
Hari ini adalah hari yang paling sibuk bagi Teddy dan Aesy. Mereka sudah berkemas unntuk memindahkan barang pribadinya ke rumah baru. Mulai hari ini, mereka berdua benar -benar akan tinggal berdua. Minggu depan, Arsy juga sudah mulai masuk ke duani perkuliahan. Tubuhnya mulai mudah lelah dan perutnya sudah terlihat sangat buncit sekali.
"Lelah sayang?" tanya Teddy sambil mengusap perut besar itu sambil mengecup pipi Arsy spontan. Teddy selalu gemas melihat istrinya yang chubby mulai terlihat lemas dan tak berdaya.
"Banget," cicit Arsy manja. Arsy pun memilih duduk di sofa panjang dan menyenderkan punggungnya yang terasa sangat sakit dan pegal. Perutnya menyembul terlihat sangat bulat. Sesekali terlihat tendangan si kembal yang membuat Teddy ikut berjongkok dan menyibakkan dress Arsy untuk melihat perut yang sedang bergerak -gerak itu.
Arsy tak pernah menolak. Apapun yang dilakukan Teddy di biarkan saja, malahan Arsy malah senang jika Teddy memeluknya, menciumnya spontan, mengelus perutnya yang besar dan emngusap punggungnya. Itu sangat membuat ibu hamil ini merasa tersanjung dan di cintai sekali oleh suaminya.
Teddy mencium perut Arsy dan mengusap pelan lalu menempelkan telingannay di perut besar itu. Memang terasa tendangan kecil membuat perut bulat itu menunjukkan tonjolan yang tidak presisi di sekitar area perut Arsy. Kadang di bawah, di atas, atau di tengah.
"Kuat sekali tendangannya, sayang. Pasti bakal jadi pemain sepak bola handal," ucap Teddy mengulum senyum. Teddy memang menyukai sepak bola, dan dulu pernah mau ikut masuk klub sepak bola. Tapi, Ayahnya menentang, karena Ayah Teddy menginginkan putranya menjadi seorang guru atau dosen. Masa tuanya lebih terjamin.
Arsy memegang kepala Teddy dan meremas rambutnya yang pendek dengan jari -jari mungilnya.
"Masa Papahnya guru, anaknya jadi pemain sepak bola sih," ucap Arsy tak suka.
"Memangnya kenapa? Pemain sepak bola jaman sekarang, uangnya banyak sayang," ucap Teddy menjelaskan.
"Biar mereka yang memilih cita -citanya Mas. Mereka punya hak untuk memilih," jawab ARsy lirih.
__ADS_1
Teddy mengangkat wajahnya menatap ARsy dengan lekat.
"Kamu menyesal sayang?" tanya Teddy denagn wajah serius.
Arsy tergagap dengan pertanyaan Teddy barusan. Kedua matanya membola membalas tatapan Teddy yang nampak menunggu jawaban Arsy.
Perlahan mulut Arsy mulai membuka kembali bertanya, "Menyesal apa? Maksud Mas Teddy apa? Arsy gak paham."
"Mereka punay hak untuk memilih. Itu jelas kata -kata dari lubuk hati. Betul kan? Apa kamu menyesal menikah dengan Mas?" tanya Teddy gelisah.
Jangan sampai jawaban dari pertanyaan ini malah membuatnya galau sendiri.
"Kok tahu sih kalau Arsy menyesal," ucap Arsy dengan nada lembut.
Sontak jawaban yang tak di inginkan itu benar lolos dari mulut Arsy dan membuat Teddy menundukkan kepalanya.
"Lhooo ... Katanya Papahnya kuat, hebat, kok loyoo," ucap Arsy pada Teddy.
"Untuk apa kita menjalani pernikahan ini kalau kamu tidak bahagia hidup dengan Mas, Sy. Mas malah merasa bersalah," ucap Teddy kemudian. Dulu Teddy dingin, tegas dan cuek. Tapi makin kesini, Teddy malah menunjukkan sisi kekanak -kanakkan dan takut kehilangan istri mungilnya yang tengah hamil itu.
__ADS_1
"Siapa yang bilang tidak bahagia? Emang Arsy bilang gak bahagia?" ucapnya terkekeh sendiri melihat raut wajah Teddy yang terlihat bingung, galau, kesal, kecewa dan smeua itu rasanya sangat nano -nano sekali.
"Itu tadi? Bilang menyesal," ucap Teddy mengulang jawaban Arsy.
"Iya menyesal. Kenapa gak dari SMP aja sekalian di jodohinnya. Kalau ternyata jodoh Arsy itu baik banget, super perhatian, sangat peka, tulus, cintanya no tipu -tipu, sayangnya tanpa modus. Itu yang bikin rasy meneyesal. Intinya Arsy bahagia mendapatkan suami seperti Mas Teddy," ucap Arsy jujur.
"Hufff ... Mas kira beneran menyesal. Mas udah pengen balik badan masuk kamar terus nangis gulung -guling," ejek Teddy pada istri mungilnya itu.
"Itu Arsy, Mas. Mas ngejek ARsty ya?" tuduh Arsy kesal.
"Ehhh berasa ya?" ucap Teddy tertawa dan mencium punggung tangan Arsy penuh aksih sayang.
"Bercanda sayang. Ini tandanya di kurangin ngambeknya ya. Udah mau punya si kembar, malu nanti mereka malah ikut tertawa juga," ucap Teddy mengingatkan.
"Makanya jangan bikin Arsy kesel ya," ucap Arsy manja.
"Siap nyonya Teddy. Sekarang mau makan apa? Mau jalan sekalian bawa barang atau mau pesen makanan online," tanya Teddy pada istrinya untuk memilih.
"Pergi saja ya? Lagi pengen makan es serut mangga," ucap Arsy pada Teddy.
__ADS_1
"Oke sayang. Siap. Yuk sekarang," titah Teddy pada istrinya. Teddy menurunkan dres Arsy dan di biarkan istrinya itu bersiap untuk pergi sambil Teddy merapikan barang -barang yang akan di bawa ke rumah barunya.