
Arsy dan Teddy turun bersama ke lantai bawah. Arsy berjalan di belakang Teddy sambil memijat -mijat bahu Teddy pelan. Ia tiba -tiba gemas dengan lelaki itu.
"Geli, Sayang," ucap Teddy pelan.
"Cuma di pijit -pijit, masa geli. geli tuh begini," ucap Arsy sambil menunjuk pinggang Teddy dengan jari telunjuknya dan di tusukkan pelan sambil di tiup kuping Teddy.
Sontak tubuh lelaki gagah itu bergetar hebat dan merinding di sekujur tubuhnya. Teddy pun memutar tubuhnya dan kini menghadap Arsy.
"Geli, Sayang. Mau di balas?" tanya Teddy pelan.
"Gak ih. Mama ... Mama ... Mas Teddy ini," teriak Arsy yang berteriak keras dan berlari lebih dulu menuruni anak tangga mencari Mama mertuanya di dapur.
"Hey ... Ini pada kenapa ya? Teddy!! Istrimu sedang hamil, malah main kejar -kejaran," ucap Mama Tina membela Arsy sambil merangkul gadis itu untuk menenangkan. Napas Arsy sedikit ngos -ngosn dan ....
"Arghh ... Sakit banget ...." ucap Arsy bertiak merasakan sakit .
Teddy pun laangsung memegang lengan Arsy dan panik. Begitu juga dengan Mama Tina yang juga ikut panik melihat menantunya seprti sedang menahan rasa sakit.
Arsy pun berdiri dan tersenyum.
__ADS_1
"Tapi bohong ...." Arsy tertawa keras. Ia tidak tahu candaannya membuat mertua dan suaminya sudah cemas luar biasa.
"Arsy!! Gak lucu becandanya. Kasihan Mama sudah panik, malah becanda," ucap Teddy marah.
Arsy menatap Mama mertuanya lekat.
"Mama ... Maafin Arsy ya. Niat Arsy menggoda Mas Teddy," sesal Arsy pelan.
Arsy tidak tahu saja, kalau Mama Tina memiliki riwayat penyakit jantung kronis. Barusan dadanya begitu sesak melihat Arsy seperti itu. Di tambah pacu jantungnya berdegup keras karena panik. tapi semuanya hanya candaan. Rasanya lemas sekali dan Mama Tina hanya bisa mengusap dadanya pelan.
"Mama gak apa -apa? Maafkan Arsy," ucap Teddy langsung memegangi Mamanya dan di bawa ke kursi. Teddy mengambil air putih dan di berikan kepada Sang Mama. Ia tahu Mamanya pasti kumat kembali jantungnya. Memang candaan Arsy kelewatan.
"Sudah gak apa- apa. Kalian mau kemana? Sudah rapih begini? Kamu berangkat jam berapa Ted? Bukannya pesawat kamu nanti jam lima?" tanya Mama Tina pelan.
Arsy makin tajam menatap Teddy.
"Mas mau kemana sih, sebenarny? Kenapa naik pesawat?" tanya Arsy pelan.
"Mas keluar kota," jawab Teddy sedikit gugup.
__ADS_1
"Iya. Keluar kotanya kemana? Sebutkan nama kotanya? Biar Arsy tahu," tanya Arsy yang semakin kesal merasa ada yang tidak beres.
"Bali," jawab Teddy dengan asal.
"Bali? Oke," jawab Arsy pelan sambil menyimpan nama kota itu dnegan baik.
"Ma ... Kita mu makan gelato. Mama mau titip?" tanya Teddy pelan.
"Mmmm ... Boleh juga, gelato tiramisu kayaknya," ucap Mama Tina mengingat nama itu. Kemarin kebetulan browsing di internet, memang cafe gelato itu baru saja di buka dan banyak promo di setiap pembelian bersyarat.
"Oke nanti kita bawaan. Teddy pergi dulu ya, Ma," pamit Teddy kemudian.
"Arsy pergi dulu ya, Ma. Maaf soal barusan, kalau sudah buat Mama panik," ucap Arsy menyesali perbuatannya.
"Gak apa -apa Arsy. Mama saja yang terbawa suasana panik tadi," jawab Mama Tina lembut. Beliau tidak mau membuat Arsy bersedih karena kelakuannya barusan. Ia hanya ingin Arsy tidak merasa di salahkan atau di pojokkan.
Arsy dan Teddy pun keluar dari rumah menuju teras depan. Teddy berjalan memutar masuk ke dalam garasi untuk mengambil motor besarnya.
'Ngapain ke garasi. Mobilnya kan ada di depan,' batin Arsy pelan.
__ADS_1
Tak lama Teddy pun keluar dari garasi sambil membawa motor gedenya ber -merk harley. Kedua mata Arsy terbelalak terkejut. Pantas saja, style Teddy agak berbeda siang ini. Lelaki tampan yang kini sudah menjadi suaminya itu memakai blue jeans yang bermotif sobek -sobek seperti gembel dengan t -shirt sedikit ketat memperlihatkan tubuhnya yang atletis da berotot lalu memakai jaket kulit asli berwarna hitam. Helmnya yang bulat seperti bola dengan kaca hitam kemilau dan menyilaukan mata Arsy saat menatapnya.
"Ganteng banget sih. Untung udah jadi suami. Kamu harus mirip seperti Papahmu ya, Nak. Jangan kayak Mama," ucap Arsy sambil mengusap pelan perutnya yang masih rata sambil erdoa agar keturunannya bisa mirip dengan Teddy yang jenius dan super tampan luar biasa. Pantas saja banyak wanita yang mau dengan lelaki itu. Sempurna tiada tara.