dan cup ...


Bagian mana yang terkena ciuman? Ya, tentu saja bagian bibir Teddy sudah siap menerima dengan baik hingga membuat Arsy terkejut dan tersedak oleh makanan yang ia makan.


uhuk ...

__ADS_1


"Minum Sy," titah Teddy dengan sigap membawa satu gelas air minum.


"Mas sengaja ya? Kenapa sih pakai muter segala?" tanya Arsy kesal.


"Lho kok malah manyun. Kan becanda Sy. Ekhemm pengen juga," ucap Teddy jujur dan tertawa geli denagn jawabannya sendiri.


"Pengen apa?" tanay Arsy ketus.


"Kita kan mau bulan madu Sy," ucap Teddy mengingatkna.


"Ini bukan bulan madu. Tapi sambil menyelam minum air. Fokus sama sekolahan dulu Mas. Jangan di campur adukkan. Kalau memang nanti ada waktu dan kesempatan baru kita ...." ucapan Arsy pun langsung di sahut cepat oleh Teddy.


"Baru kita begituan?" ucap Teddy lantang.


"Mas tuh emang bener -bener mesum ya? Pikirannya kayak gitu terus," ucap Arsy kesal dan emnagmbil sendok dari tangan Tedddy dan mulai menghabiskan makanannya sendiri.


"Lho ini bukan mesum Sy. Tapi masalah kejantanan. Mas kan bukan orang yang munafik. Mas jujur sama kamu, Mas pengen. Apa itu salah?" tanya Teddy pelan mencoba membuat Arsy mengerti.


Dalam pernikahan segala sesuatu itu harus di ungkapkan bukan malah di pendam. Termasuk urusan ranjang. Itu juga sangat penting untuk di bahas. Kepuasan dalam berumah tangga tentu adanya dua orang yang bisa saling memahami dan mengerti pasagannya.


Jadi, bukan hal tabu membicarakan semua hal kepada pasangan halalnya. Malahan kalau tidak di bahas, bisa jdi boomerang di kemudian hari. Ini juga salah satu cara untuk berkomunikasi agar leih saling mengenal satu sama lain dengan baik. Tidak secara fisik atau sikap serta karakternya tapi juga bisa mengenal bahasa tubuh atau kode tubuh yang menginginkan sesuatu.


"Jadi ... Pagi ini ada kesempatan gak buat menyempurnakan benih yang sudah di tanam?" tanya Teddy sambil mengedipkan satu matanya.


"Gak ada. Arsy capek," jawab Arsy dengan ketus.


"Oh capek ... Oke. Kalau di paksa capeknya akan hilang ..." teriak Teddy yang langsung menggendong Arsy ala bridal style menuju dalam kamar.


"Mas ... Turunin Arsy. Ampun ih. Masih pagi," uca Arsy dengan nada memohon.


"Hem ... gak usah teriak -teriak Sy. Nanti tetangga sebelah malah ngintip," ucap Teddy mencoba melucu.


Arsy di rebahkan begitu saja di kasur yang penuh dengan bunga mawar. Tatapan keduanya mulai berhasrat. Mungkin suasana kamar yang mendukung dengan aromaterapi yang membangkitkan gairah membuat darah keduanya cepat mendidih hingga ke ubun -ubun.

__ADS_1


__ADS_2