Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
JERITAN HISTERIS


__ADS_3

Di dalam pesawat Teddy bertemu dengan Bismo.


"Pak Teddy?" sapa Bismo pelan.


"Hei ... Kamu mau ke London juga?" tanya Teddy mulai membuka obrolan dengan Bismo.


Pesawat sudah berada di atas, mengudara dengan lintasan menuju rute yang di tuju.


"Iya Pak. Saya memilih meninggalkan negara yang sudah membuat hati saya sakit dan tersiksa," jawab Bismo pelan. Tentu Teddy tahu, apa yang di maksud Bismo saat ini.


Teddy hanya tersenyum kecut. Sebagai guru jenius jelas Teddy tahu arah pembicaraan Bismo.


Keduanya terlibat obrolan lain yang lebih santai hingga akhirnya pramugari maskapai memberitahukan perihal kerusakan pada kipas sayap sebelah kiri ynag tidak berfungsi sama sekali. Padahal perjalanan menuju London masih sangat jauh.


Semua penumpang hanya bisa berdoa dan berharap semua akan baik -baik saja sampai di tujuan dengan selamat semua tanpa ada satu kekurangan apapun.


Pilot dan ko pilot pesawat sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kestabilan pesawatnya agar tetap mengudara. Kalau pun memang terpaksa jatuh, sang pilot berusaha agar jatuhnya pun di perairan agar mengurangi resiko bahaya dan resiko banyaknya kematian penumpangnya. Setidaknya semua penumpangnya itu siap. Tapi ... Kalau memang takdir bicara lain, mereka bisa apa?

__ADS_1


Toh, semua sudah di cek sebelum keberangkatan, dan bila ada kesalahan teknis, semua itu adalah takdir.


Perjalanan dari bandara Jakarta menuju bandara di kota London sekitar enam belas jam lebih beberapa menit. Seharusnya pagi hari mereka sudah sampai di kota London sesuai dengan tujuan tiket mereka.


Empat belas jam sudah mereka mengudara dan sebenarnya tinggal sedikit lagi perjuangan pesawat itu menuju tujuan yang telah di tentukan. Semua yang terjadi bukanlah suatu kesengajaan.


"Pak ... Sudah siap mati? Pesawat ini akan mengalami kecelakaan. Lihat di luar, itu pegunungan tinggi dan kalau pesawat ini terjatuh di sini maka hidup kita kelar, Pak," ucap Bismo pelan bergidik ngeri membayangkan kalau benar pesawat itu jatuh di sana.


Lagi -lagi Teddy berusaha tenang dan berusaha semua terlihat baik -baik saja.


"Saya hanya bisa pasrah kan? Semua sudah garis hidup saya," ucap Teddy bijak.


"Bukan suatu alasan jika takdir yang bicara. Saya yakin, ada yang lebih baik dari saya, yang akan menjaga Arsy dan anak saya," ucap Teddy pelan.


Bismo memalingkan wajahnya dan tertawa.


Tiba -tiba pesawat mulai tersendat dan terbatuk -batuk sangat parah. Seluruh penumpang terguncang hebat. Antara kaget dan panik bercampur menjadi satu. Semuanya hanya bisa mengeratkan sabuk pengamannya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Sang Pramugrari terus bicara melalui alat pengeras suara. IA berharap semua penumpang diam dan lebih tenang dan tidak pani. Semua akan kembali normal dan berjalan mengudara dengan baik kembali.


PAdahal sudah jelas dari arah sayap kiri mulai mengepulkan api. Asapnya terlihat hitam dan pekat. Semua penumpang semakin histeris dan berteriak sekeras -kerasnya karena ketakutan.


Teddy melirik ke arah Bismo yang malah memejamkan kedua matanya dan terlihat sangat tenang sekali. Mungkin ia tak punya beban hidup seperti Teddy. Jadi, ia lebih pasrah dan tegar.


"Arsy ... Kalau memang ini takdir untuk kita berdua. Setidaknya Mas sudah memberikan yang terbaik untuk sebuah kenangan manis di akhir pertemuan kita kemarin," cicit Teddy lirih sambil menatap ke arah luar jendela pesawat.


Tangan Teddy terkepal erat. Ia harus tetap berjuang untuk bisa selamat. Selain berdoa dan berusaha jika benar pesawat ini terjatuh.


Tak lama pesawat pun oleng dan mulai terbang dengan tidak seimbang. Percikan api di bagian ayap semakin jelas terlihat berkobar.


Lalu, yang Teddy ingat hanya jeritan histeris semua penumpang, tak hanya itu semua menyebut nama Tuhan. Sebelum kecelakan itu terjadi. Teddy menoleh ke arah Bismo yang juga merasa ketakutan dan ia memegang mantan muridnya itu. Setidak mereka berdua harus berusaha tetap selamat dan hidup.


"Arghh .... Tolong!!"


Jeritan histeris yang meyayat hati dan ...

__ADS_1


BUGH!! DUAR!!


Sunyi dan Senya tak ada lgi tanda \=\=-tanda kehidupan.


__ADS_2